METROTODAY, SURABAYA – Sebuah unit derek (crane) yang digunakan dalam proyek penguatan lereng jalan tol Surabaya–Gempol terguling dari atas jembatan tol dan menimpa tiang listrik di Jalan HR Muhammad, Surabaya, Jumat (18/9). Insiden terjadi sekitar pukul 15.30 WIB, tepat saat jam pulang kerja.
Menindaklanjuti laporan tersebut, Tim Call 112 bersama dinas terkait segera bergerak ke lokasi pada pukul 16.36 WIB untuk mengatur arus kendaraan, mengurangi kemacetan, serta mengamankan dan mengevakuasi tiang listrik yang terdampak agar tidak membahayakan warga. Penanganan terus dilakukan hingga kondisi sepenuhnya kondusif.
Petugas Operasi RO 3 Jasa Marga Transjawa Tol, Muhammad Iqbal, menjelaskan crane tersebut digunakan untuk pemasangan paku bumi dalam rangka proyek penguatan lereng. Pihaknya memastikan tidak ada korban luka dalam peristiwa ini.
“Karena insiden ini terjadi pada jam pulang kerja, hal utama yang kami lakukan adalah memastikan bahwa tidak ada pekerja maupun pengendara yang terluka,” ujarnya.
Akibat kejadian tersebut, tiga ruas jalan di Jalan HR Muhammad sempat tertutup sepenuhnya.
Tim kemudian melakukan pemotongan bagian tiang penerangan jalan umum (PJU) yang roboh, sehingga dua dari tiga ruas jalan kini sudah dapat dilalui kendaraan.
“Tadinya tiga ruas jalan di HR Muhammad tertutup sepenuhnya oleh tiang PJU. Kemudian kami melakukan upaya pemotongan hingga akhirnya dua ruas dapat digunakan kendaraan,” ungkap Iqbal.
Saat ini Jasa Marga masih menunggu kedatangan ekskavator pendukung untuk mempercepat proses evakuasi sisa material dan alat yang terjatuh.
“Tapi karena sekarang kondisinya macet, kemungkinan sekitar 30 menit lagi baru sampai,” imbuhnya.
Penyebab pasti mengapa crane terguling masih dalam tahap evaluasi. Pihak Jasa Marga menyatakan saat ini fokus utama tertuju pada penanganan lokasi dan pemulihan akses jalan.
Masyarakat diimbau tetap waspada saat melintas di area perbaikan maupun kawasan proyek gedung tinggi. (ahm)


