Imbangi Swiss lewat Gol Dramatis di Menit Akhir, Qatar Ukir Sejarah di Piala Dunia

METROTODAY, SANTAI CLARA – Timnas Qatar mengawali langkahnya di Piala Dunia 2026 dengan raihan satu poin. Mereka menahan imbang Swiss 1-1 pada laga grup B yang berlangsung di Levi’s Stadium, Santa Clara, California, Sabtu (13/6/2026) waktu setempat.

Itu adalah poin pertama yang berhasil diraih Qatar sepanjang sejarah keikutsertaan di Piala Dunia setelah gagal meraih satu angka pun pada edisi 2022.

Bermain di hadapan 67.966 penonton, Qatar sebenarnya tampil sebagai tim yang lebih banyak tertekan dan tidak pegang bola. Swiss mendominasi jalannya pertandingan dengan penguasaan bola mencapai sekitar 68 persen, melepaskan 26 tembakan, dan memperoleh 10 tendangan sudut. Namun, kokohnya pertahanan Qatar serta penampilan gemilang kiper Mahmoud Abunada membuat Swiss sulit membawa skor tersebut menjadi kemenangan.

Dilaporkan The Guardian Match Report, Swiss membuka keunggulan pada menit ke-17 melalui eksekusi penalti Breel Embolo. Wasit menunjuk titik putih setelah Remo Freuler dijatuhkan di dalam kotak penalti. Meski sempat ditinjau melalui VAR, keputusan tidak berubah. Embolo yang dipercaya sebagai algojo melaksanakan tugasnya dengan sempurna untuk membawa Rossocrociati unggul 1-0.

Keunggulan tersebut membuat Swiss semakin percaya diri mengendalikan permainan. Granit Xhaka dan rekan-rekannya terus menekan lini pertahanan Qatar melalui bermacam kombinasi serangan baik dari sisi sayap yang dimotori Dan Ndoye, maupun umpan terobosan. Di sisi lain, Qatar lebih banyak bertahan dan mengandalkan serangan balik cepat melalui Akraf Afif serta Edmilson Junior.

Salah satu keputusan menarik sebelum pertandingan adalah pelatih Julen Lopetegui yang mencadangkan Almoez Ali. Padahal, Almoez merupakan pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah tim nasional Qatar dan menjadi salah satu pemain paling berpengalaman di skuad. Keputusan tersebut sempat menuai tanda tanya. Tapi, Lopetegui memilih pendekatan yang lebih defensif untuk meredam kekuatan Swiss yang berada jauh lebih tinggi dalam peringkat FIFA.

Meski terus ditekan, Qatar tidak kehilangan semangat. Disiplin bertahan yang diperagakan Boualem Khoukhi dan kawan-kawan membuat Swiss frustasi. Bahkan, ketika peluang demi peluang tercipta, penyesalan akhir Swiss kerap gagal menemui sasaran mampu dimentahkan oleh Abunada yang tampil sebagai salah satu pemain terbaik dalam pertandingan tersebut.

Drama akhirnya terjadi saat pertandingan memasuki masa injury time. Ketika Swiss sudah mulai lengah dan merasa bakal menang, Qatar justru mencetak gol penyama kedudukan pada menit 90+4. Berawal dari umpan silang Homam Ahmed dari sisi kiri, kapten tim Boualem Khoukhi berhasil menyundul bola ke pojok gawang tanpa mampu dibendung Gregor Kobel. Seketika Stadion Levi’s langsung bergemuruh menyambut gol yang sangat bersejarah tersebut.

METROTODAY, SANTAI CLARA – Timnas Qatar mengawali langkahnya di Piala Dunia 2026 dengan raihan satu poin. Mereka menahan imbang Swiss 1-1 pada laga grup B yang berlangsung di Levi’s Stadium, Santa Clara, California, Sabtu (13/6/2026) waktu setempat.

Itu adalah poin pertama yang berhasil diraih Qatar sepanjang sejarah keikutsertaan di Piala Dunia setelah gagal meraih satu angka pun pada edisi 2022.

Bermain di hadapan 67.966 penonton, Qatar sebenarnya tampil sebagai tim yang lebih banyak tertekan dan tidak pegang bola. Swiss mendominasi jalannya pertandingan dengan penguasaan bola mencapai sekitar 68 persen, melepaskan 26 tembakan, dan memperoleh 10 tendangan sudut. Namun, kokohnya pertahanan Qatar serta penampilan gemilang kiper Mahmoud Abunada membuat Swiss sulit membawa skor tersebut menjadi kemenangan.

Dilaporkan The Guardian Match Report, Swiss membuka keunggulan pada menit ke-17 melalui eksekusi penalti Breel Embolo. Wasit menunjuk titik putih setelah Remo Freuler dijatuhkan di dalam kotak penalti. Meski sempat ditinjau melalui VAR, keputusan tidak berubah. Embolo yang dipercaya sebagai algojo melaksanakan tugasnya dengan sempurna untuk membawa Rossocrociati unggul 1-0.

Keunggulan tersebut membuat Swiss semakin percaya diri mengendalikan permainan. Granit Xhaka dan rekan-rekannya terus menekan lini pertahanan Qatar melalui bermacam kombinasi serangan baik dari sisi sayap yang dimotori Dan Ndoye, maupun umpan terobosan. Di sisi lain, Qatar lebih banyak bertahan dan mengandalkan serangan balik cepat melalui Akraf Afif serta Edmilson Junior.

Salah satu keputusan menarik sebelum pertandingan adalah pelatih Julen Lopetegui yang mencadangkan Almoez Ali. Padahal, Almoez merupakan pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah tim nasional Qatar dan menjadi salah satu pemain paling berpengalaman di skuad. Keputusan tersebut sempat menuai tanda tanya. Tapi, Lopetegui memilih pendekatan yang lebih defensif untuk meredam kekuatan Swiss yang berada jauh lebih tinggi dalam peringkat FIFA.

Meski terus ditekan, Qatar tidak kehilangan semangat. Disiplin bertahan yang diperagakan Boualem Khoukhi dan kawan-kawan membuat Swiss frustasi. Bahkan, ketika peluang demi peluang tercipta, penyesalan akhir Swiss kerap gagal menemui sasaran mampu dimentahkan oleh Abunada yang tampil sebagai salah satu pemain terbaik dalam pertandingan tersebut.

Drama akhirnya terjadi saat pertandingan memasuki masa injury time. Ketika Swiss sudah mulai lengah dan merasa bakal menang, Qatar justru mencetak gol penyama kedudukan pada menit 90+4. Berawal dari umpan silang Homam Ahmed dari sisi kiri, kapten tim Boualem Khoukhi berhasil menyundul bola ke pojok gawang tanpa mampu dibendung Gregor Kobel. Seketika Stadion Levi’s langsung bergemuruh menyambut gol yang sangat bersejarah tersebut.

Artikel Terkait

Pilihan Editor

Pilihan Editor

Terpopuler

Artikel Terbaru

Artikel Terkait