METROTODAY, SURABAYA – Sebuah rekaman video yang menampilkan seorang perempuan tertangkap tangan mengambil jajanan pasar tanpa membayar di kawasan Rungkut Barata, Surabaya. Video ini viral di media sosial dan memicu perbincangan luas.
Dalam rekaman tersebut, pelaku yang mengenakan baju berwarna merah muda, berhijab, dan berkacamata dengan memakai masker diduga berstatus seorang dosen yang diungkap oleh pedagang.
Wanita itu juga terlihat mengendarai mobil minibus berwarna putih serta menggunakan ponsel bermerek iPhone.
Perempuan berhijab tersebut awalnya terlihat berpura-pura memilih dagangan, namun diam-diam memasukkan beberapa kue hingga telur asin ke dalam kantong kain putih miliknya.
Pedagang tersebut mulai menaruh curiga setelah melihat gerakan tangan pelaku yang sengaja menyembunyikan kue di sela-sela barang bawaannya.
Saat ditegur langsung di tempat, perempuan tersebut akhirnya memberikan uang ganti rugi pembayaran sebesar Rp 50 ribu. Ia kemudian berjalan tenang meninggalkan lokasi menuju mobil pribadinya.
Pedagang pun mengancam akan menyebarkan foto serta identitas pelaku jika perbuatan serupa terulang di kemudian hari.
Bahkan, pedagang tersebut terdengar mengucap istighfar, lantaran kelakuan perempuan itu dinilai tidak sejalan dengan citra dirinya yang berhijab serta diduga sebagai akademisi.
Kejadian tersebut memancing beragam tanggapan warganet. Akun Instagram iwed_agungpribadi menyampaikan harapan agar peristiwa ini menjadi pelajaran dan tidak terulang, mengingat belum tentu perbuatan tersebut berkaitan dengan kemampuan ekonomi pelaku.
“Kita tidak tahu apakah ia sedang menderita sakit atau apa, tetapi setidaknya kita tetap dapat menjaga keluarganya. Kasihan jika hal ini viral dan anak-anaknya melihat,” tulisnya.
Sementara itu, akun raganinggeni menilai perbuatan tersebut tidak berkaitan dengan status ekonomi, melainkan kemungkinan memerlukan penanganan khusus.
“Penyakit ini, jadi gak ada hubungannya sama status ekonomi. Harus dibawa ke psikolog,” ungkapnya. (ahm)


