Rektor UINSA Ucapkan Innalillahi saat Lantik 10 Dekan Baru di Kampusnya

METROTODAY, SURABAYA – Rektor Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya resmi melantik jajaran pejabat baru untuk formasi Dekan, Direktur Pascasarjana, Ketua Lembaga, hingga Ketua Satuan Pemeriksa Internal (SPI) periode 2026–2030.

Prosesi pelantikan sakral ini berlangsung di Ruang Rapat Lt. 9 Tower Teungku KH. Ismail Yakub, Kampus A. Yani UINSA Surabay, Senin (2/11).

​Acara tersebut dihadiri oleh Ketua dan Sekretaris Senat, para Wakil Rektor, Kepala Biro, serta jajaran tenaga kependidikan dari unsur Kabag, Katim, hingga Kasubtim di lingkungan UINSA Surabaya.

​Dalam amanatnya, Rektor UINSA Prof. Masdar Hilmy, S.Ag., M.A., Ph.D., secara tegas mengingatkan para pejabat terlantik untuk mengesampingkan ego sektoral, menghindari faksionalisme, serta menjauhi konflik internal yang dapat menghambat kemajuan lembaga.

Rektor UINSA Prof Masdar Hilmy saat melantik para dekan baru. (Foto: Istimewa)

​Prof. Masdar menekankan bahwa amanah kepemimpinan bukanlah sarana untuk menyombongkan diri atau memupuk sekat elitis dengan civitas akademika, melainkan sebuah tanggung jawab besar yang kelak dipertanggungjawabkan di dunia dan akhirat.

​”Pertama, saya tidak ingin mengucapkan selamat. Sebab ketika kita diberi amanah jabatan, kalimat yang paling tepat adalah Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un. Semua yang diberikan oleh Allah hakikatnya milik Allah dan akan kita pertanggungjawabkan,” tegas Prof. Masdar.

​Lebih lanjut, Guru Besar Bidang Sosiologi ini menginstruksikan para dekan dan pimpinan unit untuk hadir sebagai sosok orang tua yang mengayomi seluruh elemen kampus.

Ia meminta agar sikap like and dislike segera ditanggalkan dan digantikan dengan filosofi kepemimpinan Jawa yakni Ing Ngarso Sung Tulodo, Ing Madyo Mangun Karso, Tut Wuri Handayani.

​”Rangkul semuanya tendik, dosen, hingga mahasiswa. Kesampingkan primordialisme yang menghambat kinerja demi membangkitkan potensi lembaga,” lanjutnya.

​Menurut Prof. Masdar, soliditas internal yang kuat merupakan modal utama UINSA untuk memacu langkah menembus jajaran perguruan tinggi elit dunia melalui pemeringkatan Times Higher Education (THE) World Class University.

Fokus utama kampus ke depan akan diarahkan pada peningkatan kualitas riset dan publikasi internasional bereputasi tinggi.

METROTODAY, SURABAYA – Rektor Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya resmi melantik jajaran pejabat baru untuk formasi Dekan, Direktur Pascasarjana, Ketua Lembaga, hingga Ketua Satuan Pemeriksa Internal (SPI) periode 2026–2030.

Prosesi pelantikan sakral ini berlangsung di Ruang Rapat Lt. 9 Tower Teungku KH. Ismail Yakub, Kampus A. Yani UINSA Surabay, Senin (2/11).

​Acara tersebut dihadiri oleh Ketua dan Sekretaris Senat, para Wakil Rektor, Kepala Biro, serta jajaran tenaga kependidikan dari unsur Kabag, Katim, hingga Kasubtim di lingkungan UINSA Surabaya.

​Dalam amanatnya, Rektor UINSA Prof. Masdar Hilmy, S.Ag., M.A., Ph.D., secara tegas mengingatkan para pejabat terlantik untuk mengesampingkan ego sektoral, menghindari faksionalisme, serta menjauhi konflik internal yang dapat menghambat kemajuan lembaga.

Rektor UINSA Prof Masdar Hilmy saat melantik para dekan baru. (Foto: Istimewa)

​Prof. Masdar menekankan bahwa amanah kepemimpinan bukanlah sarana untuk menyombongkan diri atau memupuk sekat elitis dengan civitas akademika, melainkan sebuah tanggung jawab besar yang kelak dipertanggungjawabkan di dunia dan akhirat.

​”Pertama, saya tidak ingin mengucapkan selamat. Sebab ketika kita diberi amanah jabatan, kalimat yang paling tepat adalah Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un. Semua yang diberikan oleh Allah hakikatnya milik Allah dan akan kita pertanggungjawabkan,” tegas Prof. Masdar.

​Lebih lanjut, Guru Besar Bidang Sosiologi ini menginstruksikan para dekan dan pimpinan unit untuk hadir sebagai sosok orang tua yang mengayomi seluruh elemen kampus.

Ia meminta agar sikap like and dislike segera ditanggalkan dan digantikan dengan filosofi kepemimpinan Jawa yakni Ing Ngarso Sung Tulodo, Ing Madyo Mangun Karso, Tut Wuri Handayani.

​”Rangkul semuanya tendik, dosen, hingga mahasiswa. Kesampingkan primordialisme yang menghambat kinerja demi membangkitkan potensi lembaga,” lanjutnya.

​Menurut Prof. Masdar, soliditas internal yang kuat merupakan modal utama UINSA untuk memacu langkah menembus jajaran perguruan tinggi elit dunia melalui pemeringkatan Times Higher Education (THE) World Class University.

Fokus utama kampus ke depan akan diarahkan pada peningkatan kualitas riset dan publikasi internasional bereputasi tinggi.

Ikuti Kami Untuk mendapatkan Berita menarik MetroToday
Google News

Artikel Terkait

Pilihan Editor

Pilihan Editor

Terpopuler

Artikel Terbaru

Artikel Terkait