METROTODAY, ICHINOMIYA – Pebulutangkis muda Mohammad Zaki Ubaidillah tampil sebagai pahlawan setalah sukses memastikan medali emas perdana untuk Indonesia di arena Asian Games Aichi-Nagoya 2026, sekaligus mengakhiri penantian panjang selama 28 tahun di nomor beregu putra bulu tangkis.
Bertanding di Ichinomiya City Municipal Gymnasium, Aichi, Jepang, Kamis (24/9/2026), tim bulu tangkis beregu putra Indonesia membukukan kemenangan dramatis 3-2 atas China.
Hasil ini resmi menggagalkan ambisi tim Negeri Tirai Bambu untuk mengawinkan gelar, setelah sebelumnya mereka merebut emas di nomor beregu putri.
Kemenangan ini tak lepas dari mental baja Ubed, sapaan karib M Zaki Ubaidillah, yang tampil di partai terakhir saat kedudukan sudah imbang 2-2, setelah Alwi Farhan dan ganda Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin mampu membukukan kemenangan meyakinkan atas lawan lawannya.
Sebelumnya, Indonesia ketinggalan lebih dulu 2-0 setelah kekalahan beruntun tunggal pertama Jonatan Christie dan ganda Fajar Alfian/M Shohibul Fikri.
Ubed yang menjadi penentu nasib Merah Putih menampilkan permainan luar biasa untuk mengatasi tunggal muda China, Weng Hongyang.
Pebulutangkis kelahiran Sampang, Madura, ini tampil seakan tanpa beban dan mampu mengontrol jalannya laga. Meski sempat diwarnai ketegangan di awal laga, Ubed mampu menguasai keadaan.
Ia pun mampu menyelesaikan laga lewat pertarungan dua gim langsung 23-21 dan 21-13 dalam kurun waktu 45 menit.
Di sisi lain, Weng Hongyang justru tampil kurang tenang dan kerap melakukan kesalahan sendiri akibat tekanan tinggi di laga krusial tersebut.
“Pastinya sangat senang dan bangga, alhamdulillah bisa diberi kemenangan tanpa cedera. Sempat tegang di awal, tetapi saya terus meyakinkan diri untuk tetap tenang. Pelatih juga memberikan keyakinan penuh,” ungkap Ubed selepas pertandingan.
Ketenangan para pemain serta pantang menyerah menjadi kunci utama skuad Garuda yang mampu melakukan comeback spektakuler hingga membalikkan kedudukan menjadi 3-2.


