METROTODAY, SURABAYA – Kepala Dinkominfo Kota Surabaya, Eddy Christijanto, menegaskan pengaduan masyarakat tidak boleh dipandang sekadar keluhan, melainkan menjadi alarm bagi pemerintah untuk mengukur kualitas pelayanan.
“Pengaduan masyarakat adalah alarm bagi pemerintah. Dari situ kita bisa melihat apakah pelayanan kita sudah tepat sasaran, apakah komunikasi kita kepada masyarakat sudah efektif, atau justru cara kita merespons pengaduan masih perlu diperbaiki,” kata Eddy, Sabtu (1/8).
Peluncuran Hotline Lapor Cak Eri pada 11 Mei 2026 membuktikan tingginya kebutuhan warga terhadap saluran pengaduan yang mudah diakses dan cepat diselesaikan.
Pada hari pertama saja, laporan yang masuk mencapai sekitar 370 aduan. Eddy menegaskan tingginya jumlah pengaduan bukan tanda buruk, melainkan cerminan kepercayaan masyarakat sekaligus sumber data nyata persoalan di lapangan.
“Bagi kami, semakin banyak pengaduan bukan berarti pelayanan pemerintah semakin buruk. Justru melalui pengaduan itu kami mengetahui persoalan nyata yang dihadapi masyarakat sehingga kebijakan yang diambil bisa lebih tepat sasaran,” ujarnya.
Berdasarkan data pengaduan sejak peluncuran hotline, persoalan parkir menduduki peringkat terbanyak, disusul soal drainase dan saluran, pendidikan, lingkungan hidup, serta sosial kemasyarakatan.
Jika dikelompokkan per perangkat daerah, laporan paling banyak ditujukan kepada Dinas Perhubungan, Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga, serta Dinas Lingkungan Hidup.
Pola laporan juga berbeda antar-kanal: Hotline Lapor Cak Eri didominasi aduan parkir, lalu lintas, dan pedagang kaki lima, sedangkan kanal Wargaku lebih banyak memuat keluhan jalan rusak, penerangan jalan umum, dan pemangkasan pohon.
Eddy menegaskan data tersebut menjadi dasar prioritas penanganan. Salah satunya pembenahan sektor perparkiran yang kini dievaluasi setiap hari berdasarkan data pengaduan, bukan asumsi.
Seluruh laporan juga dijamin mendapat respons maksimal dalam waktu 1 x 24 jam dengan pendekatan solutif, bukan sekadar balasan formal.

