Legenda hidup Sepakbola Prancis resmi melatih tim nasional. (Foto : marca.com).
METROTODAY.ID, PARIS– Setelah 14 tahun berada di bawah komando Didier Deschamps, Timnas Prancis akhirnya memasuki babak baru. Federasi Sepak Bola Prancis (FFF) resmi mempercayakan kursi pelatih kepala kepada legenda hidup mereka, Zinedine Zidane. Dia dipercaya memimpin Les Bleus (julukan Prancis) dalam siklus menuju Piala Eropa 2028 dan Piala Dunia 2030. Penunjukan ini sekaligus mengakhiri spekulasi panjang yang telah bergulir selama bertahun-tahun, bahkan sejak Zidane meninggalkan Real Madrid pada 2021.
Menurut sejumlah laporan media Prancis, L’Equipe, Zidane dikontrak selama empat tahun hingga usai Piala Dunia 2030. Nilai kontraknya diperkirakan berada di kisaran €4 juta hingga €5 juta per tahun (sekitar Rp100 miliar), lebih rendah dibanding bayaran yang pernah ia terima ketika melatih Real Madrid, namun tetap menjadikannya salah satu pelatih tim nasional dengan bayaran tertinggi di Eropa. Proses finalisasi kontrak sempat menunggu penyesuaian aturan remunerasi di federasi, sebelum akhirnya mencapai kata sepakat.
Reuters mengabarkan, Zizou (sapaan Zidane) sendiri telah menganggur sejak mengakhiri periode keduanya bersama Real Madrid pada Mei 2021, klub tempat ia mengukir rekor fenomenal dengan raihan tiga trofi Liga Champions secara beruntun.
Selama lebih dari lima tahun, pria berusia 54 tahun itu beberapa kali dikaitkan dengan Manchester United, Juventus, Bayern Muenchen hingga tim nasional Brasil. Namun, ia konsisten menolak berbagai tawaran karena memang menjadikan kursi pelatih Timnas Prancis sebagai tujuan utamanya. Kesabaran itu akhirnya terbayar ketika era Deschamps resmi berakhir dengan peraihan harapan satu selepas Piala Dunia 2026.
Pilihan FFF kepada Zidane bukan sekadar karena nama besarnya. Sebagai pelatih, ia memiliki rekam jejak luar biasa dengan mempersembahkan tiga gelar Liga Champions secara beruntun, dua trofi La Liga, dua Piala Dunia Antarklub, serta berbagai gelar domestik bersama Real Madrid. Di level internasional, Zidane juga merupakan ikon sepak bola Prancis setelah membawa Les Bleus menjuarai Piala Dunia 1998 dan Euro 2000.
Kombinasi prestasi sebagai pemain dan pelatih membuat FFF menilai Zidane sebagai sosok yang paling memahami identitas sepak bola Prancis sekaligus mampu mengoptimalkan generasi emas yang kini dibintangi Kylian Mbappe.
Ada pula faktor lain yang membuat penunjukan ini terasa istimewa. Zidane belum pernah menangani satu pun tim nasional sepanjang karier kepelatihannya. Artinya, Les Bleus akan menjadi pengalaman pertamanya melatih di level internasional.
Tantangan pertamanya pun tidak ringan, yakni mengembalikan dominasi Prancis setelah dua turnamen besar terakhir selalu dihentikan Spanyol pada fase nyaris pucuk. Ia juga akan mewarisi skuad bertabur bintang seperti Mbappe, Michael Olise, Jules Kounde, Aurelien Tchouameni hingga Ousmane Dembele.
Mantan gelandang Prancis sekaligus analis sepak bola Emmanuel Petit menilai Zidane merupakan sosok yang paling tepat untuk mengembalikan aura Les Bleus. Menurut Petit, Zidane memiliki kharisma yang membuat pemain-pemain elite rela mengikuti arahannya tanpa banyak keegoisan dan perdebatan. “Zidane mempunyai karisma dalam melatih dan saya rasa ia mampu mengendalikan ruang ganti skuad bertabur bintang se-elite Prancis,” ujar Petit kepada RMC Sport.
Sementara jurnalis senior L’Équipe, Vincent Duluc menyebut pergantian pelatih ini bukan sekadar pergantian figur, melainkan perubahan filosofi permainan, dari pendekatan pragmatis ala Deschamps menuju sepak bola yang lebih ekspresif dan atraktif, sesuatu yang selama ini banyak diminta publik Prancis.
Hingga pengumuman penunjukan tersebut, Zinedine Zidane belum memberikan pernyataan resmi kepada publik. Pria berusia 54 tahun itu memilih menjaga sikap tenang dan belum menggelar konferensi pers. Media Le Monde melaporkan Zidane baru akan berbicara secara terbuka setelah resmi diperkenalkan oleh Federasi Sepak Bola Prancis (FFF) pada awal September mendatang, bertepatan dengan dimulainya persiapan Les Bleus menghadapi UEFA Nations League.
Deschamps sendiri meninggalkan warisan yang tidak kecil. Sejak mengambil alih tim pada 2012, ia mempersembahkan gelar Piala Dunia 2018, UEFA Nations League 2021, menjadi finalis Euro 2016 dan Piala Dunia 2022, serta mengantar Prancis secara konsisten ke fase-fase akhir turnamen besar. Namun, kekalahan dari Spanyol di semifinal dan Inggris pada perebutan tempat ketiga Piala Dunia 2026 menjadi penutup perjalanan panjang pelatih tersukses dalam sejarah modern Les Bleus.
Kini, beban tanggung jawab resmi berpindah ke tangan El Monje (julukan Zidane), sosok yang sejak lama dianggap sebagai pewaris alami kursi kepelatihan Tim Ayam Jantan. Karisma Zidane diyakini bakal membuat para pemain tampil melampaui batas kemampuan mereka. Les Bleus tidak hanya sekadar mengincar kemenangan, melainkan siap menyuguhkan karya seni di atas rumput hijau. (Ezaar)
Tak banyak yang menyangka Luis de la Fuente, pelatih Timnas Spanyol akan menjadi sosok yang…
Bandung kembali "gaduh", tapi kali ini bukan soal euforia juara. Persib Bandung resmi mengumumkan Mariano…
Pemkot Surabaya memperketat pengawasan penyelenggaraan parkir di kawasan usaha, meliputi pusat perbelanjaan, restoran, hingga kafe.…
Pemerataan layanan pendidikan hingga wilayah terpencil kembali menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Sidoarjo. Wakil Bupati Sidoarjo…
Pemkot Surabaya menyatakan kesiapan penuh menjadi tuan rumah salah satu gelaran Piala Presiden 2026. Berbagai…
Seorang santri pondok pesantren didampingi pengurus datang bukan untuk laporan kebakaran, melainkan meminta bantuan melepas…
This website uses cookies.