Ditinggal Orangtua Takziah, Dua Anak Terkunci di Kamar, Meninggal Terbakar di Simorejo Surabaya

METROTODAY, SURABAYA – Peristiwa kebakaran membawa duka mendalam bagi satu keluarga di Jalan Simorejo Gang 16 Nomor 6, Kelurahan Simomulyo, Kecamatan Sukomanunggal, Surabaya. Kejadian Minggu (13/9) sekitar pukul 15.30 WIB, dan merenggut nyawa dua anak kakak-beradik yang masih berusia belia.

Kabid Pemadaman Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Surabaya, M. Rokhim, menjelaskan kebakaran terjadi pada bangunan hunian permanen berlantai dua, dengan luas keseluruhan sekitar 12 kali 15 meter persegi.

Api hanya membakar satu ruang kamar tidur di lantai satu dengan luas sekitar 3 kali 3 meter persegi, namun dampaknya membuat dua anak meninggal dunia.

“Penyebab kebakaran sementara diduga akibat hubungan arus pendek listrik. Api berhasil dipadamkan dan kondisi lokasi dinyatakan aman serta kondusif pukul 16.30 WIB. Tidak ada korban luka, namun kami berduka cita, dua orang anak diketahui meninggal dunia di lokasi kejadian,” ungkap Rokhim.

Berdasarkan data yang dihimpun, rumah tersebut dihuni oleh satu keluarga yang terdiri dari empat orang. Moch. Kayis Khabibullah, 29 tahun, merupakan ayah dari korban yang bekerja sebagai karyawan swasta sedangkan istrinya, Laili Abhidatillah, 30.

Dua korban jiwa adalah anak kandung mereka yakni Kaffabihi Abdullah, 7, siswa Kelas 2 SDN Petemon 13, dan Khotibul Umam, 5, siswa TK Insanul Jannah. Kedua anak tersebut diketahui berada di dalam kamar saat kebakaran terjadi.

Kepala Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (LPMK) Simomulyo, Ikhwan, menceritakan kronologi kejadian. Warga sekitar pertama kali melihat kepulan asap keluar dari bagian atap rumah, lalu segera berteriak meminta bantuan. Petugas pemadam kebakaran tiba tak lama setelah laporan diterima.

“Kondisi saat kejadian, kedua anak itu memang berada di dalam kamar dan pintu dikunci dari luar. Orang tua mereka sedang pergi untuk takziah di lingkungan sekitar,” jelas Ikhwan.

Hingga pukul 17.00 WIB, kedua jenazah masih berada di lokasi. Proses evakuasi baru dapat dilakukan sekitar pukul 17.30 WIB, dan kemudian dibawa ke kamar jenazah Rumah Sakit Bhayangkara menggunakan dua unit ambulans yang disiapkan Dinas Sosial Kota Surabaya.

Dugaan sementara bahwa asap dan api muncul diduga akibat penggunaan atau pengisian daya perangkat telepon genggam yang ditinggal dalam kondisi menyala. Namun, hal ini masih menjadi bagian dari pemeriksaan lebih lanjut tim penyelidik.

METROTODAY, SURABAYA – Peristiwa kebakaran membawa duka mendalam bagi satu keluarga di Jalan Simorejo Gang 16 Nomor 6, Kelurahan Simomulyo, Kecamatan Sukomanunggal, Surabaya. Kejadian Minggu (13/9) sekitar pukul 15.30 WIB, dan merenggut nyawa dua anak kakak-beradik yang masih berusia belia.

Kabid Pemadaman Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Surabaya, M. Rokhim, menjelaskan kebakaran terjadi pada bangunan hunian permanen berlantai dua, dengan luas keseluruhan sekitar 12 kali 15 meter persegi.

Api hanya membakar satu ruang kamar tidur di lantai satu dengan luas sekitar 3 kali 3 meter persegi, namun dampaknya membuat dua anak meninggal dunia.

“Penyebab kebakaran sementara diduga akibat hubungan arus pendek listrik. Api berhasil dipadamkan dan kondisi lokasi dinyatakan aman serta kondusif pukul 16.30 WIB. Tidak ada korban luka, namun kami berduka cita, dua orang anak diketahui meninggal dunia di lokasi kejadian,” ungkap Rokhim.

Berdasarkan data yang dihimpun, rumah tersebut dihuni oleh satu keluarga yang terdiri dari empat orang. Moch. Kayis Khabibullah, 29 tahun, merupakan ayah dari korban yang bekerja sebagai karyawan swasta sedangkan istrinya, Laili Abhidatillah, 30.

Dua korban jiwa adalah anak kandung mereka yakni Kaffabihi Abdullah, 7, siswa Kelas 2 SDN Petemon 13, dan Khotibul Umam, 5, siswa TK Insanul Jannah. Kedua anak tersebut diketahui berada di dalam kamar saat kebakaran terjadi.

Kepala Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (LPMK) Simomulyo, Ikhwan, menceritakan kronologi kejadian. Warga sekitar pertama kali melihat kepulan asap keluar dari bagian atap rumah, lalu segera berteriak meminta bantuan. Petugas pemadam kebakaran tiba tak lama setelah laporan diterima.

“Kondisi saat kejadian, kedua anak itu memang berada di dalam kamar dan pintu dikunci dari luar. Orang tua mereka sedang pergi untuk takziah di lingkungan sekitar,” jelas Ikhwan.

Hingga pukul 17.00 WIB, kedua jenazah masih berada di lokasi. Proses evakuasi baru dapat dilakukan sekitar pukul 17.30 WIB, dan kemudian dibawa ke kamar jenazah Rumah Sakit Bhayangkara menggunakan dua unit ambulans yang disiapkan Dinas Sosial Kota Surabaya.

Dugaan sementara bahwa asap dan api muncul diduga akibat penggunaan atau pengisian daya perangkat telepon genggam yang ditinggal dalam kondisi menyala. Namun, hal ini masih menjadi bagian dari pemeriksaan lebih lanjut tim penyelidik.

Ikuti Kami Untuk mendapatkan Berita menarik MetroToday
Google News

Artikel Terkait

Pilihan Editor

Pilihan Editor

Terpopuler

Artikel Terbaru

Artikel Terkait