METROTODAY, SIDOARJO – Ada oleh-oleh menarik yang dibawa peserta diskusi Kopilaborasi membahas potensi lapangan bola di desa yang berlangsung di Teras Manazela, Sukodono, Sidoarjo, Rabu malam (29/4).
Diskominfo Sidoarjo menjanjikan akan menyalurkan internet highspeed untuk lapangan-lapangan desa yang mayoritas sudah berbenah dan siap untuk dibranding ke luar wilayah.
Tentu saja, hal tersebut disambut gembira oleh para peserta diskusi. Jangan heran apabila oleh-oleh itu kian membuat para pegiat sepakbola di Sidoarjo kian bersemangat kendati hujan deras mengguyur di tengah diskusi.
“Coba nanti teman-teman membuat permohonan dari kepala desa agar diteruskan ke diskominfo untuk penyambungan internet high speed,” kata Kepala Diskominfo Sidoarjo, Eri Sudewo, dalam diskusi Kopilaborasi yang digagas DPRD Sidoarjo, Diskominfo dan Forwas tersebut.

Disampaikan Eri, Internet High Speed tersebut sebenarnya sudah tersambung ke beberapa desa di Sukodono. Namun diakui belum seluruhnya. Sebab, anggaran pengadaannya terbatas.
“Nanti kalau Mas Wawan (Sullamul Hadi Nurmawan, Sekretaris Komisi B DPRD Sidoarjo, Red) bisa mengupayakan anggaran melalui perubahan APBD akan sangat menarik,” katanya.
Internet High Speed itu, lanjut Eri, bisa dihubungkan dengan public space -public space yang ada di desa. Lapangan bola desa adalah bentuk public space itu sendiri.
Dengan tersambung internet, kata dia, potensi lapangan desa untuk dikenal sekaligus menjadi ikon pengungkit ekonomi desa bisa semakin muncul. Hal tersebut akan menjadi daya pikat tersendiri bagi warga desa maupun luar daerah.
Misalnya, ketika ada kegiatan yang berlangsung di lapangan desa, bisa dilakukan live report via YouTube. Tentu hal ini bisa menjadi kebanggaan bagi warga sekaligus mengenalkan potensi desa.

“Setidaknya, aktivitas desanya bisa terhubung secara global melalui sambungan internet. Ini menjadi potensi tersendiri,” ungkapnya.
Eri yakin kreativitas lain akan terus bermunculan. Sebab, internet menjadi jendela dunia. Misalnya pegiat sepakbola desa mengikuti tren-tren kegiatan bola yang berlangsung di berbagai negara.
Sebaliknya jika ada pihak dari luar wilayah yang ingin memanfaatkan potensi lapangan desa tentu akan menjadi potensi pengembangan desa.
Mas Wawan –sapaan karib Sullamul Jadi Nurmawan- berharap pada pegiat bola desa menangkap peluang itu sebaik-baiknya. “Segera respons semua ini dengan positif,” ungkap politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) tersebut.
Bahkan dalam diskusi itu juga muncul obrolan dan seruan bahwa jika terhubung dengan internet highspeed maka aktivitas bola harus semakin maju. Bukan sebaliknya hanya menjadi sarana bermain game online atau yang lebih tidak produktif.
Mas Wawan mengakui bahwa Kopilaborasi ini menjadi jembatan bagi warga dan pemerintah untuk menangkap hal-hal baik terkait pembangunan desa. Salah satunya termasuk sambungan internet highspeed. (red/mt)

