1000972241
OLEH: Machsus, Akademisi Institut Teknologi Sepuluh Nopember; Anggota Komunitas S36A
SETIAP 1 Juni, bangsa Indonesia kembali memperingati Hari Lahir Pancasila. Namun, sebagaimana banyak peristiwa besar dalam sejarah, pertanyaan tentang kapan sesungguhnya Pancasila lahir tidak pernah benar-benar selesai.
Sebagian menunjuk 1 Juni 1945 ketika Soekarno memperkenalkan istilah Pancasila dalam sidang BPUPKI.
Sebagian mengingat 22 Juni 1945 saat Piagam Jakarta dirumuskan sebagai hasil kompromi kebangsaan.
Sebagian lainnya berpegang pada 18 Agustus 1945 ketika Pancasila disahkan dalam Pembukaan UUD 1945.
Sesungguhnya, perbedaan pandangan itu justru mengajarkan satu hal penting, bahwa Pancasila tidak lahir dalam semalam.
Delapan puluh satu tahun lalu, ketika Indonesia masih berada di bawah bayang-bayang kolonialisme, para pendiri bangsa sedang berikhtiar menjawab sebuah pertanyaan mendasar, yakni bagaimana menyatukan keberagaman menjadi sebuah bangsa. Dari pergulatan pemikiran itulah Pancasila lahir.
Ia bukan produk satu pidato, satu tokoh, atau satu kelompok. Ia juga bukan hasil kemenangan satu gagasan atas gagasan lain, melainkan buah dari kearifan para pendiri bangsa untuk mencari titik temu demi Indonesia.
Akhirnya melalui Keputusan Presiden Nomor 24 Tahun 2016, pemerintah menetapkan 1 Juni sebagai Hari Lahir Pancasila.
Keputusan ini bukan untuk mengakhiri perdebatan kesejarahan Pancasila, melainkan menghadirkan satu titik pijak bersama agar bangsa terus merawat nilai-nilai yang diwariskan para pendiri negara.
Jika pada tahun 1945 Pancasila lahir untuk melawan kolonialisme, maka pada usia ke-81 tahun ini, Pancasila berhadapan dengan tantangan yang berbeda.
Kini, kekuasaan tidak lagi selalu datang melalui pendudukan wilayah atau laras senjata. Ia bergerak melalui penetrasi data, dominasi platform digital, artificial intelligence (AI), dan algoritma yang perlahan membentuk cara manusia melihat dunia, menentukan pilihan, bahkan memahami kebenaran.
Upaya panjang Pemkab Sidoarjo membangun budaya hidup bersih dan sehat akhirnya membuahkan hasil. Resmi menyandang…
Dewan Koperasi Indonesia (DEKOPIN) sukses menyelenggarakan acara Puncak Peringatan Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) ke-79 Tingkat…
Isu yang menyebut ratusan pelajar di Kabupaten Sidoarjo terjangkit HIV sempat memicu keresahan masyarakat. Bahkan…
Sekitar 70 persen penyakit menular baru yang berpotensi wabah berasal dari hewan. Menjawab ancaman itu,…
Kementerian Pertanian RI memberikan dukungan nyata hilirisasi riset perguruan tinggi dengan membeli sejumlah alat pertanian…
Sebuah kendaraan roda tiga atau tossa bernomor polisi L 3539 EX yang mengangkut material bangunan…
This website uses cookies.