Korea Selatan Comeback, Paksa Ceko Menyerah 2-1 di Laga Perdana Piala Dunia 2026

METROTODAY, ZAPOPAN – Korea Selatan memulai kiprahnya di Piala Dunia 2026 dengan hasil manis. Sempat tertinggal lebih dahulu, tim berjuluk Taeguk Warriors itu berhasil membalikkan keadaan dan menundukkan Ceko dengan skor 2-1 pada laga Grup A yang digelar di Estadio Guadalajara, Zapopan, Meksiko, Jumat (12/2/2026) pagi WIB.

Berdasarkan laporan pertandingan yang dirilis Associated Press (AP), Korea Selatan sejatinya tampil lebih dominan sejak awal pertandingan. Tim asuhan Hong Myung-bo menguasai jalannya laga melalui akselerasi cepat yang dipimpin Son Heung-min dan Lee Kang-in. Namun, rapatnya pertahanan Ceko membuat sejumlah peluang yang tercipta gagal berbuah gol.

Meski lebih banyak ditekan, Ceko justru mampu mencuri keunggulan terlebih dahulu. Kapten tim Ladislav Krejci sukses memanfaatkan lemparan jauh Vladimir Coufal pada menit ke-59 untuk membawa negaranya unggul 1-0. Gol tersebut membuat Korea Selatan berada dalam situasi sulit karena harus mengejar ketertinggalan di tengah tekanan pertandingan perdana turnamen.

Tak lama berselang, Korea Selatan merespons ketertinggalan. Delapan menit kemudian Hwang In Beom muncul sebagai juru penyelamat. Gelandang box to box Feyenoord itu mencetak gol penyeimbang melalui tendangan melengkungnya ke gawang Matej Kovar pada menit ke-67. Gol tersebut diyakini menjadi titik balik yang membakar semangat Taeguk Warriors, julukan Korea Selatan.

Setelah kedudukan imbang, Korea Selatan semakin percaya diri. Statistik pertandingan yang dirilis ESPN menunjukkan wakil Asia itu mendominasi penguasaan bola hingga lebih dari 60 persen. Juga, unggul dalam jumlah tembakan sepanjang laga.

Tekanan tanpa henti Korea Selatan akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-80. Hwang In Beom kembali menjadi aktor ketika umpannya berhasil diselesaikan dengan baik oleh Oh Hyeon-gyu. Penyerang supersub itu melepaskan penyelesaian tenang yang tak mampu dihentikan kiper Ceko. Korea Selatan berbalik unggul 2-1.

Kapten tim Son Heung-min memang gagal mencatatkan namanya di papan skor. Namun, kontribusi pemain yang kini menjadi ikon sepak bola Korea Selatan itu tetap terasa sepanjang pertandingan. Tidak sedikit pihak menilai pergerakan militan dan kepemimpinan Son di lapangan menjadi salah satu faktor yang membantu timnya bangkit setelah sempat tertinggal.

Selanjutnya, Hwang In-Beom layak menyandang Pemain Terbaik di lapangan. Selain mencetak satu gol, ia juga menyumbang satu asis yang menentukan kemenangan negaranya. Sofascore bahkan menempatkan gelandang tersebut sebagai pemain dengan performa paling menonjol dalam pertandingan tersebut.

Pelatih Korea Selatan, Hong Myung-bo, memuji mentalitas anak asuhnya yang tidak panik meski sempat tertinggal lebih dahulu. Ia menilai para pemain tetap berpegang teguh pada rencana permainan dan menunjukkan mentalitas seorang pejuang untuk membalikkan keadaan.

“Apapun situasinya, kami tetap percaya dengan cara bermain kami. Para pemain menunjukkan ketenangan dan keyakinan bahkan ketika tertinggal,” ujar Hong seusai pertandingan, dilansir dari Norway VG.

Di sisi lain, Ceko harus menyesali kegagalan mempertahankan keunggulan. Tim Eropa Tengah itu sebenarnya sempat mencetak gol melalui Tomas Soucek. Namun, menurut laporan pertandingan yang dikutip sejumlah media internasional, gol tersebut dianulir VAR karena posisi offside sehingga harapan mereka untuk mencuri satu poin sirna.

Kemenangan Korea Selatan menjadi modal penting dalam persaingan Grup A. Tiga poin yang diraih Son Heung-min dan kawan-kawan membawanya ke posisi dua klasemen sementara. Sebaliknya, Ceko kini berada dalam tekanan dan wajib meraih hasil positif pada laga sisa jika tidak ingin tersingkir lebih awal dari Piala Dunia 2026. (ezaar)

METROTODAY, ZAPOPAN – Korea Selatan memulai kiprahnya di Piala Dunia 2026 dengan hasil manis. Sempat tertinggal lebih dahulu, tim berjuluk Taeguk Warriors itu berhasil membalikkan keadaan dan menundukkan Ceko dengan skor 2-1 pada laga Grup A yang digelar di Estadio Guadalajara, Zapopan, Meksiko, Jumat (12/2/2026) pagi WIB.

Berdasarkan laporan pertandingan yang dirilis Associated Press (AP), Korea Selatan sejatinya tampil lebih dominan sejak awal pertandingan. Tim asuhan Hong Myung-bo menguasai jalannya laga melalui akselerasi cepat yang dipimpin Son Heung-min dan Lee Kang-in. Namun, rapatnya pertahanan Ceko membuat sejumlah peluang yang tercipta gagal berbuah gol.

Meski lebih banyak ditekan, Ceko justru mampu mencuri keunggulan terlebih dahulu. Kapten tim Ladislav Krejci sukses memanfaatkan lemparan jauh Vladimir Coufal pada menit ke-59 untuk membawa negaranya unggul 1-0. Gol tersebut membuat Korea Selatan berada dalam situasi sulit karena harus mengejar ketertinggalan di tengah tekanan pertandingan perdana turnamen.

Tak lama berselang, Korea Selatan merespons ketertinggalan. Delapan menit kemudian Hwang In Beom muncul sebagai juru penyelamat. Gelandang box to box Feyenoord itu mencetak gol penyeimbang melalui tendangan melengkungnya ke gawang Matej Kovar pada menit ke-67. Gol tersebut diyakini menjadi titik balik yang membakar semangat Taeguk Warriors, julukan Korea Selatan.

Setelah kedudukan imbang, Korea Selatan semakin percaya diri. Statistik pertandingan yang dirilis ESPN menunjukkan wakil Asia itu mendominasi penguasaan bola hingga lebih dari 60 persen. Juga, unggul dalam jumlah tembakan sepanjang laga.

Tekanan tanpa henti Korea Selatan akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-80. Hwang In Beom kembali menjadi aktor ketika umpannya berhasil diselesaikan dengan baik oleh Oh Hyeon-gyu. Penyerang supersub itu melepaskan penyelesaian tenang yang tak mampu dihentikan kiper Ceko. Korea Selatan berbalik unggul 2-1.

Kapten tim Son Heung-min memang gagal mencatatkan namanya di papan skor. Namun, kontribusi pemain yang kini menjadi ikon sepak bola Korea Selatan itu tetap terasa sepanjang pertandingan. Tidak sedikit pihak menilai pergerakan militan dan kepemimpinan Son di lapangan menjadi salah satu faktor yang membantu timnya bangkit setelah sempat tertinggal.

Selanjutnya, Hwang In-Beom layak menyandang Pemain Terbaik di lapangan. Selain mencetak satu gol, ia juga menyumbang satu asis yang menentukan kemenangan negaranya. Sofascore bahkan menempatkan gelandang tersebut sebagai pemain dengan performa paling menonjol dalam pertandingan tersebut.

Pelatih Korea Selatan, Hong Myung-bo, memuji mentalitas anak asuhnya yang tidak panik meski sempat tertinggal lebih dahulu. Ia menilai para pemain tetap berpegang teguh pada rencana permainan dan menunjukkan mentalitas seorang pejuang untuk membalikkan keadaan.

“Apapun situasinya, kami tetap percaya dengan cara bermain kami. Para pemain menunjukkan ketenangan dan keyakinan bahkan ketika tertinggal,” ujar Hong seusai pertandingan, dilansir dari Norway VG.

Di sisi lain, Ceko harus menyesali kegagalan mempertahankan keunggulan. Tim Eropa Tengah itu sebenarnya sempat mencetak gol melalui Tomas Soucek. Namun, menurut laporan pertandingan yang dikutip sejumlah media internasional, gol tersebut dianulir VAR karena posisi offside sehingga harapan mereka untuk mencuri satu poin sirna.

Kemenangan Korea Selatan menjadi modal penting dalam persaingan Grup A. Tiga poin yang diraih Son Heung-min dan kawan-kawan membawanya ke posisi dua klasemen sementara. Sebaliknya, Ceko kini berada dalam tekanan dan wajib meraih hasil positif pada laga sisa jika tidak ingin tersingkir lebih awal dari Piala Dunia 2026. (ezaar)

Artikel Terkait

Pilihan Editor

Pilihan Editor

Terpopuler

Artikel Terbaru

Artikel Terkait