METROTODAY, SURABAYA – Seorang mahasiswi Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) salah satu universitas di Surabaya melahirkan secara mandiri di kamar kosnya di Jalan Gubeng Kertajaya IX E.
Bayi yang baru saja dilahirkan itu dilaporkan meninggal dunia (MD) setelah sang ibu ditemukan pingsan oleh warga dan anak pemilik kos pada Rabu (5/8).
Peristiwa terkuak setelah sekitar pukul 08.00 WIB terdengar suara tangisan bayi dari dalam kamar.
Saat warga dan pihak pengelola kos mengecek, sang ibu sudah tidak sadarkan diri.
Di lokasi kejadian, garis polisi masih terpasang mengelilingi area kamar kos saat dilakukan pemeriksaan awal.
Rumah kos di Jalan Gubeng Kertajaya Surabaya yang digunakan mahasiswi melahirkan seorang bayi terlihat tertutup. (Foto: Istimewa)
Kasat Reskrim PPA-PPO Polrestabes Surabaya, Kompol Melatisari, mengatakan kasus ini kini resmi masuk tahap penyelidikan berdasarkan laporan polisi yang diterima pihaknya.
“Proses masih berjalan dan kami baru menerima laporan polisinya Kamis,” ujar Melatisari, Minggu (9/8).
Hingga saat ini, penyidik belum dapat memeriksa terduga ibu bayi. Mahasiswi yang diketahui duduk di semester akhir tersebut masih menjalani perawatan medis dan kondisinya belum membaik. Penyidik memilih menunggu pemulihan kesehatannya sebelum mengambil keterangan resmi.
“Sementara ibu bayi masih belum dimintai keterangan, jadi kami masih menunggu,” jelasnya.
Pihak kepolisian juga masih mendalami penyebab utama kematian bayi. Koordinasi telah dilakukan dengan tim medis guna melakukan pemeriksaan otopsi jenazah.
“Kami juga masih menunggu dokumen resmi hasil otopsi dari tim forensik, untuk mengetahui ada tidaknya unsur tindak pidana,” pungkasnya. (ahm)
METROTODAY, SURABAYA – Seorang mahasiswi Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) salah satu universitas di Surabaya melahirkan secara mandiri di kamar kosnya di Jalan Gubeng Kertajaya IX E.
Bayi yang baru saja dilahirkan itu dilaporkan meninggal dunia (MD) setelah sang ibu ditemukan pingsan oleh warga dan anak pemilik kos pada Rabu (5/8).
Peristiwa terkuak setelah sekitar pukul 08.00 WIB terdengar suara tangisan bayi dari dalam kamar.
Saat warga dan pihak pengelola kos mengecek, sang ibu sudah tidak sadarkan diri.
Di lokasi kejadian, garis polisi masih terpasang mengelilingi area kamar kos saat dilakukan pemeriksaan awal.
Rumah kos di Jalan Gubeng Kertajaya Surabaya yang digunakan mahasiswi melahirkan seorang bayi terlihat tertutup. (Foto: Istimewa)
Kasat Reskrim PPA-PPO Polrestabes Surabaya, Kompol Melatisari, mengatakan kasus ini kini resmi masuk tahap penyelidikan berdasarkan laporan polisi yang diterima pihaknya.
“Proses masih berjalan dan kami baru menerima laporan polisinya Kamis,” ujar Melatisari, Minggu (9/8).
Hingga saat ini, penyidik belum dapat memeriksa terduga ibu bayi. Mahasiswi yang diketahui duduk di semester akhir tersebut masih menjalani perawatan medis dan kondisinya belum membaik. Penyidik memilih menunggu pemulihan kesehatannya sebelum mengambil keterangan resmi.
“Sementara ibu bayi masih belum dimintai keterangan, jadi kami masih menunggu,” jelasnya.
Pihak kepolisian juga masih mendalami penyebab utama kematian bayi. Koordinasi telah dilakukan dengan tim medis guna melakukan pemeriksaan otopsi jenazah.
“Kami juga masih menunggu dokumen resmi hasil otopsi dari tim forensik, untuk mengetahui ada tidaknya unsur tindak pidana,” pungkasnya. (ahm)