METROTODAY, SURABAYA – Tim otomotif Sapuangin Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) resmi meluncurkan mobil formula teranyar bernama Sapuangin Speed 8.
Kendaraan ini akan dipertandingkan di ajang internasional bergengsi Formula Society of Automotive Engineers (SAE) Japan 2026 yang digelar awal Agustus mendatang.
Ini adalah momen kembalinya Sapuangin berlaga di kompetisi Jepang sejak terakhir kali tampil pada tahun 2019.
Rektor ITS, Prof. Dr. Ir. Bambang Pramujati, S.T., M.Sc.Eng., Ph.D., menyambut bangga hasil kerja keras berbulan-bulan tim di bengkel. Menurutnya, proses pembuatan mobil ini memberikan pelajaran tak ternilai yang tidak didapatkan di dalam kelas.
“Ini adalah pelajaran berharga soal membangun tim dan mengatur waktu. Lakukan yang terbaik, jaga kekompakan di negeri orang, dan mari kibarkan bendera Indonesia di sana,” tegasnya, Senin (20/7).
Dosen pembimbing Tim Sapuangin, Dr. Ir. Witantyo, M.Eng.Sc., menjelaskan tantangan persaingan sangat berat karena pesaing lain didukung langsung oleh pabrikan otomotif raksasa. Sementara Sapuangin hanya menggunakan mesin berkapasitas 250 cc yang relatif kecil.
“Kami menutupi keterbatasan akselerasi dengan merancang bodi yang sangat lincah, mengingat sirkuit di Jepang penuh tikungan teknis,” ujarnya.
METROTODAY, SURABAYA – Tim otomotif Sapuangin Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) resmi meluncurkan mobil formula teranyar bernama Sapuangin Speed 8.
Kendaraan ini akan dipertandingkan di ajang internasional bergengsi Formula Society of Automotive Engineers (SAE) Japan 2026 yang digelar awal Agustus mendatang.
Ini adalah momen kembalinya Sapuangin berlaga di kompetisi Jepang sejak terakhir kali tampil pada tahun 2019.
Rektor ITS, Prof. Dr. Ir. Bambang Pramujati, S.T., M.Sc.Eng., Ph.D., menyambut bangga hasil kerja keras berbulan-bulan tim di bengkel. Menurutnya, proses pembuatan mobil ini memberikan pelajaran tak ternilai yang tidak didapatkan di dalam kelas.
“Ini adalah pelajaran berharga soal membangun tim dan mengatur waktu. Lakukan yang terbaik, jaga kekompakan di negeri orang, dan mari kibarkan bendera Indonesia di sana,” tegasnya, Senin (20/7).
Dosen pembimbing Tim Sapuangin, Dr. Ir. Witantyo, M.Eng.Sc., menjelaskan tantangan persaingan sangat berat karena pesaing lain didukung langsung oleh pabrikan otomotif raksasa. Sementara Sapuangin hanya menggunakan mesin berkapasitas 250 cc yang relatif kecil.
“Kami menutupi keterbatasan akselerasi dengan merancang bodi yang sangat lincah, mengingat sirkuit di Jepang penuh tikungan teknis,” ujarnya.