Purnomo Polisi Baik Kuliah Magister Psikologi di Unesa untuk Merawat 500 ODGJ Lebih Profesional

METROTODAY, SURABAYA – Siapa yang tak mengenal sosok Ipda Purnomo, atau yang akrab disapa Pak Pur, dikenal luas dengan akun sosmednya Purnomo Polisi Baik itu banyak merawat orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) dan kelompok rentan di Lamongan, Jawa Timur.

Kini, ia resmi menempuh pendidikan Magister Psikologi di Universitas Negeri Surabaya (Unesa), sebagai ikhtiar memperkuat landasan keilmuan dalam memberikan pendampingan psikologis kepada ratusan orang yang ia bina.

Perkuliahannya berjalan beriringan dengan tugas kepolisian sekaligus pengelolaan Yayasan Berkas Bersinar Abadi di Desa Nguwok, Kecamatan Modo, Lamongan.

Yayasan itu menjadi tempat perlindungan bagi ODGJ, lansia terlantar, anak jalanan, hingga penyintas penyalahgunaan narkoba.

Pak Pur bersama rekan rekannya di Unesa. Ia saat ini menempuh pendidikan Magister Psikologi. (Foto: Istimewa)

Di sela-sela perkuliahan, Selasa (22/9), Pak Pur menceritakan alasan di balik semangat menuntut ilmu tersebut.

Selama hampir sepuluh tahun, ia telah merawat hampir 500 ODGJ, dan sebagian besar pendekatan yang diterapkan sejauh ini bersifat otodidak serta berbasis pengalaman langsung.

“Manusia itu wajib menuntut ilmu sampai kapan pun. Setiap hari saya bertemu dengan orang-orang yang membutuhkan tempat curhat dan konseling. Selama ini saya mendapatkan ilmu secara otodidak, sehingga saya merasa harus memiliki dasar ilmu Psikologi yang kuat dan teruji,” ujar Pak Pur, yang juga dikenal melalui kanal YouTube beranggotakan 2,7 juta pelanggan.

Ia menambahkan, empat klaster layanan di yayasannya yakni ODGJ, lansia, anak terlantar, serta rehabilitasi narkoba yang memerlukan penanganan yang semakin profesional dan berbasis ilmu psikologi modern.

“Harapan saya, setelah mendapatkan ilmu di sini, dampak pengabdian kami bagi masyarakat semakin bermanfaat. Ilmu ini nantinya wajib saya tularkan kepada tim pendamping dan masyarakat,” tegasnya.

Meski harus membagi waktu antara tugas kepolisian, mengelola yayasan, dan menjadi mahasiswa, Pak Pur telah mengantongi izin dari pimpinan serta dukungan penuh dari timnya.

Bahkan, demi meningkatkan standar pelayanan sosial, ia mengajak istrinya juga berkuliah di Unesa dan berencana mendorong 30 anggota tim yayasan untuk turut mempelajari ilmu Psikologi.

Bagi Pak Pur, pendidikan bukan sekadar soal gelar, melainkan investasi kemanusiaan agar proses merawat dan memanusiakan kelompok rentan dapat dilakukan secara lebih bermakna dan profesional. (ahm)

METROTODAY, SURABAYA – Siapa yang tak mengenal sosok Ipda Purnomo, atau yang akrab disapa Pak Pur, dikenal luas dengan akun sosmednya Purnomo Polisi Baik itu banyak merawat orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) dan kelompok rentan di Lamongan, Jawa Timur.

Kini, ia resmi menempuh pendidikan Magister Psikologi di Universitas Negeri Surabaya (Unesa), sebagai ikhtiar memperkuat landasan keilmuan dalam memberikan pendampingan psikologis kepada ratusan orang yang ia bina.

Perkuliahannya berjalan beriringan dengan tugas kepolisian sekaligus pengelolaan Yayasan Berkas Bersinar Abadi di Desa Nguwok, Kecamatan Modo, Lamongan.

Yayasan itu menjadi tempat perlindungan bagi ODGJ, lansia terlantar, anak jalanan, hingga penyintas penyalahgunaan narkoba.

Pak Pur bersama rekan rekannya di Unesa. Ia saat ini menempuh pendidikan Magister Psikologi. (Foto: Istimewa)

Di sela-sela perkuliahan, Selasa (22/9), Pak Pur menceritakan alasan di balik semangat menuntut ilmu tersebut.

Selama hampir sepuluh tahun, ia telah merawat hampir 500 ODGJ, dan sebagian besar pendekatan yang diterapkan sejauh ini bersifat otodidak serta berbasis pengalaman langsung.

“Manusia itu wajib menuntut ilmu sampai kapan pun. Setiap hari saya bertemu dengan orang-orang yang membutuhkan tempat curhat dan konseling. Selama ini saya mendapatkan ilmu secara otodidak, sehingga saya merasa harus memiliki dasar ilmu Psikologi yang kuat dan teruji,” ujar Pak Pur, yang juga dikenal melalui kanal YouTube beranggotakan 2,7 juta pelanggan.

Ia menambahkan, empat klaster layanan di yayasannya yakni ODGJ, lansia, anak terlantar, serta rehabilitasi narkoba yang memerlukan penanganan yang semakin profesional dan berbasis ilmu psikologi modern.

“Harapan saya, setelah mendapatkan ilmu di sini, dampak pengabdian kami bagi masyarakat semakin bermanfaat. Ilmu ini nantinya wajib saya tularkan kepada tim pendamping dan masyarakat,” tegasnya.

Meski harus membagi waktu antara tugas kepolisian, mengelola yayasan, dan menjadi mahasiswa, Pak Pur telah mengantongi izin dari pimpinan serta dukungan penuh dari timnya.

Bahkan, demi meningkatkan standar pelayanan sosial, ia mengajak istrinya juga berkuliah di Unesa dan berencana mendorong 30 anggota tim yayasan untuk turut mempelajari ilmu Psikologi.

Bagi Pak Pur, pendidikan bukan sekadar soal gelar, melainkan investasi kemanusiaan agar proses merawat dan memanusiakan kelompok rentan dapat dilakukan secara lebih bermakna dan profesional. (ahm)

Ikuti Kami Untuk mendapatkan Berita menarik MetroToday
Google News

Artikel Terkait

Pilihan Editor

Pilihan Editor

Terpopuler

Artikel Terbaru

Artikel Terkait