Sengkarut Imigrasi AS di Piala Dunia 2026: Wasit Terbaik Afrika Ditolak Masuk, Striker Irak Diinterogasi

METROTODAY, WASHINGTON DC – Di tengah kemeriahan Piala Dunia 2026 yang dihelat di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko, muncul kritik tajam terhadap sistem imigrasi di Amerika. Sejumlah insiden yang melibatkan ofisial, pemain, hingga pejabat negara memuncukan pertanyaan mengenai kesiapan negara tersebut dalam menyambut ajang olahraga terbesar di dunia.

Dikabarkan The Washington Post, kasus yang paling panas adalah penolakan masuk terhadap penyandang gelar Wasit Terbaik Afrika, Omar Abdulkadir Artan. Pria berusia 34 tahun itu sebelumnya telah didaftarkan resmi FIFA Piala Dunia 2026 dan dijadwalkan menjadi wasit pertama asal Somalia yang memimpin pertandingan di putaran final Piala Dunia.

Namun, setibanya di Bandara Internasional Miami pada 7 Juni lalu, ia diatahan untuk pemeriksaan dan interogasi lanjutan sebelum akhirnya ditolak masuk ke Amerika Serikat.

Otoritas Bea Cukai dan Perlindungan Perbatasan Amerika Serikat (CBP) menyatakan Artan tidak memenuhi syarat masuk setelah proses pemeriksaan ketat. Pihak imigrasi AS menyebut keputusan tersebut diambil berdasarkan hasil proses vetting atau penyaringan keamanan. Meski begitu, pihaknya tidak menjelaskan secara terperinci alasannya.

FIFA kemudian mengonfirmasi bahwa Omar Artan tidak dapat bertugas sepanjang Piala Dunia 2026. Keputusan tersebut memicu kritik luas karena Artan merupakan peraih penghargaan Wasit Terbaik Afrika 2025 versi Konfederasi Sepak Bola Afrika (CAF) dan dianggap sebagai salah satu ofisial terbaik di dunia.

Pemerintah Somalia bereaksi keras terhadap insiden yang menimpa warga negaranya tersebut. Kementerian Pemuda dan Olahraga Somalia menyebut kejadian itu sebagai situasi yang sangat rancu dan memalukan.

METROTODAY, WASHINGTON DC – Di tengah kemeriahan Piala Dunia 2026 yang dihelat di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko, muncul kritik tajam terhadap sistem imigrasi di Amerika. Sejumlah insiden yang melibatkan ofisial, pemain, hingga pejabat negara memuncukan pertanyaan mengenai kesiapan negara tersebut dalam menyambut ajang olahraga terbesar di dunia.

Dikabarkan The Washington Post, kasus yang paling panas adalah penolakan masuk terhadap penyandang gelar Wasit Terbaik Afrika, Omar Abdulkadir Artan. Pria berusia 34 tahun itu sebelumnya telah didaftarkan resmi FIFA Piala Dunia 2026 dan dijadwalkan menjadi wasit pertama asal Somalia yang memimpin pertandingan di putaran final Piala Dunia.

Namun, setibanya di Bandara Internasional Miami pada 7 Juni lalu, ia diatahan untuk pemeriksaan dan interogasi lanjutan sebelum akhirnya ditolak masuk ke Amerika Serikat.

Otoritas Bea Cukai dan Perlindungan Perbatasan Amerika Serikat (CBP) menyatakan Artan tidak memenuhi syarat masuk setelah proses pemeriksaan ketat. Pihak imigrasi AS menyebut keputusan tersebut diambil berdasarkan hasil proses vetting atau penyaringan keamanan. Meski begitu, pihaknya tidak menjelaskan secara terperinci alasannya.

FIFA kemudian mengonfirmasi bahwa Omar Artan tidak dapat bertugas sepanjang Piala Dunia 2026. Keputusan tersebut memicu kritik luas karena Artan merupakan peraih penghargaan Wasit Terbaik Afrika 2025 versi Konfederasi Sepak Bola Afrika (CAF) dan dianggap sebagai salah satu ofisial terbaik di dunia.

Pemerintah Somalia bereaksi keras terhadap insiden yang menimpa warga negaranya tersebut. Kementerian Pemuda dan Olahraga Somalia menyebut kejadian itu sebagai situasi yang sangat rancu dan memalukan.

Artikel Terkait

Pilihan Editor

Pilihan Editor

Terpopuler

Artikel Terbaru

Artikel Terkait