Misi Pertama yang Menjadi Terakhir
Kepergian Praka Rico meninggalkan luka mendalam bagi keluarga di tanah air. Prajurit muda ini meninggalkan seorang istri dan seorang anak.
Ironisnya, penugasan di Lebanon sejak awal April lalu itu merupakan misi luar negeri pertamanya. Ia berangkat mendahului pasukan lain untuk rotasi/penyiapan.
Situasi di Lebanon Selatan saat ini memang kian memanas. Selain Indonesia, Prancis juga melaporkan kehilangan dua tentaranya dalam serangan patroli pada 18 April. Meski risiko kian tinggi, semangat Kontingen Garuda tidak surut untuk tetap menjadi benteng perdamaian di tanah para nabi tersebut.
Daftar Prajurit TNI yang Gugur di Lebanon (Maret-April 2026)
- Praka Farizal Rhomadhon, wafat 29 Maret 2026 akibat serangan artileri di desa Adchit Al-Qusayr
- Kapten Inf Zulmi Aditya, wafat 30 Maret 2026 akibat serangan pada konvoi pasukan.
- Sertu Muhammad Nur Ikhwan, wafat 30 Maret 2026 akibat serangan pada konvoi pasukan.
- Praka Rico Pramudia, wafat 24 April 2026 akibat luka komplikasi pasca-serangan 29 Maret 2026 bersama Praka Farizal Rhomadhon. (*)
Misi Pertama yang Menjadi Terakhir
Kepergian Praka Rico meninggalkan luka mendalam bagi keluarga di tanah air. Prajurit muda ini meninggalkan seorang istri dan seorang anak.
Ironisnya, penugasan di Lebanon sejak awal April lalu itu merupakan misi luar negeri pertamanya. Ia berangkat mendahului pasukan lain untuk rotasi/penyiapan.
Situasi di Lebanon Selatan saat ini memang kian memanas. Selain Indonesia, Prancis juga melaporkan kehilangan dua tentaranya dalam serangan patroli pada 18 April. Meski risiko kian tinggi, semangat Kontingen Garuda tidak surut untuk tetap menjadi benteng perdamaian di tanah para nabi tersebut.
Daftar Prajurit TNI yang Gugur di Lebanon (Maret-April 2026)
- Praka Farizal Rhomadhon, wafat 29 Maret 2026 akibat serangan artileri di desa Adchit Al-Qusayr
- Kapten Inf Zulmi Aditya, wafat 30 Maret 2026 akibat serangan pada konvoi pasukan.
- Sertu Muhammad Nur Ikhwan, wafat 30 Maret 2026 akibat serangan pada konvoi pasukan.
- Praka Rico Pramudia, wafat 24 April 2026 akibat luka komplikasi pasca-serangan 29 Maret 2026 bersama Praka Farizal Rhomadhon. (*)