Hasil Kajian Unesa: Kurikulum Kontekstual dan Penjaminan Mutu Kunci Sekolah Rakyat Berkelanjutan

METROTODAY, SURABAYA – Setelah beroperasi di berbagai daerah, program Sekolah Rakyat kini memasuki fase penguatan kualitas layanan pendidikan. Pengembangan kurikulum, peningkatan kompetensi guru, sistem pengasuhan, hingga perlindungan anak menjadi fokus utama agar manfaat program berkelanjutan.

Hal tersebut dibahas dalam pertemuan antara Kementerian Sosial (Kemensos) RI dan Universitas Negeri Surabaya (Unesa) di Gedung Rektorat Kampus II Lidah Wetan.

Sekretaris Jenderal Kemensos RI, Robben Riko, menegaskan kerja sama dengan perguruan tinggi harus menghasilkan perubahan nyata, tidak sekadar berhenti pada penandatanganan dokumen.

“Kami ingin kerja sama ini benar-benar menghasilkan dampak. Jangan hanya berhenti pada tanda tangan perjanjian, tetapi harus ada pelaksanaan yang jelas, termasuk pelatihan, pendampingan, dan evaluasi,” ujarnya, Sabtu (1/8).

Menurut Riko, perluasan akses pendidikan harus diimbangi peningkatan kualitas. Perguruan tinggi berperan penting memperkuat kapasitas guru, menyempurnakan kurikulum, serta menghadirkan rekomendasi berbasis riset yang dapat diterapkan langsung di lapangan.

Wakil Rektor Bidang Pendidikan, Kemahasiswaan, dan Alumni Unesa, Martadi, menyambut baik sinergi tersebut. Unesa sejak awal memosisikan Sekolah Rakyat sebagai upaya menghadirkan pendidikan inklusif dan berkualitas guna mendukung penanggulangan kemiskinan ekstrem.

“Sekolah Rakyat merupakan program strategis pemerintah sehingga perlu dikawal bersama. Unesa sejak awal mendukung penuh pelaksanaannya, termasuk memastikan program ini memberikan manfaat bagi masyarakat untuk mengentas kemiskinan ekstrem melalui pendidikan,” jelasnya.

Unesa juga memaparkan hasil kajian akademik terkait implementasi Sekolah Rakyat. Meskipun pengintegrasian pendidikan karakter telah berjalan baik, masih terdapat sejumlah aspek yang perlu diperkuat agar program semakin adaptif dan berkelanjutan.

Direktur Unesa Smart Sustainability Campus (USSC), Pradini Puspitaningayu, menjelaskan kajian merekomendasikan penguatan kurikulum yang lebih kontekstual, penerapan sistem multi-entry multi-exit, pengelolaan kehidupan asrama, perlindungan anak, dukungan kesehatan mental, hingga sistem penjaminan mutu sebagai fondasi pengembangan ke depan.

“Sekolah Rakyat membutuhkan penguatan aspek kurikulum yang adaptif sesuai konteks sosial peserta didik. Penguatan sistem penjaminan mutu, pelatihan sumber daya manusia, dan mekanisme perlindungan anak menjadi bagian penting dalam pengembangan ke depan,” jelasnya.

Pertemuan ini menegaskan bahwa keberhasilan Sekolah Rakyat tidak hanya ditentukan oleh jangkauan akses, melainkan mutu ekosistem pembelajarannya. Sinergi Kemensos dan Unesa diharapkan menjadikan program ini semakin bermutu dan berdampak luas bagi masyarakat. (ahm)

METROTODAY, SURABAYA – Setelah beroperasi di berbagai daerah, program Sekolah Rakyat kini memasuki fase penguatan kualitas layanan pendidikan. Pengembangan kurikulum, peningkatan kompetensi guru, sistem pengasuhan, hingga perlindungan anak menjadi fokus utama agar manfaat program berkelanjutan.

Hal tersebut dibahas dalam pertemuan antara Kementerian Sosial (Kemensos) RI dan Universitas Negeri Surabaya (Unesa) di Gedung Rektorat Kampus II Lidah Wetan.

Sekretaris Jenderal Kemensos RI, Robben Riko, menegaskan kerja sama dengan perguruan tinggi harus menghasilkan perubahan nyata, tidak sekadar berhenti pada penandatanganan dokumen.

“Kami ingin kerja sama ini benar-benar menghasilkan dampak. Jangan hanya berhenti pada tanda tangan perjanjian, tetapi harus ada pelaksanaan yang jelas, termasuk pelatihan, pendampingan, dan evaluasi,” ujarnya, Sabtu (1/8).

Menurut Riko, perluasan akses pendidikan harus diimbangi peningkatan kualitas. Perguruan tinggi berperan penting memperkuat kapasitas guru, menyempurnakan kurikulum, serta menghadirkan rekomendasi berbasis riset yang dapat diterapkan langsung di lapangan.

Wakil Rektor Bidang Pendidikan, Kemahasiswaan, dan Alumni Unesa, Martadi, menyambut baik sinergi tersebut. Unesa sejak awal memosisikan Sekolah Rakyat sebagai upaya menghadirkan pendidikan inklusif dan berkualitas guna mendukung penanggulangan kemiskinan ekstrem.

“Sekolah Rakyat merupakan program strategis pemerintah sehingga perlu dikawal bersama. Unesa sejak awal mendukung penuh pelaksanaannya, termasuk memastikan program ini memberikan manfaat bagi masyarakat untuk mengentas kemiskinan ekstrem melalui pendidikan,” jelasnya.

Unesa juga memaparkan hasil kajian akademik terkait implementasi Sekolah Rakyat. Meskipun pengintegrasian pendidikan karakter telah berjalan baik, masih terdapat sejumlah aspek yang perlu diperkuat agar program semakin adaptif dan berkelanjutan.

Direktur Unesa Smart Sustainability Campus (USSC), Pradini Puspitaningayu, menjelaskan kajian merekomendasikan penguatan kurikulum yang lebih kontekstual, penerapan sistem multi-entry multi-exit, pengelolaan kehidupan asrama, perlindungan anak, dukungan kesehatan mental, hingga sistem penjaminan mutu sebagai fondasi pengembangan ke depan.

“Sekolah Rakyat membutuhkan penguatan aspek kurikulum yang adaptif sesuai konteks sosial peserta didik. Penguatan sistem penjaminan mutu, pelatihan sumber daya manusia, dan mekanisme perlindungan anak menjadi bagian penting dalam pengembangan ke depan,” jelasnya.

Pertemuan ini menegaskan bahwa keberhasilan Sekolah Rakyat tidak hanya ditentukan oleh jangkauan akses, melainkan mutu ekosistem pembelajarannya. Sinergi Kemensos dan Unesa diharapkan menjadikan program ini semakin bermutu dan berdampak luas bagi masyarakat. (ahm)

Artikel Terkait

Pilihan Editor

Pilihan Editor

Terpopuler

Artikel Terbaru

Artikel Terkait