Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) memberikan perhatian khusus bagi jemaah haji yang wafat dengan melakukan kunjungan langsung ke rumah duka keluarga yang ditinggalkan.
Sebanyak 19 jemaah haji Debarkasi Surabaya masih belum dapat pulang ke Indonesia karena harus menjalani perawatan medis di rumah sakit di Tanah Suci. Dari jumlah tersebut, dua orang dipastikan sudah dinyatakan sembuh dan
Sebanyak dua kloter jemaah haji asal Nusa Tenggara Timur (NTT), yakni Kloter 80 dan Kloter 81, terpaksa menunda kepulangan ke daerah asalnya meski sudah tiba di Asrama Haji Sukolilo Surabaya usai menyelesaikan rangkaian
Fardhan Aruna Syafzani Wibowo, 13 tahun, jemaah haji termuda dari Bali, tiba di Asrama Haji Debarkasi Surabaya Jumat (19/6) malam. Dengan potongan rambut pelontos dan mengenakan peci putih, ia turun dari bus didampingi
Ketua Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Debarkasi Surabaya, Mohammad As’adul Anam mengatakan, jemaah tersebut tiba-tiba lemas dan pusing sehingga harus dilarikan ke rumah sakit terdekat dengan Bandara Juanda.
Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) Dahnil Anzar Simanjuntak menyoroti jumlah jemaah haji asal Jawa Timur yang wafat mencapai 67 orang hingga saat ini di tanah suci, angka yang masih tercatat paling tinggi dibanding
Sebanyak 380 jemaah haji dari Tuban dan Lamongan yang tergabung dalam kloter 30 tertunda kepulangan ke tanah air lantaran adanya gangguan teknis pesawat di Bandara Internasional Muscat Oman.
Sepekan lebih kedatangan jemaah dari tanah suci ke Asrama Haji Debarkasi jumlah jemaah yang sudah tiba di tanah air mencapai 10.992 orang dengan 29 kloter.
Manajer Operasional Saudi Arabia Airlines, Yusuf Rahmani, menjelaskan bahwa pihak maskapai menyiapkan santunan asuransi khusus bagi jemaah yang wafat selama berada di dalam pesawat. Nilai perlindungan tersebut mencapai
Enam hari proses kepulangan jemaah haji ke tanah air, sebanyak 52 jemaah haji Debarkasi Surabaya dilaporkan telah wafat di tanah suci. Faktor kelelahan menjadi penyebab utama jemaah, terutama pasca puncak ibadah haji.