Perangkat Traffic Light di Mayjend Sungkono Dicuri, Dishub Surabaya Siapkan Pengamanan Ekstra

​METROTODAY, SURABAYA – Sistem pengendali traffic light perangkat milik Telkom di Jalan Mayjend Sungkono dicuri. Sebagai langkah antisipasi agar insiden serupa tidak terulang, pemkot kini menyiapkan pengamanan ekstra di seluruh titik persimpangan Kota Pahlawan.

​Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surabaya, Trio Wahyu Bowo, menjelaskan bahwa penanganan langsung telah dilakukan bekerja sama dengan pihak Telkom untuk memasang kembali peralatan yang sempat hilang.

​“Alhamdulillah, sudah berfungsi normal. SITS (Surabaya Intelligent Transport System) yang berada di Bratang itu sudah bisa berfungsi normal dan bisa dikendalikan,” kata Trio, Rabu (4/11).

​Dengan pulihnya sistem kendali otomatis tersebut, Dishub Surabaya kembali dapat menyesuaikan pengaturan durasi (cycle time) traffic light secara efisien berdasarkan volume kendaraan di lapangan.

​“Siklus waktunya sudah bisa kita atur kembali. Pada kaki persimpangan yang padat, durasi lampu hijau akan kita tambah. Sebaliknya, pada jalur yang lengang, durasi lampu hijaunya kami pendekkan,” jelasnya.

​Menanggapi maraknya aksi pencurian fasilitas umum, Dishub Surabaya menyiapkan serangkaian strategi pengamanan fisik.

Selain merencanakan pemindahan posisi boks ke area yang lebih aman, pihaknya akan memasang pelindung tambahan berupa jeruji besi.

​“Nantinya akan memasang jeruji, mengamankan peralatan-peralatan yang memang notabene sering hilang. Makanya nanti kita pasang semacam jeruji-jeruji supaya susah ketika ada orang yang berniat buruk pada alat-alat tersebut,” tegas Trio.

​Kepala Bidang (Kabid) Lalu Lintas Dishub Kota Surabaya, Beta Ramdhani, menambahkan bahwa pihaknya saat ini tengah mengkaji konsep penempatan panel yang tidak hanya aman dari aksi pembobolan, tetapi juga tetap memperhatikan estetika kota.

​“Dahulu kan modelnya seperti kerangkeng lalu digembok, nah ternyata itu juga mudah dirusak. Sedangkan secara tampilan itu kurang menarik untuk mendukung estetika kota, nah kita masih mencari konsep yang aman dan agak menarik,” ungkap Beta.

​Meski demikian, Beta mengakui bahwa opsi menempatkan seluruh komponen di atas tiang memiliki tantangan tersendiri, mulai dari beban komponen yang berat hingga risiko kendala saat pemeliharaan berkala.

​“Itu jumlahnya nggak cuma satu ya, takutnya tiangnya yang kalah, itu yang pertama. Kedua, ketika ada kerusakan akan lebih sulit untuk perawatannya, dan ini juga menjadi pertimbangan kita untuk ditaruh di atas,” terangnya.

​Beta memaparkan, gangguan pada traffic light di Jalan Mayjend Sungkono bermula dari laporan yang diterima pada Senin (2/11/2026) sekitar pukul 07.30 WIB, dan berhasil dinormalisasi pada pukul 08.00 WIB berkat gerak cepat Dishub bersama Telkom.

​Ia menjelaskan, saat kejadian, lampu lalu lintas sebenarnya masih menyala secara visual, namun sinyal yang terhubung ke SITS terputus sehingga pemantauan arus secara real-time sempat terkendala.

​“Secara teknis lampunya tidak padam, cuma tidak bisa terkoneksi dengan sistem yang ada di SITS. Jadi komponen yang hilang ini kecil, tapi alat ini menyambungkan internet yang ada di traffic light tersebut, kebetulan alat ini adalah milik Telkom,” ujarnya.

​Terkait langkah hukum atas dugaan pencurian aset tersebut, Dishub menyerahkan sepenuhnya kepada pihak Telkom selaku pemilik barang, sembari memperkuat evaluasi pencegahan di internal.

​“Soalnya kan ini asetnya Telkom, bukan aset kita. Kalau mereka merasa bahwa perlu dilaporkan maka kita dorong untuk melaporkan. Tetapi mungkin kita arahkan untuk pengamanannya lebih ke seperti apa,” pungkas Beta. (ahm)

​METROTODAY, SURABAYA – Sistem pengendali traffic light perangkat milik Telkom di Jalan Mayjend Sungkono dicuri. Sebagai langkah antisipasi agar insiden serupa tidak terulang, pemkot kini menyiapkan pengamanan ekstra di seluruh titik persimpangan Kota Pahlawan.

​Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surabaya, Trio Wahyu Bowo, menjelaskan bahwa penanganan langsung telah dilakukan bekerja sama dengan pihak Telkom untuk memasang kembali peralatan yang sempat hilang.

​“Alhamdulillah, sudah berfungsi normal. SITS (Surabaya Intelligent Transport System) yang berada di Bratang itu sudah bisa berfungsi normal dan bisa dikendalikan,” kata Trio, Rabu (4/11).

​Dengan pulihnya sistem kendali otomatis tersebut, Dishub Surabaya kembali dapat menyesuaikan pengaturan durasi (cycle time) traffic light secara efisien berdasarkan volume kendaraan di lapangan.

​“Siklus waktunya sudah bisa kita atur kembali. Pada kaki persimpangan yang padat, durasi lampu hijau akan kita tambah. Sebaliknya, pada jalur yang lengang, durasi lampu hijaunya kami pendekkan,” jelasnya.

​Menanggapi maraknya aksi pencurian fasilitas umum, Dishub Surabaya menyiapkan serangkaian strategi pengamanan fisik.

Selain merencanakan pemindahan posisi boks ke area yang lebih aman, pihaknya akan memasang pelindung tambahan berupa jeruji besi.

​“Nantinya akan memasang jeruji, mengamankan peralatan-peralatan yang memang notabene sering hilang. Makanya nanti kita pasang semacam jeruji-jeruji supaya susah ketika ada orang yang berniat buruk pada alat-alat tersebut,” tegas Trio.

​Kepala Bidang (Kabid) Lalu Lintas Dishub Kota Surabaya, Beta Ramdhani, menambahkan bahwa pihaknya saat ini tengah mengkaji konsep penempatan panel yang tidak hanya aman dari aksi pembobolan, tetapi juga tetap memperhatikan estetika kota.

​“Dahulu kan modelnya seperti kerangkeng lalu digembok, nah ternyata itu juga mudah dirusak. Sedangkan secara tampilan itu kurang menarik untuk mendukung estetika kota, nah kita masih mencari konsep yang aman dan agak menarik,” ungkap Beta.

​Meski demikian, Beta mengakui bahwa opsi menempatkan seluruh komponen di atas tiang memiliki tantangan tersendiri, mulai dari beban komponen yang berat hingga risiko kendala saat pemeliharaan berkala.

​“Itu jumlahnya nggak cuma satu ya, takutnya tiangnya yang kalah, itu yang pertama. Kedua, ketika ada kerusakan akan lebih sulit untuk perawatannya, dan ini juga menjadi pertimbangan kita untuk ditaruh di atas,” terangnya.

​Beta memaparkan, gangguan pada traffic light di Jalan Mayjend Sungkono bermula dari laporan yang diterima pada Senin (2/11/2026) sekitar pukul 07.30 WIB, dan berhasil dinormalisasi pada pukul 08.00 WIB berkat gerak cepat Dishub bersama Telkom.

​Ia menjelaskan, saat kejadian, lampu lalu lintas sebenarnya masih menyala secara visual, namun sinyal yang terhubung ke SITS terputus sehingga pemantauan arus secara real-time sempat terkendala.

​“Secara teknis lampunya tidak padam, cuma tidak bisa terkoneksi dengan sistem yang ada di SITS. Jadi komponen yang hilang ini kecil, tapi alat ini menyambungkan internet yang ada di traffic light tersebut, kebetulan alat ini adalah milik Telkom,” ujarnya.

​Terkait langkah hukum atas dugaan pencurian aset tersebut, Dishub menyerahkan sepenuhnya kepada pihak Telkom selaku pemilik barang, sembari memperkuat evaluasi pencegahan di internal.

​“Soalnya kan ini asetnya Telkom, bukan aset kita. Kalau mereka merasa bahwa perlu dilaporkan maka kita dorong untuk melaporkan. Tetapi mungkin kita arahkan untuk pengamanannya lebih ke seperti apa,” pungkas Beta. (ahm)

Ikuti Kami Untuk mendapatkan Berita menarik MetroToday
Google News

Artikel Terkait

Pilihan Editor

Pilihan Editor

Terpopuler

Artikel Terbaru

Artikel Terkait