Cuma Bilang Kapal Terlambat, Cerita Haru Istri Penumpang KM Virgo Transport yang Bertemu Kabar Baik

METROTODAY, SURABAYA – Keresahan mendalam sempat melanda keluarga penumpang KM Virgo Transport 8 yang hilang kontak di perairan Laut Jawa. Salah satunya dialami oleh Ela Nur Atika, istri Saiful Nuruddin, sopir truk asal Mojokerto yang turut naik ke kapal tersebut.

Ia pun hadir di Posko Pendataan dan Pelayanan Informasi Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya bersama keluarga lainnya, menanti kabar keberadaan suaminya. Namun, saat mendengar kabar suaminya telah berhasil ditemukan dan selamat, tangis haru dan bahagia seketika pecah dari wajah Ela beserta keluarga.

Ela menceritakan, suaminya berangkat bekerja bersama seorang rekan sesama sopir truk pada Sabtu, 12 September 2026. Mereka berencana menyeberang menggunakan kapal dengan tiket keberangkatan pukul 02.00 dini hari.

Namun, kapal yang ditumpangi justru mengalami keterlambatan cukup lama, sehingga komunikasi terakhir yang terjalin hanya berlangsung sekitar pukul 07.30 pagi hari yang sama melalui panggilan video.

“Tiketnya itu jam 2 dini hari, harusnya berangkatnya. Terus terlambat sampai jam 7.30 pagi itu video call terakhir. Terus enggak tahu ke mana, enggak ada kabar lagi,” ungkap Ela, Minggu (13/9).

Menurut penuturannya, saat percakapan terakhir itu, suaminya hanya menceritakan bahwa kapal belum berlayar karena keterlambatan. Tidak ada pesan khusus maupun ucapan perpisahan, karena hal itu dianggap rutinitas biasa dalam pekerjaannya sehari‑hari.

“Saat video call itu yang diceritakan apa? Enggak ada, cuma kapalnya keterlambatan. Enggak ada ucapan‑ucapan khusus. Orang berangkat kerja kan, biasa saja. Enggak tahu kalau akan jadi seperti ini,” tuturnya.

Setelah percakapan itu, Ela kembali mengirim pesan lewat aplikasi pesan singkat sekitar pukul 08.30 pagi, namun pesan tersebut hanya terbaca dan tidak pernah dibalas kembali. Sejak saat itu, komunikasi terputus sama sekali, membuatnya cemas tak berkesudahan hingga kabar gembira itu datang.

Saiful Nuruddin sendiri merupakan sopir truk pengangkut barang dan paket yang sudah berulang kali menyeberang menggunakan jalur laut. Sebelumnya ia biasa berlayar ke Jakarta maupun Semarang, dan kali ini baru kedua kalinya ia menempuh rute menuju Banjarmasin.

“Berarti suami sering berangkat ke Banjarmasin? Ini baru dua kali. Biasanya berangkat ke Jakarta sama ke Semarang. Angkut barang, paket,” jelas Ela.

Hingga berita ini diturunkan, tim pencarian dan penyelamatan gabungan masih terus bergerak menyisir perairan sepanjang jalur pelayaran Surabaya–Banjarmasin guna menemukan seluruh korban yang masih hilang kontak, sementara keluarga yang telah mendapat kabar baik mulai bernapas lega. (ahm)

METROTODAY, SURABAYA – Keresahan mendalam sempat melanda keluarga penumpang KM Virgo Transport 8 yang hilang kontak di perairan Laut Jawa. Salah satunya dialami oleh Ela Nur Atika, istri Saiful Nuruddin, sopir truk asal Mojokerto yang turut naik ke kapal tersebut.

Ia pun hadir di Posko Pendataan dan Pelayanan Informasi Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya bersama keluarga lainnya, menanti kabar keberadaan suaminya. Namun, saat mendengar kabar suaminya telah berhasil ditemukan dan selamat, tangis haru dan bahagia seketika pecah dari wajah Ela beserta keluarga.

Ela menceritakan, suaminya berangkat bekerja bersama seorang rekan sesama sopir truk pada Sabtu, 12 September 2026. Mereka berencana menyeberang menggunakan kapal dengan tiket keberangkatan pukul 02.00 dini hari.

Namun, kapal yang ditumpangi justru mengalami keterlambatan cukup lama, sehingga komunikasi terakhir yang terjalin hanya berlangsung sekitar pukul 07.30 pagi hari yang sama melalui panggilan video.

“Tiketnya itu jam 2 dini hari, harusnya berangkatnya. Terus terlambat sampai jam 7.30 pagi itu video call terakhir. Terus enggak tahu ke mana, enggak ada kabar lagi,” ungkap Ela, Minggu (13/9).

Menurut penuturannya, saat percakapan terakhir itu, suaminya hanya menceritakan bahwa kapal belum berlayar karena keterlambatan. Tidak ada pesan khusus maupun ucapan perpisahan, karena hal itu dianggap rutinitas biasa dalam pekerjaannya sehari‑hari.

“Saat video call itu yang diceritakan apa? Enggak ada, cuma kapalnya keterlambatan. Enggak ada ucapan‑ucapan khusus. Orang berangkat kerja kan, biasa saja. Enggak tahu kalau akan jadi seperti ini,” tuturnya.

Setelah percakapan itu, Ela kembali mengirim pesan lewat aplikasi pesan singkat sekitar pukul 08.30 pagi, namun pesan tersebut hanya terbaca dan tidak pernah dibalas kembali. Sejak saat itu, komunikasi terputus sama sekali, membuatnya cemas tak berkesudahan hingga kabar gembira itu datang.

Saiful Nuruddin sendiri merupakan sopir truk pengangkut barang dan paket yang sudah berulang kali menyeberang menggunakan jalur laut. Sebelumnya ia biasa berlayar ke Jakarta maupun Semarang, dan kali ini baru kedua kalinya ia menempuh rute menuju Banjarmasin.

“Berarti suami sering berangkat ke Banjarmasin? Ini baru dua kali. Biasanya berangkat ke Jakarta sama ke Semarang. Angkut barang, paket,” jelas Ela.

Hingga berita ini diturunkan, tim pencarian dan penyelamatan gabungan masih terus bergerak menyisir perairan sepanjang jalur pelayaran Surabaya–Banjarmasin guna menemukan seluruh korban yang masih hilang kontak, sementara keluarga yang telah mendapat kabar baik mulai bernapas lega. (ahm)

Ikuti Kami Untuk mendapatkan Berita menarik MetroToday
Google News

Artikel Terkait

Pilihan Editor

Pilihan Editor

Terpopuler

Artikel Terbaru

Artikel Terkait