METROTODAY, SURABAYA – Pemkot Surabaya bersama PT KAI Daop 8 Surabaya bergerak cepat membersihkan tumpukan sampah yang menggunung di area perlintasan kereta api, tepatnya di belakang Pasar Turi. Lokasi pembuangan sampah ilegal ini selama ini tersembunyi karena tertutup pagar seng.
Penemuan ini bermula dari laporan warga yang masuk melalui layanan Hotline Lapor Cak Eri. Menindaklanjuti aduan tersebut, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi bersama Vice President PT KAI Daop 8 Surabaya Daniel J. Hutabarat turun langsung meninjau lokasi.
Wali Kota Eri menyampaikan lahan yang ditumpuki sampah itu merupakan milik PT KAI, sehingga pihaknya langsung berkoordinasi untuk melakukan penertiban dan pembersihan secara bersama-sama.
“Aku mendapatkan laporan ada sampah mengunung di belakang Pasar Turi. Ternyata tidak kelihatan dari jalan raya karena ketutupan seng, dan sampah segunung tadi masuk di tanahnya PT KAI. Jadi tadi saya koordinasi dengan KA Daop 8 untuk melakukan pengecekan bersama,” ujar Eri, Sabtu (19/8).

Ia menginstruksikan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) menerjunkan alat berat untuk pembersihan menyeluruh, namun menegaskan pengerjaan harus dilakukan dengan sangat hati-hati mengingat struktur tanah di jalur rel kereta api tidak boleh mengalami penurunan.
“Pembersihannya harus hati-hati karena tanah jalur perlintasan KA tidak boleh turun, tapi sampahnya harus diambil,” tegasnya.
Ke depannya, pengawasan kawasan serta penanganan bangunan liar di sepanjang jalur KA diserahkan kepada wewenang PT KAI Daop 8, dengan komitmen Pemkot siap mendukung personel maupun armada.
Eri juga mengingatkan warga yang menumpuk barang bekas di lokasi agar segera mengosongkan area tersebut. Ia pun berterima kasih kepada warga yang melapor sekaligus mengimbau seluruh warga menjaga kebersihan.
“Warga Surabaya, tolong jangan kemproh (jorok). Aku njaluk tolong maneh (minta tolong lagi) dan berterima kasih karena informasi yang diberikan, jadi aku tahu ada daerah seperti itu di Surabaya. Ayo dijaga, jangan sampai ada pencemaran lingkungan atau sarang penyakit karena tidak patuh membuang sampah pada tempatnya. Ayo kita jaga Surabaya baik-baik,” jelasnya.


