Jemaah Haji Asal Surabaya Wafat Usai Tiba di Bandara Juanda, Jemaah Meninggal Bertambah 75 Orang di Jatim

METROTODAY, SURABAYA – Kloter 51 asal Surabaya yang tiba di Tanah Air pada Minggu (14/6) malam diketahui ada salah seorang jemaah yang meninggal dunia.

Jemaah atas nama Sri Oetarti, 60, itu diketahui sempat merasakan pusing kepala dan tubuh lemas.

Ia langsung dilarikan ke fasilitas kesehatan terdekat di sekitar Bandara Juanda untuk mendapatkan penanganan medis.

Namun sesampainya di Instalasi Gawat Darurat (IGD), kondisinya terus menurun hingga kehilangan kesadaran dan suhu tubuh mendingin. Sri Oetarti akhirnya menghembuskan nafas terakhir di rumah sakit.

Ketua Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Debarkasi Surabaya, Mohammad As’adul Anam mengatakan, jemaah tersebut tiba-tiba lemas dan pusing sehingga harus dilarikan ke rumah sakit terdekat dengan Bandara Juanda.

“Tadi saat keluar dari pesawat, jemaah masih bisa berjalan turun tangga. Begitu sampai di bawah, tiba-tiba merasa lemas dan pusing, sehingga langsung dilarikan ke rumah sakit. Namun berdasarkan laporan dari pihak rumah sakit, jemaah tersebut akhirnya meninggal dunia,” ujarnya.

Anam menambahkan, dugaan sementara penyebab meninggalnya jemaah itu berkaitan dengan kondisi kesehatan, serta diketahui memiliki riwayat penyakit sebelumnya.

Dari keterangan medis juga diketahui, almarhumah pernah menderita TBC paru sekitar dua tahun lalu.

“Kemungkinan besar karena tekanan darah tinggi atau gangguan jantung,” jelasnya.

Anam menyampaikan bahwa hingga saat ini tercatat ada 75 orang jemaah asal wilayah binaan Debarkasi Surabaya yang meninggal dunia, baik selama menjalani ibadah di Tanah Suci maupun saat proses kepulangan.

Sebanyak 13 orang jemaah kini masih menjalani perawatan medis di beberapa rumah sakit di Arab Saudi.

“Tiga belas orang dari total 52 kloter masih dalam perawatan di sana. Sementara untuk jemaah yang sudah tiba di sini, Alhamdulillah belum ada yang harus dirawat lebih lanjut,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kota Surabaya, Sururil Faizin menyebutkan, hingga Minggu malam, sebanyak 700 orang jemaah sudah tiba di Surabaya.

Ia menyebutkan dua orang jemaah asal Surabaya meninggal dunia. Satu orang meninggal saat menjalani ibadah di Makkah tergabung dalam kloter 25, sedangkan satu lagi adalah Sri Oetarti yang wafat sesampainya di Tanah Air.

“Jadi untuk wilayah Kota Surabaya ada dua orang yang wafat. Semoga almarhum dan almarhumah diterima di sisi Allah SWT serta ibadah hajinya diterima dan mabrur,” ujar Sururil.

Ia juga menambahkan bahwa masih ada satu orang jemaah asal Surabaya yang tergabung dalam kloter 51 yang saat ini masih dirawat di rumah sakit di Arab Saudi karena mengalami gangguan jantung. (ahm)

METROTODAY, SURABAYA – Kloter 51 asal Surabaya yang tiba di Tanah Air pada Minggu (14/6) malam diketahui ada salah seorang jemaah yang meninggal dunia.

Jemaah atas nama Sri Oetarti, 60, itu diketahui sempat merasakan pusing kepala dan tubuh lemas.

Ia langsung dilarikan ke fasilitas kesehatan terdekat di sekitar Bandara Juanda untuk mendapatkan penanganan medis.

Namun sesampainya di Instalasi Gawat Darurat (IGD), kondisinya terus menurun hingga kehilangan kesadaran dan suhu tubuh mendingin. Sri Oetarti akhirnya menghembuskan nafas terakhir di rumah sakit.

Ketua Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Debarkasi Surabaya, Mohammad As’adul Anam mengatakan, jemaah tersebut tiba-tiba lemas dan pusing sehingga harus dilarikan ke rumah sakit terdekat dengan Bandara Juanda.

“Tadi saat keluar dari pesawat, jemaah masih bisa berjalan turun tangga. Begitu sampai di bawah, tiba-tiba merasa lemas dan pusing, sehingga langsung dilarikan ke rumah sakit. Namun berdasarkan laporan dari pihak rumah sakit, jemaah tersebut akhirnya meninggal dunia,” ujarnya.

Anam menambahkan, dugaan sementara penyebab meninggalnya jemaah itu berkaitan dengan kondisi kesehatan, serta diketahui memiliki riwayat penyakit sebelumnya.

Dari keterangan medis juga diketahui, almarhumah pernah menderita TBC paru sekitar dua tahun lalu.

“Kemungkinan besar karena tekanan darah tinggi atau gangguan jantung,” jelasnya.

Anam menyampaikan bahwa hingga saat ini tercatat ada 75 orang jemaah asal wilayah binaan Debarkasi Surabaya yang meninggal dunia, baik selama menjalani ibadah di Tanah Suci maupun saat proses kepulangan.

Sebanyak 13 orang jemaah kini masih menjalani perawatan medis di beberapa rumah sakit di Arab Saudi.

“Tiga belas orang dari total 52 kloter masih dalam perawatan di sana. Sementara untuk jemaah yang sudah tiba di sini, Alhamdulillah belum ada yang harus dirawat lebih lanjut,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kota Surabaya, Sururil Faizin menyebutkan, hingga Minggu malam, sebanyak 700 orang jemaah sudah tiba di Surabaya.

Ia menyebutkan dua orang jemaah asal Surabaya meninggal dunia. Satu orang meninggal saat menjalani ibadah di Makkah tergabung dalam kloter 25, sedangkan satu lagi adalah Sri Oetarti yang wafat sesampainya di Tanah Air.

“Jadi untuk wilayah Kota Surabaya ada dua orang yang wafat. Semoga almarhum dan almarhumah diterima di sisi Allah SWT serta ibadah hajinya diterima dan mabrur,” ujar Sururil.

Ia juga menambahkan bahwa masih ada satu orang jemaah asal Surabaya yang tergabung dalam kloter 51 yang saat ini masih dirawat di rumah sakit di Arab Saudi karena mengalami gangguan jantung. (ahm)

Artikel Terkait

Pilihan Editor

Pilihan Editor

Terpopuler

Artikel Terbaru

Artikel Terkait