Kendala Jadwal Penerbangan, Ratusan Jemaah Haji NTT Harus Tunggu Dua Hari di Asrama Haji Surabaya

METROTODAY, SURABAYA – Sebanyak dua kloter jemaah haji asal Nusa Tenggara Timur (NTT), yakni Kloter 80 dan Kloter 81, terpaksa menunda kepulangan ke daerah asalnya meski sudah tiba di Asrama Haji Sukolilo Surabaya usai menyelesaikan rangkaian ibadah haji di Tanah Suci. Penundaan ini terjadi karena kendala ketersediaan dan jadwal penerbangan dari Surabaya menuju Kupang.

Kedua kloter tersebut berisi lebih dari 300 jemaah yang berasal dari berbagai kabupaten dan kota di wilayah NTT. Meskipun sudah berada di tanah air, mereka belum dapat langsung melanjutkan perjalanan pulang.

Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kota Kupang, S.B. Marhaban, menjelaskan bahwa keberangkatan jemaah baru dapat dilakukan pada tanggal 24 Juni mendatang.

“Jemaah haji dari Kota Kupang dan beberapa kabupaten akan diberangkatkan pada tanggal 24 Juni karena menunggu jadwal penerbangan dari Surabaya ke Kupang,” tuturnya, Selasa (23/6).

Selama masa penantian, jemaah yang tergabung dalam wilayah Kota Kupang ditampung di asrama tanpa dipungut biaya, lengkap dengan fasilitas akomodasi dan konsumsi yang disediakan Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH).

“Selama menunggu kepulangan, jemaah menginap di Asrama Haji Sukolilo selama dua malam secara gratis dan kebutuhan konsumsi sudah disiapkan oleh pihak PPIH Debarkasi Surabaya,” jelasnya.

Sementara itu, jemaah dari kabupaten lain memilih menginap di sejumlah hotel yang telah dikoordinasikan oleh panitia haji daerah masing-masing. Pemerintah Provinsi NTT juga telah menyerahkan penanganan kepulangan kepada Kantor Kemenhaj di setiap kabupaten dan kota guna memastikan proses berjalan lancar dan teratur.

METROTODAY, SURABAYA – Sebanyak dua kloter jemaah haji asal Nusa Tenggara Timur (NTT), yakni Kloter 80 dan Kloter 81, terpaksa menunda kepulangan ke daerah asalnya meski sudah tiba di Asrama Haji Sukolilo Surabaya usai menyelesaikan rangkaian ibadah haji di Tanah Suci. Penundaan ini terjadi karena kendala ketersediaan dan jadwal penerbangan dari Surabaya menuju Kupang.

Kedua kloter tersebut berisi lebih dari 300 jemaah yang berasal dari berbagai kabupaten dan kota di wilayah NTT. Meskipun sudah berada di tanah air, mereka belum dapat langsung melanjutkan perjalanan pulang.

Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kota Kupang, S.B. Marhaban, menjelaskan bahwa keberangkatan jemaah baru dapat dilakukan pada tanggal 24 Juni mendatang.

“Jemaah haji dari Kota Kupang dan beberapa kabupaten akan diberangkatkan pada tanggal 24 Juni karena menunggu jadwal penerbangan dari Surabaya ke Kupang,” tuturnya, Selasa (23/6).

Selama masa penantian, jemaah yang tergabung dalam wilayah Kota Kupang ditampung di asrama tanpa dipungut biaya, lengkap dengan fasilitas akomodasi dan konsumsi yang disediakan Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH).

“Selama menunggu kepulangan, jemaah menginap di Asrama Haji Sukolilo selama dua malam secara gratis dan kebutuhan konsumsi sudah disiapkan oleh pihak PPIH Debarkasi Surabaya,” jelasnya.

Sementara itu, jemaah dari kabupaten lain memilih menginap di sejumlah hotel yang telah dikoordinasikan oleh panitia haji daerah masing-masing. Pemerintah Provinsi NTT juga telah menyerahkan penanganan kepulangan kepada Kantor Kemenhaj di setiap kabupaten dan kota guna memastikan proses berjalan lancar dan teratur.

Artikel Terkait

Pilihan Editor

Pilihan Editor

Terpopuler

Artikel Terbaru

Artikel Terkait