METROTODAY, PALU – Guncangan gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 6,7 melanda wilayah Kota Palu, Sulawesi Tengah, pada Selasa (16/6) pukul 10.27 WIB.
Kendati memicu kepanikan luar biasa hingga membuat warga dan pasien rumah sakit berhamburan menyelamatkan diri, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan aktivitas seismik ini tidak berpotensi memicu tsunami.
Berdasarkan data resmi BMKG, episentrum atau pusat gempa terletak pada koordinat 1,13 Lintang Selatan dan 120,23 Bujur Timur, atau tepatnya berlokasi di darat pada jarak 42 kilometer arah tenggara Kota Palu dengan kedalaman dangkal 10 kilometer.
Pengamat BMKG Stasiun Geofisika Kelas 1 Palu, Hendrik, menegaskan bahwa hasil pemodelan matematis menunjukkan tidak ada risiko gelombang pasang.
“Tidak ada potensi tsunami karena pusatnya berada di darat. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi ini merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas sesar aktif dengan pergerakan turun (normal fault),” jelas Hendrik di Palu, Selasa (16/6).
Hendrik juga mengimbau agar masyarakat tetap tenang dan tidak termakan oleh hoaks yang beredar di media sosial. Pasalnya, sesaat setelah gempa, sempat viral video yang menarasikan air laut di pantai Teluk Palu surut. BMKG memastikan fenomena tersebut tidak berkaitan dengan ancaman tsunami.
Kuatnya guncangan gempa membuat warga di Kota Palu, Kabupaten Sigi, Donggala, hingga Kabupaten Tojo Una-Una panik.
Kepanikan hebat salah satunya terjadi di Rumah Sakit (RS) Samaritan, Palu. Sejumlah pasien, keluarga, dan tenaga kesehatan bergegas keluar gedung menuju area terbuka.
Beberapa pasien yang tengah menjalani perawatan intensif terpaksa dievakuasi menggunakan kursi roda hingga tempat tidur ke halaman rumah sakit guna mengantisipasi adanya gempa susulan.
“Kami berlarian keluar karena guncangannya sangat terasa,” ujar Salam, salah satu warga yang berada di RS Samaritan saat peristiwa terjadi.
Petugas medis setempat langsung mengambil kendali untuk memastikan proses evakuasi berjalan tertib dan aman.
Dampak guncangan gempa dilaporkan menimbulkan kerusakan pada sejumlah fasilitas publik, gedung pemerintahan, hingga infrastruktur jalan di beberapa titik.

