Kenjeran Jadi Saksi Lahirnya Laboratorium Keliling Deteksi Ancaman Mikroplastik

METROTODAY, SURABAYA – Mobil laboratorium pendidikan keliling Perjalanan Mikroplastik (Microplastic Journey), yang merupakan yang pertama di Indonesia dioperasionalkan.

Kendaraan ini hadir mengajak masyarakat mengenal langsung bahaya mikroplastik sekaligus mencegah kebocoran sampah plastik sebelum mencemari sungai hingga laut. Peluncuran berlangsung di Kelurahan Kenjeran, Surabaya.

Program ini merupakan kolaborasi antara UNDP Indonesia, Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Pemerintah Kota Surabaya, Dinas Lingkungan Hidup Surabaya, Tim Koordinasi Nasional Penanganan Sampah Laut, Kementerian Lingkungan Hidup, Clean Rivers, dan ECOTON.

Kenjeran dipilih sebagai lokasi peluncuran karena merupakan kawasan pesisir sekaligus muara aliran sungai, tempat sampah plastik berubah menjadi mikroplastik akibat paparan sinar matahari dan gelombang sebelum mencemari laut dan masuk ke rantai makanan.

Mobil laboratorium ini dilengkapi mikroskop, peralatan uji kualitas air dan udara, serta media edukasi.

Melalui pendekatan belajar langsung, pengunjung dapat melihat mikroplastik secara nyata, memahami sumber pencemarannya, dan menyadari bahwa pencegahan dapat dimulai dari langkah sederhana untuk mengurangi plastik sekali pakai, tidak membuang sampah ke sungai, tidak membakar sampah, serta mengelola limah dengan benar.

Program ini mengusung semangat setiap orang adalah ilmuwan, setiap orang adalah aktivis.

Erlyta, siswa SMP Negeri 58 Surabaya, mengaku terkejut saat menemukan mikroplastik di permukaan kulit tangannya sendiri.

“Saya tidak menyangka menemukan mikroplastik jenis film di tangan saya, yang salah satunya berasal dari kantong plastik. Dari sini saya menyadari bahwa mikroplastik ada di mana-mana, bahkan menempel pada tubuh kita,” tuturnya.

Perwakilan Dinas Kesehatan Surabaya, Ifa, menilai inovasi ini sangat berharga untuk meningkatkan kesadaran publik.

“Mobil laboratorium mikroplastik menjadi sarana edukasi yang sangat menarik karena masyarakat dapat melihat langsung keberadaan mikroplastik di sekitarnya. Harapannya, kesadaran masyarakat semakin tumbuh untuk mengurangi penggunaan plastik sekali pakai sebagai bagian dari upaya melindungi kesehatan manusia dan lingkungan,” katanya.

METROTODAY, SURABAYA – Mobil laboratorium pendidikan keliling Perjalanan Mikroplastik (Microplastic Journey), yang merupakan yang pertama di Indonesia dioperasionalkan.

Kendaraan ini hadir mengajak masyarakat mengenal langsung bahaya mikroplastik sekaligus mencegah kebocoran sampah plastik sebelum mencemari sungai hingga laut. Peluncuran berlangsung di Kelurahan Kenjeran, Surabaya.

Program ini merupakan kolaborasi antara UNDP Indonesia, Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Pemerintah Kota Surabaya, Dinas Lingkungan Hidup Surabaya, Tim Koordinasi Nasional Penanganan Sampah Laut, Kementerian Lingkungan Hidup, Clean Rivers, dan ECOTON.

Kenjeran dipilih sebagai lokasi peluncuran karena merupakan kawasan pesisir sekaligus muara aliran sungai, tempat sampah plastik berubah menjadi mikroplastik akibat paparan sinar matahari dan gelombang sebelum mencemari laut dan masuk ke rantai makanan.

Mobil laboratorium ini dilengkapi mikroskop, peralatan uji kualitas air dan udara, serta media edukasi.

Melalui pendekatan belajar langsung, pengunjung dapat melihat mikroplastik secara nyata, memahami sumber pencemarannya, dan menyadari bahwa pencegahan dapat dimulai dari langkah sederhana untuk mengurangi plastik sekali pakai, tidak membuang sampah ke sungai, tidak membakar sampah, serta mengelola limah dengan benar.

Program ini mengusung semangat setiap orang adalah ilmuwan, setiap orang adalah aktivis.

Erlyta, siswa SMP Negeri 58 Surabaya, mengaku terkejut saat menemukan mikroplastik di permukaan kulit tangannya sendiri.

“Saya tidak menyangka menemukan mikroplastik jenis film di tangan saya, yang salah satunya berasal dari kantong plastik. Dari sini saya menyadari bahwa mikroplastik ada di mana-mana, bahkan menempel pada tubuh kita,” tuturnya.

Perwakilan Dinas Kesehatan Surabaya, Ifa, menilai inovasi ini sangat berharga untuk meningkatkan kesadaran publik.

“Mobil laboratorium mikroplastik menjadi sarana edukasi yang sangat menarik karena masyarakat dapat melihat langsung keberadaan mikroplastik di sekitarnya. Harapannya, kesadaran masyarakat semakin tumbuh untuk mengurangi penggunaan plastik sekali pakai sebagai bagian dari upaya melindungi kesehatan manusia dan lingkungan,” katanya.

Artikel Terkait

Pilihan Editor

Pilihan Editor

Terpopuler

Artikel Terbaru

Artikel Terkait