Categories: Akal Sehat

Deep State dan Tugas Kampus Membaca Negara

OLEH: Machsus, Wakil Rektor II Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS)

PIDATO Presiden dalam Sarasehan Kebangsaan KSTI 2026 layak dibaca bukan sekadar sebagai peristiwa protokoler kenegaraan, melainkan sebagai panggilan untuk membaca ulang arah perjalanan bangsa.

Forum yang berlangsung pada 26–28 Juni 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC) itu menghadirkan sekitar 2.600 rektor, dekan, dosen PTN dan PTS seluruh Indonesia. Saya turut hadir sebagai bagian dari delegasi Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS).

Di hadapan pimpinan kampus, ilmuwan, industri, dan birokrasi, Presiden menekankan pentingnya sains, teknologi, riset, kemandirian ekonomi, serta peran intelektual dalam membantu negara menjawab kesulitan rakyat. Semuanya dipertautkan dalam satu tarikan napas kebangsaan. Negara memerlukan ilmu agar kebijakan tidak berjalan dalam gelap. Kampus memerlukan orientasi kebangsaan agar ilmu tidak kehilangan sukma kemanusiaannya.

Di antara berbagai pesan itu, istilah Deep State menjadi salah satu titik perhatian. Istilah ini mudah mengundang tafsir politis, bahkan dapat tergelincir menjadi kecurigaan yang liar. Tetapi justru karena itulah, kampus memiliki tanggung jawab untuk membacanya dengan jernih. Bukan untuk memperkeruh ruang publik, melainkan untuk menyalakan lentera akal sehat di tengah kabut kepentingan.

Membaca Deep State secara Jernih

Deep State perlu ditempatkan dalam ruang kajian yang hati-hati. Ia dapat dipahami sebagai kemungkinan bekerjanya kekuatan nonformal di balik struktur formal negara, yakni jejaring kepentingan, relasi ekonomi-politik, lobi kekuasaan, atau pengaruh global yang tidak selalu kasat mata dalam proses kebijakan.

Namun, istilah ini tidak boleh diperlakukan secara serampangan. Bila semua hal disebut Deep State, maka akal sehat kehilangan pijakan. Kecurigaan berubah menjadi kesimpulan, prasangka menyamar sebagai pengetahuan, dan ruang publik terjebak dalam kegaduhan tanpa pencerahan.

Tugas kampus bukan membesarkan kecurigaan, melainkan menjernihkan pengertian. Kampus harus membedakan fakta, indikasi, asumsi, dan prasangka. Fakta memerlukan data. Indikasi memerlukan pengujian. Asumsi memerlukan batas. Prasangka memerlukan pengendalian diri.

Dengan cara itu, Deep State tidak dibaca sebagai slogan politik, tetapi sebagai pintu masuk untuk memeriksa kualitas tata kelola negara. Pertanyaan pokoknya bukan siapa yang hendak dituduh, melainkan bagaimana memastikan kebijakan publik tidak dibelokkan dari cita-cita republik, yakni melindungi segenap bangsa, memajukan kesejahteraan umum, dan mencerdaskan kehidupan bangsa.

Kampus sebagai Pembaca Negara

Dalam tata kehidupan republik, kampus menempati posisi unik sebagai penjaga moral. Ia bukan partai politik, bukan birokrasi, dan bukan korporasi. Kampus adalah rumah pengetahuan dengan kebebasan akademiknya, tempat akal budi diasah, kebenaran diuji, dan tanggung jawab publik dipelihara.

Page: 1 2 3

Jay Wijayanto

Recent Posts

Cukup Diinjak, Sepatu Authea untuk Tunadaksa Bisa Dipakai Lepas Tanpa Bantuan Tangan

Mengenakan sepatu bagi penyandang keterbatasan anggota gerak atas atau Upper Limb Deficiency (ULD) sering kali…

13 hours ago

Soal Keluhan Pungutan Pindah Masuk Wilayah di Surabaya: Pengurus RW Sememi Minta Maaf Sebut Tak Tahu Aturan

Keluhan warga terkait dugaan pungutan saat mengurus administrasi pindah masuk di kawasan Sememi telah diklarifikasi…

13 hours ago

Kalah, Pasrah, Lalu Berpisah! Neymar Junior Resmi Gantung Jersei Brasil Usai Ditumbangkan Norwegia

Air mata membasahi wajah Neymar Jr. saat peluit panjang laga Brasil kontra Norwegia berbunyi di…

17 hours ago

SiLPA APBD Kota Surabaya Rp516 Miliar Digunakan untuk Bayar Gaji Pegawai, Listrik dan Pelayanan Publik

Pemkot Surabaya mencatat Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SiLPA) APBD tahun 2025 sebesar Rp 516,896 miliar.…

17 hours ago

Balogun Terus Disorot, Amarah Tim Belgia Terbalaskan pada Kekalahan Amerika Serikat

Belgia memastikan tempat di babak perempat final Piala Dunia 2026 dengan kemenangan telak 4-1 atas…

17 hours ago

Derbi Iberia Berakhir Air Mata, Merino Pulangkan Portugal dan Cristiano Ronaldo

Langkah Timnas Spanyol menuju perempat final Piala Dunia 2026 harus dibayar dengan pertarungan sengit nan…

23 hours ago

This website uses cookies.