17 March 2026, 18:40 PM WIB

Antisipasi Mudik Lebaran, RSUD dr. Soetomo Siagakan 7000 Nakes dan Pastikan Ketersediaan Obat dan Layanan IGD

spot_img

METROTODAY, SURABAYA – Jelang libur panjang Lebaran, RSUD dr. Soetomo Surabaya melakukan persiapan menyeluruh untuk mengantisipasi lonjakan jumlah pasien.

Berdasarkan data tahun lalu, penyakit yang paling sering meningkat saat periode ini bukan kecelakaan, melainkan kelainan darah, penyakit metabolik seperti diabetes dan hipertensi, gangguan elektrolit, serta gangguan gastrointestinal seperti diare dan muntah.

Direktur RSUD dr. Soetomo, Prof. Dr. Cita Rosita Sigit Prakoeswa, dr., Sp.DVE., Subsp.DAI., FINSDV., FAADV., MARS, menyatakan pihaknya telah mempersiapkan sumber daya manusia (SDM) dan sarana prasarana secara maksimal. Pihaknya menyiagakan 7.081 tenaga kesehatan dan petugas saat libur lebaran.

“Kami sudah bersiap menghadapi Lebaran dengan mempersiapkan sumber daya manusia yang berjaga selama Lebaran ada sekitar 7.000 tenaga kesehatan. Mulai dari dokter subspesialis, dokter spesialis, dokter yang berjaga onsite maupun on call, kemudian perawat hingga petugas lainnya sampai kasir,” ujar Prof. Cita, Senin (16/3).

Selain kesiapan SDM, RSUD dr. Soetomo juga memastikan ketersediaan sarana dan prasarana pendukung.

“Obat-obatan, ketersediaan darah, alat kesehatan, alat kedokteran, hingga sistem pelayanan sudah kami siapkan. Sistem rujukan terpadu juga tetap berjalan selama masa libur Lebaran,” tambahnya.

Berdasarkan data tahun lalu, terdapat sekitar 10 penyakit terbanyak yang dikeluhkan pasien selama libur Lebaran.

“Jadi sebenarnya kasus yang paling banyak bukan kecelakaan, tetapi lebih ke penyakit metabolik dan penyakit non-kecelakaan,” jelas Prof. Cita.

Kasus-kasus tersebut sebagian besar merupakan penyakit bawaan yang dipicu oleh perubahan pola hidup saat Lebaran.

“Misalnya penderita hipertensi yang mengonsumsi makanan terlalu asin, atau penderita diabetes yang makan makanan manis secara tidak terkontrol. Selain itu, ada juga kasus diare atau muntah yang dipicu makanan yang sudah kedaluwarsa atau tidak layak dikonsumsi,” paparnya.

Untuk mengantisipasi kebutuhan pasien penyakit kronis, RSUD dr. Soetomo telah melakukan langkah preventif.

“Kami sudah mengantisipasi sebelum masa libur dengan memastikan pasien mendapatkan obat yang cukup hingga setelah liburan. Namun jika di tengah libur mereka perlu mengambil obat, layanan tetap kami siapkan,” tutur Prof. Cita.

Lebih lanjut, ia menegaskan kesiapan Instalasi Gawat Darurat (IGD) untuk melayani kondisi darurat. “Apabila terjadi kondisi darurat, IGD kami juga siap melayani,” tegasnya.

Terkait ketersediaan tempat tidur, RSUD dr. Soetomo tidak melakukan pengurangan jumlah.

“Tidak ada pengurangan jumlah tempat tidur. Kami tetap menyiapkan 1.188 tempat tidur. Sebenarnya kapasitas itu masih bisa diperluas jika diperlukan, tetapi tentu kami berharap tidak sampai perlu melakukan penambahan,” pungkasnya. (ahm)

spot_img

METROTODAY, SURABAYA – Jelang libur panjang Lebaran, RSUD dr. Soetomo Surabaya melakukan persiapan menyeluruh untuk mengantisipasi lonjakan jumlah pasien.

Berdasarkan data tahun lalu, penyakit yang paling sering meningkat saat periode ini bukan kecelakaan, melainkan kelainan darah, penyakit metabolik seperti diabetes dan hipertensi, gangguan elektrolit, serta gangguan gastrointestinal seperti diare dan muntah.

Direktur RSUD dr. Soetomo, Prof. Dr. Cita Rosita Sigit Prakoeswa, dr., Sp.DVE., Subsp.DAI., FINSDV., FAADV., MARS, menyatakan pihaknya telah mempersiapkan sumber daya manusia (SDM) dan sarana prasarana secara maksimal. Pihaknya menyiagakan 7.081 tenaga kesehatan dan petugas saat libur lebaran.

“Kami sudah bersiap menghadapi Lebaran dengan mempersiapkan sumber daya manusia yang berjaga selama Lebaran ada sekitar 7.000 tenaga kesehatan. Mulai dari dokter subspesialis, dokter spesialis, dokter yang berjaga onsite maupun on call, kemudian perawat hingga petugas lainnya sampai kasir,” ujar Prof. Cita, Senin (16/3).

Selain kesiapan SDM, RSUD dr. Soetomo juga memastikan ketersediaan sarana dan prasarana pendukung.

“Obat-obatan, ketersediaan darah, alat kesehatan, alat kedokteran, hingga sistem pelayanan sudah kami siapkan. Sistem rujukan terpadu juga tetap berjalan selama masa libur Lebaran,” tambahnya.

Berdasarkan data tahun lalu, terdapat sekitar 10 penyakit terbanyak yang dikeluhkan pasien selama libur Lebaran.

“Jadi sebenarnya kasus yang paling banyak bukan kecelakaan, tetapi lebih ke penyakit metabolik dan penyakit non-kecelakaan,” jelas Prof. Cita.

Kasus-kasus tersebut sebagian besar merupakan penyakit bawaan yang dipicu oleh perubahan pola hidup saat Lebaran.

“Misalnya penderita hipertensi yang mengonsumsi makanan terlalu asin, atau penderita diabetes yang makan makanan manis secara tidak terkontrol. Selain itu, ada juga kasus diare atau muntah yang dipicu makanan yang sudah kedaluwarsa atau tidak layak dikonsumsi,” paparnya.

Untuk mengantisipasi kebutuhan pasien penyakit kronis, RSUD dr. Soetomo telah melakukan langkah preventif.

“Kami sudah mengantisipasi sebelum masa libur dengan memastikan pasien mendapatkan obat yang cukup hingga setelah liburan. Namun jika di tengah libur mereka perlu mengambil obat, layanan tetap kami siapkan,” tutur Prof. Cita.

Lebih lanjut, ia menegaskan kesiapan Instalasi Gawat Darurat (IGD) untuk melayani kondisi darurat. “Apabila terjadi kondisi darurat, IGD kami juga siap melayani,” tegasnya.

Terkait ketersediaan tempat tidur, RSUD dr. Soetomo tidak melakukan pengurangan jumlah.

“Tidak ada pengurangan jumlah tempat tidur. Kami tetap menyiapkan 1.188 tempat tidur. Sebenarnya kapasitas itu masih bisa diperluas jika diperlukan, tetapi tentu kami berharap tidak sampai perlu melakukan penambahan,” pungkasnya. (ahm)

Artikel Terkait

Pilihan Editor

Pilihan Editor

Terpopuler

Artikel Terbaru

Artikel Terkait