Akal Sehat

Deep State dan Tugas Kampus Membaca Negara

PIDATO Presiden dalam Sarasehan Kebangsaan KSTI 2026 layak dibaca bukan sekadar sebagai peristiwa protokoler kenegaraan, melainkan sebagai panggilan untuk membaca ulang arah perjalanan bangsa.

State Capture dan Kebisuan Mimbar Akademik

SARASEHAN Kebangsaan KSTI 2026 yang berlangsung pada 26–28 Juni 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC) memberi pesan keras kepada dunia kampus. Forum yang menghadirkan sekitar 2.600 rektor, dekan,

Hijrah dari Subsidi Energi ke Subsidi Mobilitas

TAHUN Baru Islam, 1 Muharram 1448 H, mengingatkan kita pada makna besar hijrah. Hijrah bukan sekadar berpindah tempat, melainkan keberanian mengubah cara pandang, meninggalkan pola lama, dan menjemput tatanan baru yang lebih baik.

81 Tahun Pancasila: Dari Kolonialisme ke Algoritmisme

SETIAP 1 Juni, bangsa Indonesia kembali memperingati Hari Lahir Pancasila. Namun, sebagaimana banyak peristiwa besar dalam sejarah, pertanyaan tentang kapan sesungguhnya Pancasila lahir tidak pernah benar-benar selesai.

Refleksi Harkitnas: Bangkitlah dan Berdemolah, Mahasiswa!

SETIAP kali Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) diperingati, bangsa ini kembali mengenang lahirnya Budi Utomo pada 20 Mei 1908. Organisasi itu lahir dari rahim kaum muda terpelajar STOVIA

State Capture dan Kebisuan Mimbar Akademik

SARASEHAN Kebangsaan KSTI 2026 yang berlangsung pada 26–28 Juni 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC) memberi pesan keras kepada dunia kampus. Forum yang menghadirkan sekitar 2.600 rektor, dekan,

Hijrah dari Subsidi Energi ke Subsidi Mobilitas

TAHUN Baru Islam, 1 Muharram 1448 H, mengingatkan kita pada makna besar hijrah. Hijrah bukan sekadar berpindah tempat, melainkan keberanian mengubah cara pandang, meninggalkan pola lama, dan menjemput tatanan baru yang lebih baik.

81 Tahun Pancasila: Dari Kolonialisme ke Algoritmisme

SETIAP 1 Juni, bangsa Indonesia kembali memperingati Hari Lahir Pancasila. Namun, sebagaimana banyak peristiwa besar dalam sejarah, pertanyaan tentang kapan sesungguhnya Pancasila lahir tidak pernah benar-benar selesai.

Refleksi Harkitnas: Bangkitlah dan Berdemolah, Mahasiswa!

SETIAP kali Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) diperingati, bangsa ini kembali mengenang lahirnya Budi Utomo pada 20 Mei 1908. Organisasi itu lahir dari rahim kaum muda terpelajar STOVIA

Mengakhiri Sengkarut Siapa Sebenarnya Penafsir Kerugian Keuangan Negara Pasca...

DILEMA penyidik dalam perkara korupsi hari ini bukan sekadar soal tafsir hukum, tetapi benturan nyata antara tuntutan konstitusi dan keterbatasan kapasitas di lapangan.

Kelihaian Perempuan Mengubah Diam Menjadi Emas

KALIMAT yang diucapkan belum sepenuhnya tuntas. Tapi, air matanya sudah tumpah membasahi pipi. Ia tak bisa menahan tangis ketika mengingat peristiwa lampau, 20 tahun lalu.

Mengakhiri Sengkarut Siapa Sebenarnya Penafsir Kerugian Keuangan Negara Pasca Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 28/PUU-XXIV/2026

DILEMA penyidik dalam perkara korupsi hari ini bukan sekadar soal tafsir hukum, tetapi benturan nyata antara tuntutan konstitusi dan keterbatasan kapasitas di lapangan.

Kelihaian Perempuan Mengubah Diam Menjadi Emas

KALIMAT yang diucapkan belum sepenuhnya tuntas. Tapi, air matanya sudah tumpah membasahi pipi. Ia tak bisa menahan tangis ketika mengingat peristiwa lampau, 20 tahun lalu.

Refleksi Hari Kartini: Merayakan Kartini, Melupakan Gagasannya

SETIAP tahun kita merayakan Hari Kartini dengan penuh semangat. Namun diam-diam, kita juga berisiko mengosongkannya dari makna. Ia hadir di mana-mana, tetapi justru semakin jauh dari pemikiran yang dahulu ia perjuangkan.

Tangis Nabillah O’Brien dan Rasa Keadilan Hukum Digital

Kasus Nabillah seakan menunjukkan bahwa hukum gagal menunjukkan sikapnya yang fairness. Sebab, posisi Nabillah sebagai pelapor menjadi rentan.

Ramadan dan Jejak Aktivis: Merawat Nilai di Tengah Perubahan Peran

BAIT itu seperti mesin waktu. Begitu terdengar, kenangan langsung bergerak mundur ke masa silam. Bukan hanya ke suasana masjid yang lebih terang atau pasar yang lebih ramai, tetapi ke masa ketika Ramadan identik dengan bergumul di sekretariat, tikar gulung, dan diskusi yang tak kenal jam.

Matinya UTBK 1000: Ruang yang Gelap dan Pendidikan yang Tersesat

Tanpa skor UTBK, orang tua di Surabaya atau Jakarta dipaksa membeli kucing dalam karung. Mereka kehilangan alat ukur. Mereka tidak bisa membedakan sekolah yang benar-benar mendidik atau sekadar tempat penitipan anak dengan gedung bagus.

Terpopuler

Berita Terbaru