Sebanyak 3.508 wisatawan mancanegara (wisman) atau turis asing memanfaatkan layanan kereta api selama periode Angkutan Lebaran 11–30 Maret 2026 di Wilayah Daop 8 Surabaya.
Kaki harus melangkah pulang, sementara hati masih ingin menetap. Seakan-akan ada bagian dari diri yang tertinggal di antara lantunan doa, di sela-sela salam kepada Rasulullah, atau mungkin di sudut Raudhah yang tak sempa
DI antara sekian banyak oleh-oleh yang dibawa pulang dari Tanah Suci, barangkali tidak ada yang lebih khas, lebih simbolik, dan lebih “sakral” dalam imajinasi jamaah selain air zamzam.
DI setiap perjalanan, selalu ada dua jenis oleh-oleh: yang terlihat dan yang terasa. Yang terlihat biasanya memenuhi koper, seperti kurma, cokelat, sajadah, tasbih, parfum, air zamzam, dan segala bentuk cendera mata yang secara fisik bisa disentuh, dibungkus, dibagikan, bahkan ditimbang di bandara.
Pasca lebaran Idul Fitri 1447 Hijriyah, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi bersama Wakil Wali Kota Armuji menggelar acara halalbihalal di halaman Balai Kota Surabaya pada Rabu (25/3).
Tulisan ini bukan sekadar refleksi spiritual, melainkan catatan perjalanan yang lahir di tengah waktu yang tak sepenuhnya hening. Kami menjejakkan kaki di Tanah Haram ketika kawasan Timur Tengah dipenuhi riuh perang
TIDAK semua perjalanan meninggalkan jejak yang kasat mata. Ada yang justru bekerja dalam diam, meresap perlahan ke dalam hati, lalu menggeser cara kita memandang hidup tanpa banyak kata.
Jika Makkah mengguncang kesadaran dengan keagungan tauhid, Madinah menenangkan jiwa dengan kelembutan cinta kepada Rasulullah Saw. Di titik ini, saya semakin memahami bahwa kecepatan peradaban modern tidak selalu sejalan
Wira Dharma Alrasyid, mahasiswa Universitas Airlangga (Unair) asal Aceh, memutuskan untuk tidak pulang ke rumah pada momen lebaran tahun ini, meskipun ini adalah tahun pertamanya berkuliah di Surabaya.