METROTODAY, SURABAYA – Sebagai bentuk dukungan terhadap pelaksanaan Sensus Ekonomi Tahun 2026 yang diselenggarakan Badan Pusat Statistik (BPS), Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi turut menjadi salah satu responden dalam kegiatan pendataan tersebut.
Tiga petugas sensus mendatangi langsung rumah dinas Wali Kota Surabaya di Jalan Sedap Malam, didampingi Kepala BPS Kota Surabaya, Arrief Chandra Setiawan.
Eri menjelaskan bahwa sensus ekonomi menjadi sarana penting bagi pemerintah untuk memperoleh gambaran kondisi perekonomian masyarakat secara lebih akurat dan menyeluruh. Pendataannya tidak hanya mencakup jumlah anggota keluarga, tetapi juga aset dan barang yang dimiliki rumah tangga.
“Alhamdulillah malam hari ini ada sensus ekonomi yang dilakukan BPS. Jadi, petugas sensus menanyakan apa yang ada di dalam rumah, salah satu contohnya,” tuturnya, Sabtu (20/6).

Hasil pendataan ini nantinya akan memetakan tingkat perekonomian setiap rumah tangga dan menempatkannya dalam kelompok desil tertentu. Oleh karena itu, pembaruan data secara berkala sangat diperlukan agar kebijakan dan bantuan pemerintah tepat sasaran.
“Jadi hasil sensus ekonomi ini menunjukkan tingkat perekonomian dari setiap rumah, apakah masuk dalam desil 1, 2, 3, 4, 5 atau 6. Updating data memang harus dilakukan agar ketika ada bantuan, yang menerimanya benar-benar tepat sasaran,” ujarnya.
Ia mengapresiasi langkah BPS yang mendatangi rumah dinasnya dan berharap hal ini menjadi teladan bagi warga lain.
“Saya matur nuwun kepada BPS yang sudah melakukan sensus ekonomi kepada saya dan keluarga. Semoga ini menjadi contoh bagi masyarakat agar bersedia menerima petugas dan memberikan informasi yang dibutuhkan,” tuturnya.

