Pacu Kreativitas Pemuda Desa, Kadiskominfo Sidoarjo Janjikan Internet High Speed untuk Branding Lapangan Bola

“Nanti kalau Mas Wawan (Sullamul Hadi Nurmawan, Sekretaris Komisi B DPRD Sidoarjo, Red) bisa mengupayakan anggaran melalui perubahan APBD akan sangat menarik,” katanya.

Internet High Speed itu, lanjut Eri, bisa dihubungkan dengan public space -public space yang ada di desa. Lapangan bola desa adalah bentuk public space itu sendiri.

Dengan tersambung internet, kata dia, potensi lapangan desa untuk dikenal sekaligus menjadi ikon pengungkit ekonomi desa bisa semakin muncul. Hal tersebut akan menjadi daya pikat tersendiri bagi warga desa maupun luar daerah.

Misalnya, ketika ada kegiatan yang berlangsung di lapangan desa, bisa dilakukan live report via YouTube. Tentu hal ini bisa menjadi kebanggaan bagi warga sekaligus mengenalkan potensi desa.

IMG-20260430-WA0025
Para peserta dan narasumber berfoto bersama usai diskusi Kopilaborasi. (Foto: Dite Surendra/METROTODAY)

“Setidaknya, aktivitas desanya bisa terhubung secara global melalui sambungan internet. Ini menjadi potensi tersendiri,” ungkapnya.

Eri yakin kreativitas lain akan terus bermunculan. Sebab, internet menjadi jendela dunia. Misalnya pegiat sepakbola desa mengikuti tren-tren kegiatan bola yang berlangsung di berbagai negara.

“Nanti kalau Mas Wawan (Sullamul Hadi Nurmawan, Sekretaris Komisi B DPRD Sidoarjo, Red) bisa mengupayakan anggaran melalui perubahan APBD akan sangat menarik,” katanya.

Internet High Speed itu, lanjut Eri, bisa dihubungkan dengan public space -public space yang ada di desa. Lapangan bola desa adalah bentuk public space itu sendiri.

Dengan tersambung internet, kata dia, potensi lapangan desa untuk dikenal sekaligus menjadi ikon pengungkit ekonomi desa bisa semakin muncul. Hal tersebut akan menjadi daya pikat tersendiri bagi warga desa maupun luar daerah.

Misalnya, ketika ada kegiatan yang berlangsung di lapangan desa, bisa dilakukan live report via YouTube. Tentu hal ini bisa menjadi kebanggaan bagi warga sekaligus mengenalkan potensi desa.

IMG-20260430-WA0025
Para peserta dan narasumber berfoto bersama usai diskusi Kopilaborasi. (Foto: Dite Surendra/METROTODAY)

“Setidaknya, aktivitas desanya bisa terhubung secara global melalui sambungan internet. Ini menjadi potensi tersendiri,” ungkapnya.

Eri yakin kreativitas lain akan terus bermunculan. Sebab, internet menjadi jendela dunia. Misalnya pegiat sepakbola desa mengikuti tren-tren kegiatan bola yang berlangsung di berbagai negara.

Artikel Terkait

Pilihan Editor

Pilihan Editor

Terpopuler

Artikel Terbaru

Artikel Terkait