METROTODAY, SURABAYA – Insiden hilang kontak hingga tenggelamnya KM Virgo Transport 8 yang melayani rute Surabaya–Banjarmasin kini terus ditangani secara menyeluruh.
Pemerintah bersama berbagai unsur terkait menyiagakan Posko Terpadu di Terminal Penumpang Gapura Surya Nusantara (GSN), Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, beroperasi 24 jam untuk menjadi pusat informasi, koordinasi, serta pelayanan bagi keluarga korban dan penumpang.
Kapal yang berangkat dari Surabaya tersebut tercatat mengangkut 243 orang. Hingga saat ini, tim pencarian dan penyelamatan telah berhasil menemukan 114 orang.
Dari jumlah itu, 108 orang dinyatakan selamat, sedangkan 6 orang lainnya meninggal dunia. Sementara itu, sebanyak 129 orang masih terus dalam proses pencarian aktif.
Posko Terpadu ini dibentuk dan dikoordinasikan bersama Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Utama Tanjung Perak, Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), TNI, Polri, Jasa Raharja, Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP), RS PHC Surabaya, serta lembaga terkait lainnya.
Keberadaannya bertujuan memastikan setiap perkembangan pencarian, evakuasi, hingga penanganan korban dapat tersampaikan secara cepat, jelas, dan teratur kepada pihak keluarga.
Anggota Komisi VII DPR RI, Bambang Haryo Soekartono turun langsung meninjau Posko Terpadu di Terminal GSN guna memantau pelayanan informasi serta proses penanganan yang berjalan.
Ia menegaskan bahwa investigasi penyebab kecelakaan harus dilakukan secara mendalam dan menyeluruh, tidak hanya sebatas melihat usia kapal, tetapi juga mencakup aspek teknis, daya angkut, stabilitas muatan, hingga pemenuhan standar kelaiklautan kapal.
“Ini saya serahkan kepada KNKT. Berapa berat yang diangkut oleh kapal ini. Jadi apakah masih mempunyai daya muat dan sebagainya. Kalau dari sisi jumlahnya masih oke, sesuai standarisasi yang dikeluarkan oleh KSOP,” ujar pria yang akrab disapa BHS ini, Senin (14/9).


