Tutup Saluran Jadi Langganan Banjir, Bangli di Belakang Pasar Bratang Surabaya Dibongkar

METROTODAY, SURABAYA – Tidak hanya menertibkan 21 bangunan liar di atas saluran air di belakang Pasar Bratang, Pemkot Surabaya juga memulihkan fungsi saluran yang tertimbun hampir 20 tahun guna mengurangi risiko banjir di kawasan tersebut.

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Asisten I) Surabaya, Achmad Zaini, menjelaskan penertiban dilakukan melalui tahapan sosialisasi dan peringatan bertahap terlebih dahulu.

“Sudah kami lakukan sosialisasi, kemudian peringatan pertama dan peringatan kedua. Setelah itu, kami lakukan penertiban,” kata Zaini, Rabu (23/9).

Dari 21 bangunan yang ditertibkan, sebagian digunakan sebagai lapak jualan makanan dan sebagian lainnya tempat penjualan burung. Sejumlah pemilik membongkar bangunannya secara mandiri dengan bantuan petugas Pemkot.

Zaini menargetkan seluruh proses penertiban selesai dalam satu pekan. Pedagang makanan yang terdampak akan diarahkan ke lokasi alternatif, yaitu sentra wisata kuliner di sekitar Kecamatan Gubeng.

“Kami minta satu minggu. Dalam waktu satu minggu ke depan kami harapkan saluran di bawah bangunan ini sudah bersih,” ujarnya.

Setelah bangunan dibongkar, Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) melanjutkan normalisasi saluran.

Diharapkan aliran air menjadi lancar kembali sehingga potensi banjir dan genangan di kawasan Bratang dapat berkurang, sekaligus aktivitas perdagangan di Pasar Bratang kembali hidup.

“Mudah-mudahan dengan penertiban ini saluran yang ada di bawah bangunan ini akan lancar, kemudian tidak ada banjir, tidak ada genangan, dan pedagang yang ada di pasar kembali menggeliat, pembeli akan masuk ke pasar,” terangnya.

Kepala Rayon Surabaya Selatan DSDABM, Bagus, menyebut normalisasi sudah dimulai sejak 20 September. Saluran lama yang tertimbun selama hampir dua puluh tahun itu memiliki kedalaman sekitar 70 sentimeter dan lebar satu meter.

METROTODAY, SURABAYA – Tidak hanya menertibkan 21 bangunan liar di atas saluran air di belakang Pasar Bratang, Pemkot Surabaya juga memulihkan fungsi saluran yang tertimbun hampir 20 tahun guna mengurangi risiko banjir di kawasan tersebut.

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Asisten I) Surabaya, Achmad Zaini, menjelaskan penertiban dilakukan melalui tahapan sosialisasi dan peringatan bertahap terlebih dahulu.

“Sudah kami lakukan sosialisasi, kemudian peringatan pertama dan peringatan kedua. Setelah itu, kami lakukan penertiban,” kata Zaini, Rabu (23/9).

Dari 21 bangunan yang ditertibkan, sebagian digunakan sebagai lapak jualan makanan dan sebagian lainnya tempat penjualan burung. Sejumlah pemilik membongkar bangunannya secara mandiri dengan bantuan petugas Pemkot.

Zaini menargetkan seluruh proses penertiban selesai dalam satu pekan. Pedagang makanan yang terdampak akan diarahkan ke lokasi alternatif, yaitu sentra wisata kuliner di sekitar Kecamatan Gubeng.

“Kami minta satu minggu. Dalam waktu satu minggu ke depan kami harapkan saluran di bawah bangunan ini sudah bersih,” ujarnya.

Setelah bangunan dibongkar, Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) melanjutkan normalisasi saluran.

Diharapkan aliran air menjadi lancar kembali sehingga potensi banjir dan genangan di kawasan Bratang dapat berkurang, sekaligus aktivitas perdagangan di Pasar Bratang kembali hidup.

“Mudah-mudahan dengan penertiban ini saluran yang ada di bawah bangunan ini akan lancar, kemudian tidak ada banjir, tidak ada genangan, dan pedagang yang ada di pasar kembali menggeliat, pembeli akan masuk ke pasar,” terangnya.

Kepala Rayon Surabaya Selatan DSDABM, Bagus, menyebut normalisasi sudah dimulai sejak 20 September. Saluran lama yang tertimbun selama hampir dua puluh tahun itu memiliki kedalaman sekitar 70 sentimeter dan lebar satu meter.

Ikuti Kami Untuk mendapatkan Berita menarik MetroToday
Google News

Artikel Terkait

Pilihan Editor

Pilihan Editor

Terpopuler

Artikel Terbaru

Artikel Terkait