METROTODAY, BATU – Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) RI, Mochamad Irfan Yusuf, menyatakan penyelenggaraan ibadah haji 2026 secara umum menunjukkan kemajuan. Meski demikian, pihaknya tetap melakukan evaluasi menyeluruh guna menyempurnakan pelayanan pada penyelenggaraan haji tahun depan.
“Kita melihat penyelenggaraan haji tahun ini mengalami banyak kemajuan. Namun demikian, masih terdapat beberapa kekurangan yang harus menjadi perhatian bersama agar pelayanan kepada jemaah pada tahun depan dapat semakin baik,” ujar Irfan, Selasa (4/8).
Pernyataan itu disampaikan saat pembukaan rapat koordinasi layanan dan kinerja haji 2027 yang digelar Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) di Kota Batu. Rakor ini menjadi langkah awal persiapan operasional haji tahun depan.
“Rakor ini kita laksanakan sebagai bagian dari persiapan operasional haji tahun 2027. Mudah-mudahan dengan berbagai evaluasi yang dilakukan, penyelenggaraan haji tahun depan akan jauh lebih baik,” ujarnya.
Gus Irfan sapaan akrabnya menegaskan aspek pertama yang diperkuat adalah pelaksanaan istithaah kesehatan sejak awal pendaftaran. Hal ini agar seluruh calon jemaah benar-benar siap fisik menjalankan rangkaian ibadah haji.
“Kekurangan pertama yang menjadi perhatian adalah pelaksanaan istithaah kesehatan. Ini harus terus kita perkuat agar calon jemaah benar-benar siap secara fisik sebelum diberangkatkan ke Tanah Suci,” jelasnya.
Selain itu, pemerintah juga mengantisipasi kepadatan di kawasan Mina saat puncak ibadah haji. Solusinya, diterapkan skema tanazul bagi sekitar 20 ribu jemaah yang akan tetap menginap di hotel, sehingga tidak seluruh jemaah berada di Mina pada waktu yang bersamaan.
METROTODAY, BATU – Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) RI, Mochamad Irfan Yusuf, menyatakan penyelenggaraan ibadah haji 2026 secara umum menunjukkan kemajuan. Meski demikian, pihaknya tetap melakukan evaluasi menyeluruh guna menyempurnakan pelayanan pada penyelenggaraan haji tahun depan.
“Kita melihat penyelenggaraan haji tahun ini mengalami banyak kemajuan. Namun demikian, masih terdapat beberapa kekurangan yang harus menjadi perhatian bersama agar pelayanan kepada jemaah pada tahun depan dapat semakin baik,” ujar Irfan, Selasa (4/8).
Pernyataan itu disampaikan saat pembukaan rapat koordinasi layanan dan kinerja haji 2027 yang digelar Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) di Kota Batu. Rakor ini menjadi langkah awal persiapan operasional haji tahun depan.
“Rakor ini kita laksanakan sebagai bagian dari persiapan operasional haji tahun 2027. Mudah-mudahan dengan berbagai evaluasi yang dilakukan, penyelenggaraan haji tahun depan akan jauh lebih baik,” ujarnya.
Gus Irfan sapaan akrabnya menegaskan aspek pertama yang diperkuat adalah pelaksanaan istithaah kesehatan sejak awal pendaftaran. Hal ini agar seluruh calon jemaah benar-benar siap fisik menjalankan rangkaian ibadah haji.
“Kekurangan pertama yang menjadi perhatian adalah pelaksanaan istithaah kesehatan. Ini harus terus kita perkuat agar calon jemaah benar-benar siap secara fisik sebelum diberangkatkan ke Tanah Suci,” jelasnya.
Selain itu, pemerintah juga mengantisipasi kepadatan di kawasan Mina saat puncak ibadah haji. Solusinya, diterapkan skema tanazul bagi sekitar 20 ribu jemaah yang akan tetap menginap di hotel, sehingga tidak seluruh jemaah berada di Mina pada waktu yang bersamaan.