METROTODAY, SURABAYA – Pemerintah Kota Surabaya kembali membuka peluang luas bagi warga yang mencari pekerjaan melalui kegiatan Mini Job Fair Surabaya Siap Kerjo.
Kegiatan ini digelar di Lantai Basement Surabaya Urban Creative HUB (SUCH), bekas Hi‑Tech Mall, Rabu (16/9) dan berlangsung selama dua hari hingga Kamis (17/9).
Bursa kerja ini menghadirkan 14 perusahaan yang menawarkan total 450 lowongan untuk 76 jenis jabatan berbeda. Hingga saat ini, sudah tercatat sekitar 1.600 orang pelamar yang mendaftar melalui aplikasi ASSiK.
Selain peluang kerja di dalam negeri, warga juga diperkenalkan pada kesempatan bekerja ke luar negeri melalui kehadiran Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Jawa Timur, yang membuka akses terhadap sekitar 1.700 posisi pekerjaan di luar negeri.
Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Asisten I) Kota Surabaya, Achmad Zaini, menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan sekadar tempat bertemu pencari kerja dan perusahaan, melainkan upaya nyata memastikan warga memiliki akses seluas‑luasnya terhadap lapangan kerja sekaligus peningkatan kemampuan diri.
“Ini merupakan kesempatan yang berharga bagi kita semua. Ada 450 peluang kerja yang tersedia, serta 1.700 peluang bagi pekerja luar negeri. Mari kita manfaatkan seluruh peluang ini bagi rekan‑rekan yang ada di Kota Surabaya,” kata Zaini, Rabu (16/9).
Ia juga mengingatkan bahwa jika masih merasa belum siap atau kurang memiliki keterampilan yang dibutuhkan, warga bisa langsung memanfaatkan layanan pelatihan yang disediakan pemerintah kota maupun provinsi.
Pemkot juga berkomitmen terus mendukung dunia usaha agar tetap tumbuh dan mampu menyerap tenaga kerja lebih banyak lagi.
“Manfaatkan kesempatan ini. Kalau masih merasa kurang keterampilan, bisa langsung datang ke Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Kota Surabaya maupun Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Jawa Timur. Tingkatkan keterampilan dan kemampuan,” ujarnya.
Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Kota Surabaya, Agus Hebby Djuniantoro, menjelaskan bahwa kegiatan ini dirancang khusus agar tepat sasaran, terutama bagi warga dari keluarga miskin dan pra‑miskin yang menjadi prioritas utama.
Sebelum mengikuti bursa kerja, mereka sudah dibekali pelatihan mulai dari cara membuat surat lamaran, menghadapi wawancara, hingga persiapan mental masuk dunia kerja.
“Mereka sudah kami latih bagaimana cara melamar pekerjaan, bagaimana menghadapi wawancara, hingga persiapan memasuki dunia kerja. Kami ingin warga dari keluarga miskin dan pramiskin memiliki bekal yang cukup sehingga bisa bersaing dengan pelamar lainnya,” kata Hebby.
Dari data yang dimiliki Disperinaker, tercatat ada sekitar 2.400 warga dari kelompok tersebut yang membutuhkan pekerjaan. Pemkot menargetkan seluruhnya dapat terserap ke dalam dunia kerja melalui berbagai jalur, termasuk kerja sama dengan pihak provinsi maupun BP3MI.
“Sasaran utama kami adalah sekitar 2.400 warga tersebut. Kalau bisa, semuanya bekerja. Tidak hanya sebagian. Caranya melalui koordinasi dengan berbagai pihak, termasuk Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan BP3MI bagi mereka yang ingin bekerja ke luar negeri,” ujarnya.
Hebby menekankan bahwa peluang kerja ke luar negeri juga sangat terbuka lebar, namun warga wajib memastikan berangkat melalui jalur resmi dan terdaftar agar mendapat perlindungan hukum serta jaminan keselamatan.
Di lokasi bursa kerja, BP3MI sudah menyiapkan stan khusus untuk memberikan informasi lengkap mulai dari syarat, prosedur, hingga hak‑hak yang akan didapatkan calon pekerja migran.
“Masih banyak peluang yang belum dimanfaatkan warga Surabaya untuk menjadi pekerja migran Indonesia. Silakan mencari informasi melalui BP3MI supaya memahami persyaratan, proses, dan perlindungannya,” katanya.
Penting juga disampaikan bahwa kegiatan ini terbuka untuk semua kalangan, tidak dibatasi hanya kelompok tertentu.
Selain itu, Pemkot juga mendorong jalur magang sebagai jembatan yang baik: di mana pencari kerja bisa belajar langsung di tempat kerja, sementara perusahaan dapat menilai kemampuan sebelum merekrut secara tetap.
“Magang menjadi salah satu cara yang baik untuk mempertemukan calon tenaga kerja dengan perusahaan. Perusahaan bisa melihat kemampuan dan kecocokan calon pekerja sebelum melakukan perekrutan,” ujarnya.
Kegiatan Mini Job Fair ini juga menjadi salah satu langkah untuk kembali menghidupkan aktivitas ekonomi dan masyarakat di kawasan Surabaya Urban Creative HUB.
Berlangsung pukul 08.00 hingga 16.00 WIB, Hebby berharap pertemuan langsung ini menghasilkan kecocokan yang tepat: kebutuhan perusahaan terpenuhi, dan warga Surabaya mendapatkan pekerjaan yang layak.
“Kami berharap para pelamar dan pelaku usaha bisa saling menemukan kecocokan, sehingga kebutuhan tenaga kerja dan pencari kerja dapat bertemu dengan baik,” pungkasnya. (ahm)


