TAHUN Baru Islam, 1 Muharram 1448 H, mengingatkan kita pada makna besar hijrah. Hijrah bukan sekadar berpindah tempat, melainkan keberanian mengubah cara pandang, meninggalkan pola lama, dan menjemput tatanan baru yang lebih baik.
SETIAP 1 Juni, bangsa Indonesia kembali memperingati Hari Lahir Pancasila. Namun, sebagaimana banyak peristiwa besar dalam sejarah, pertanyaan tentang kapan sesungguhnya Pancasila lahir tidak pernah benar-benar selesai.
SETIAP kali Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) diperingati, bangsa ini kembali mengenang lahirnya Budi Utomo pada 20 Mei 1908. Organisasi itu lahir dari rahim kaum muda terpelajar STOVIA
DILEMA penyidik dalam perkara korupsi hari ini bukan sekadar soal tafsir hukum, tetapi benturan nyata antara tuntutan konstitusi dan keterbatasan kapasitas di lapangan.
KALIMAT yang diucapkan belum sepenuhnya tuntas. Tapi, air matanya sudah tumpah membasahi pipi. Ia tak bisa menahan tangis ketika mengingat peristiwa lampau, 20 tahun lalu.
SETIAP 1 Juni, bangsa Indonesia kembali memperingati Hari Lahir Pancasila. Namun, sebagaimana banyak peristiwa besar dalam sejarah, pertanyaan tentang kapan sesungguhnya Pancasila lahir tidak pernah benar-benar selesai.
SETIAP kali Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) diperingati, bangsa ini kembali mengenang lahirnya Budi Utomo pada 20 Mei 1908. Organisasi itu lahir dari rahim kaum muda terpelajar STOVIA
DILEMA penyidik dalam perkara korupsi hari ini bukan sekadar soal tafsir hukum, tetapi benturan nyata antara tuntutan konstitusi dan keterbatasan kapasitas di lapangan.
KALIMAT yang diucapkan belum sepenuhnya tuntas. Tapi, air matanya sudah tumpah membasahi pipi. Ia tak bisa menahan tangis ketika mengingat peristiwa lampau, 20 tahun lalu.
SETIAP tahun kita merayakan Hari Kartini dengan penuh semangat. Namun diam-diam, kita juga berisiko mengosongkannya dari makna. Ia hadir di mana-mana, tetapi justru semakin jauh dari pemikiran yang dahulu ia perjuangkan.
SETIAP tahun kita merayakan Hari Kartini dengan penuh semangat. Namun diam-diam, kita juga berisiko mengosongkannya dari makna. Ia hadir di mana-mana, tetapi justru semakin jauh dari pemikiran yang dahulu ia perjuangkan.
BAIT itu seperti mesin waktu. Begitu terdengar, kenangan langsung bergerak mundur ke masa silam. Bukan hanya ke suasana masjid yang lebih terang atau pasar yang lebih ramai, tetapi ke masa ketika Ramadan identik dengan bergumul di sekretariat, tikar gulung, dan diskusi yang tak kenal jam.
Tanpa skor UTBK, orang tua di Surabaya atau Jakarta dipaksa membeli kucing dalam karung. Mereka kehilangan alat ukur. Mereka tidak bisa membedakan sekolah yang benar-benar mendidik atau sekadar tempat penitipan anak dengan gedung bagus.
Simbol-simbol kesejahteraan ekonomi yang selama ini diyakini sebagai penopang hidup seperti pekerjaan tetap, kepemilikan aset, status kelas menengah dan stabilitas sosial, makin kehilangan daya lindungnya. Yang hari ini
HARI ini tanggal 2 Januari 2026, UU Nomor 1 Tahun 2023 (KUHP baru) dan revisi KUHAP baru mulai berlaku resmi. Ini mengkhawatirkan, karena salah satunya ada aturan baru terkait larangan Penghinaan terhadap Presiden, Wakil Presiden, atau lembaga negara.