METRODAY, SURABAYA – Sebanyak 380 jemaah haji dari Tuban dan Lamongan yang tergabung dalam kloter 30 tertunda kepulangan ke tanah air lantaran adanya gangguan teknis pesawat di Bandara Internasional Muscat Oman.
Dari jadwal sebelumnya, kloter 30 tiba di Asrama Haji Surabaya Senin (8/6) pukul 19.25 WIB, namun pesawat Saudi Arabia Airlines SV 5328 yang sedianya landing di Bandara Internasional Juanda mengalami kendala teknis.
Ketua PPIH Debarkasi Surabaya, Mohammad As’adul Anam mengatakan pesawat sempat mengalami kendala teknis saat berada di udara sehingga saat berada di Bandara Internasional Muscat Oman sehingga pihak maskapai Saudi Arabia Airlines langsung menyiapkan akomodasi jemaah selama berada di Muscat.
“Setelah terbang dari jeddah kemudian mendarat ke Bandara Muscat setelah itu pesawat akan take off dari Muscat dan terbang. Namun setelah dua jam kemudian pesawat balik lagi ke Muscat karena ada kendala teknis,” jelasnya.
Begitu tiba jemaah di Muscat pihak maskapai jemaah langsung dibawa ke hotel bintang lima yang telah disiapkan dan makanan dengan menu Eropa.
“Pihak maskapai juga menyediakan hak-hak jemaah seperti makanan lengkap selama menginap dan akomodasi,” jelasnya.
Anam memastikan seluruh jemaah dipastikan aman dan saat ini sudah perjalanan menuju ke Bandara Juanda. Dipastikan akan mendarat sekitar pukul 22.55 WIB di Bandara Juanda.
“Alhamdulillah seluruh jemaah aman semua. Dan tadi pukul 10.30 WIB sudah boarding dan akan tiba di Juanda insyaallah 22.55 WIB,” tuturnya.
Anam juga mengaku kendala teknis pesawat pada kloter 30 tidak berdampak pada penerbangan kloter selanjutnya.
Karena kloter selanjutnya, saat ini sudah tiba di Asrama Haji Debarkasi Surabaya seperti kloter 31, 32, 33 dan 34.
“Alhamdulillah tidak menganggu dari jadwal penerbangan kloter selanjutnya. Saat ini sudah tiba 4 kloter di Asrama Haji Debarkasi Surabaya,” tuturnya.
Sementara itu Manajer Operasional Saudi Arabia Airlines, Yusuf Rahmani memastikan seluruh jemaah sudah mendapatkan pelayanan yang baik selama berada di Muscat Oman. Karena kendala tersebut merupakan tanggung jawab pihak maskapai.
“Kalau keterlambatannya itu disebabkan oleh maskapai, pastinya kami berikan sesuai kewajiban yang harus diberikan kepada tiap-tiap jemaah,” pungkasnya. (ahm)

