Categories: Akal Sehat

81 Tahun Pancasila: Dari Kolonialisme ke Algoritmisme

Namun sebagaimana sejarah yang terus bergerak, tantangan terhadap nilai-nilai tersebut tidak berhenti ketika kolonialisme berakhir.

Setiap zaman melahirkan isme-nya sendiri, dan setiap isme menghadirkan wajah berbeda serta ujian baru bagi ketahanan nilai-nilai Pancasila.

Pergeseran Isme

Berakhirnya kolonialisme tidak serta-merta mengakhiri tantangan kebangsaan. Sejarah justru menunjukkan bahwa setiap zaman melahirkan isme-nya sendiri.

Jika pada masa penjajahan bangsa Indonesia menghadapi kolonialisme, maka setelah kemerdekaan hadir berbagai arus pemikiran dan kekuatan global yang terus memengaruhi arah perjalanan bangsa.

Pada dekade-dekade awal kemerdekaan, Indonesia berada dalam dinamika politik Nasakom (Nasionalisme, Agama, dan Komunisme) yang mewarnai perjalanan bangsa.

Memasuki periode berikutnya, muncul kecenderungan otoritarianisme yang mengutamakan stabilitas dan pembangunan, tetapi sering kali mengorbankan ruang kebebasan.

Reformasi 1998 kemudian membuka jalan bagi demokratisasi yang lebih luas, sekaligus mempercepat masuknya liberalisme ekonomi dan arus globalisasi yang semakin kuat.

Setiap isme membawa janji sekaligus konsekuensi. Komunisme menjanjikan kesetaraan, tetapi berisiko mengekang kebebasan individu.

Liberalisme memperluas ruang kebebasan, tetapi dapat melahirkan ketimpangan yang semakin tajam.

Kapitalisme mendorong inovasi, produktivitas, dan pertumbuhan ekonomi, namun pada saat yang sama berpotensi memusatkan kekuatan ekonomi pada segelintir pihak.

Di tengah perubahan lanskap ideologi tersebut, Pancasila hadir sebagai titik keseimbangan. Ia tidak mengajak bangsa menutup diri terhadap perubahan, tetapi juga tidak membiarkan Indonesia larut dalam ekstremitas satu paham tertentu.

Pancasila menawarkan jalan tengah yang menempatkan ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, musyawarah, dan keadilan sosial sebagai orientasi utama pembangunan bangsa.

Page: 1 2 3 4 5

Jay Wijayanto

Recent Posts

Dari Korban PHK Alaves Hingga Bawa Spanyol Kuasai Jagat Raya, Takdir Gila Seorang Pak Tua Luis De la Fuente

Tak banyak yang menyangka Luis de la Fuente, pelatih  Timnas Spanyol akan menjadi sosok yang…

3 days ago

Dikira ke Macan, Nyasar ke Maung, Peralta Resmi Jadi Senjata Baru Persib, Bursa Transfer Memanas

Bandung kembali "gaduh", tapi kali ini bukan soal euforia juara. Persib Bandung resmi mengumumkan Mariano…

3 days ago

Les Bleus Resmi Pilih Zidane sebagai Pelatih, Kini Ayam Jantan Berkokok Lantang

Setelah 14 tahun berada di bawah komando Didier Deschamps, Timnas Prancis akhirnya memasuki babak baru.…

3 days ago

Pemkot Tutup Parkir Kawasan Usaha di Surabaya, Wajib Punya Izin dan Tarif Jelas

Pemkot Surabaya memperketat pengawasan penyelenggaraan parkir di kawasan usaha, meliputi pusat perbelanjaan, restoran, hingga kafe.…

3 days ago

Wabup Mimik Pastikan Sekolah Pesisir Jabon Tak Tertinggal, Rehabilitasi SD dan Program MBG Dipercepat

Pemerataan layanan pendidikan hingga wilayah terpencil kembali menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Sidoarjo. Wakil Bupati Sidoarjo…

3 days ago

Dua Lapangan Latihan Disiapkan, Ini Daftar Lokasi Piala Presiden di Surabaya

Pemkot Surabaya menyatakan kesiapan penuh menjadi tuan rumah salah satu gelaran Piala Presiden 2026. Berbagai…

3 days ago

This website uses cookies.