16 March 2026, 9:24 AM WIB

Surabaya Siaga Satu Jelang Lebaran, Eri Cahyadi Terbitkan SE Khusus: Portal Pemukiman Mulai Diperketat!

spot_img

METROTODAY, SURABAYA – Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 H, Kota Pahlawan mulai bersolek. Bukan hanya soal dekorasi kota, tapi juga soal pagar keamanan. Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya resmi menaikkan tensi kewaspadaan guna menjamin kenyamanan warga dari ancaman kriminalitas yang biasanya mengintai di penghujung Ramadan.

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Pemkot Surabaya, M. Fikser, menegaskan bahwa menjaga Surabaya tetap kondusif bukan hanya urusan pundak aparat. Menurutnya, kolaborasi antara TNI, Polri, dan warga adalah kunci utama.

“Keamanan ini tidak bisa serta-merta menjadi tugas satu pihak saja. Ada peran kepolisian, TNI, dan pemerintah kota. Namun yang paling penting adalah partisipasi masyarakat untuk ikut menjaga lingkungan,” tegas Fikser, Sabtu (14/3).

Langkah konkret pun sudah disiapkan. Pemkot kini tengah masif memperluas jangkauan mata-mata digital di sudut kota.

Pemasangan kamera pengawas (CCTV) terus dikebut. Fikser menyebut, keberadaan CCTV ini memiliki efek ganda: mempercepat pengungkapan kasus sekaligus menciutkan nyali para pelaku kejahatan.

Namun, pengamanan tak hanya mengandalkan teknologi. Di level akar rumput, Pemkot mendorong penguatan One Gate System (sistem satu pintu).

Pembangunan portal di kawasan permukiman yang sudah diinisiasi sejak tahun lalu kini mulai dioptimalkan kembali melalui koordinasi dengan pengurus RT dan RW.

Salah satu tantangan terbesar setiap tahunnya adalah fenomena rumah kosong saat ditinggal mudik. Untuk itu, Fikser mengimbau agar tradisi Siskamling (Sistem Keamanan Lingkungan) dihidupkan kembali.

“Ketika musim mudik, banyak kampung yang menjadi lebih sepi. Karena itu kami berharap warga yang masih berada di lingkungan tersebut bisa bersama-sama menjaga keamanan melalui siskamling,” jelasnya.

Keseriusan Pemkot Surabaya ini juga diperkuat dengan payung hukum yang jelas. Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, telah resmi menerbitkan Surat Edaran (SE) Nomor 300/2326/436.8.6/2026.

Poin-poin penting dalam SE tersebut meliputi:

  • Pedoman Keamanan: Standar operasional bagi pengurus wilayah (RT/RW) dalam menjaga kamtibmas.
  • Kesiapsiagaan Pelaku Usaha: Imbauan bagi pemilik bisnis untuk tetap waspada selama Ramadan dan Lebaran.
  • Partisipasi Aktif: Masyarakat diminta berani melapor jika menemukan gerak-gerik mencurigakan di lingkungannya.

Dengan sinergi dari ujung portal kampung hingga Command Center, Pemkot Surabaya berharap Idul Fitri tahun ini berjalan aman tanpa gangguan berarti. “Keamanan kota akan terjaga dengan baik apabila seluruh elemen masyarakat turut berperan bersama pemerintah dan aparat,” tutup Fikser. (*)

spot_img

METROTODAY, SURABAYA – Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 H, Kota Pahlawan mulai bersolek. Bukan hanya soal dekorasi kota, tapi juga soal pagar keamanan. Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya resmi menaikkan tensi kewaspadaan guna menjamin kenyamanan warga dari ancaman kriminalitas yang biasanya mengintai di penghujung Ramadan.

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Pemkot Surabaya, M. Fikser, menegaskan bahwa menjaga Surabaya tetap kondusif bukan hanya urusan pundak aparat. Menurutnya, kolaborasi antara TNI, Polri, dan warga adalah kunci utama.

“Keamanan ini tidak bisa serta-merta menjadi tugas satu pihak saja. Ada peran kepolisian, TNI, dan pemerintah kota. Namun yang paling penting adalah partisipasi masyarakat untuk ikut menjaga lingkungan,” tegas Fikser, Sabtu (14/3).

Langkah konkret pun sudah disiapkan. Pemkot kini tengah masif memperluas jangkauan mata-mata digital di sudut kota.

Pemasangan kamera pengawas (CCTV) terus dikebut. Fikser menyebut, keberadaan CCTV ini memiliki efek ganda: mempercepat pengungkapan kasus sekaligus menciutkan nyali para pelaku kejahatan.

Namun, pengamanan tak hanya mengandalkan teknologi. Di level akar rumput, Pemkot mendorong penguatan One Gate System (sistem satu pintu).

Pembangunan portal di kawasan permukiman yang sudah diinisiasi sejak tahun lalu kini mulai dioptimalkan kembali melalui koordinasi dengan pengurus RT dan RW.

Salah satu tantangan terbesar setiap tahunnya adalah fenomena rumah kosong saat ditinggal mudik. Untuk itu, Fikser mengimbau agar tradisi Siskamling (Sistem Keamanan Lingkungan) dihidupkan kembali.

“Ketika musim mudik, banyak kampung yang menjadi lebih sepi. Karena itu kami berharap warga yang masih berada di lingkungan tersebut bisa bersama-sama menjaga keamanan melalui siskamling,” jelasnya.

Keseriusan Pemkot Surabaya ini juga diperkuat dengan payung hukum yang jelas. Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, telah resmi menerbitkan Surat Edaran (SE) Nomor 300/2326/436.8.6/2026.

Poin-poin penting dalam SE tersebut meliputi:

  • Pedoman Keamanan: Standar operasional bagi pengurus wilayah (RT/RW) dalam menjaga kamtibmas.
  • Kesiapsiagaan Pelaku Usaha: Imbauan bagi pemilik bisnis untuk tetap waspada selama Ramadan dan Lebaran.
  • Partisipasi Aktif: Masyarakat diminta berani melapor jika menemukan gerak-gerik mencurigakan di lingkungannya.

Dengan sinergi dari ujung portal kampung hingga Command Center, Pemkot Surabaya berharap Idul Fitri tahun ini berjalan aman tanpa gangguan berarti. “Keamanan kota akan terjaga dengan baik apabila seluruh elemen masyarakat turut berperan bersama pemerintah dan aparat,” tutup Fikser. (*)

Artikel Terkait

Pilihan Editor

Pilihan Editor

Terpopuler

Artikel Terbaru

Artikel Terkait