Ada yang menekan terlalu pelan, ada yang terlalu bersemangat, namun tak ada yang kecewa. Kekeliruan justru menjadi bahan belajar dan tawa bersama.
Puncak kegembiraan pecah saat proses nglorot atau pelepasan lilin. Begitu motif asli mulai terlihat, sorak kegembiraan langsung memenuhi ruangan.
“Paling seneng pas nampak gambarnya keluar,” tutur Alea, salah satu peserta.
Sementara itu, Lilik Anani, salah satu orang tua peserta, menilai kegiatan ini sangat berharga untuk menjaga warisan budaya di tengah gempuran gawai.
“Sangat bermanfaat karena mengajak anak-anak kembali ke budaya batik. Di era sekarang, anak-anak rawan lupa dengan warisan budaya kalau tidak dikenalkan secara langsung,” ungkapnya.
Helai kain yang motifnya belum sempurna warnanya pun menjadi bukti nyata: Gang Dolly kini bukan lagi sekadar catatan sejarah, melainkan tempat di mana tangan-tangan kecil sedang merangkai asa dan masa depan lewat karya. (ahm)
Ada yang menekan terlalu pelan, ada yang terlalu bersemangat, namun tak ada yang kecewa. Kekeliruan justru menjadi bahan belajar dan tawa bersama.
Puncak kegembiraan pecah saat proses nglorot atau pelepasan lilin. Begitu motif asli mulai terlihat, sorak kegembiraan langsung memenuhi ruangan.
“Paling seneng pas nampak gambarnya keluar,” tutur Alea, salah satu peserta.
Sementara itu, Lilik Anani, salah satu orang tua peserta, menilai kegiatan ini sangat berharga untuk menjaga warisan budaya di tengah gempuran gawai.
“Sangat bermanfaat karena mengajak anak-anak kembali ke budaya batik. Di era sekarang, anak-anak rawan lupa dengan warisan budaya kalau tidak dikenalkan secara langsung,” ungkapnya.
Helai kain yang motifnya belum sempurna warnanya pun menjadi bukti nyata: Gang Dolly kini bukan lagi sekadar catatan sejarah, melainkan tempat di mana tangan-tangan kecil sedang merangkai asa dan masa depan lewat karya. (ahm)