1.239 Warga Sidoarjo Terima Bantuan Beras, Wabup Mimik Idayana Pastikan Tepat Sasaran

METROTODAY, SIDOARJO – Bantuan pangan beras kembali disalurkan kepada masyarakat Sidoarjo. Wakil Bupati Sidoarjo Hj. Mimik Idayana S.A.P. turun langsung memastikan bantuan tersebut diterima warga di tiga desa yang berada di dua kecamatan, Rabu (9/9/2026).

Tiga desa yang menjadi lokasi penyaluran yakni Desa Tlasih, Kecamatan Tulangan, serta Desa Krembung dan Desa Mojoruntut, Kecamatan Krembung. Total terdapat 1.239 warga yang tercatat sebagai Penerima Bantuan Pangan (PBP) di tiga desa tersebut.

Perinciannya, sebanyak 419 warga Desa Tlasih menerima bantuan pangan. Sedangkan di Kecamatan Krembung, bantuan disalurkan kepada 400 warga Desa Krembung dan 420 warga Desa Mojoruntut.

Mimik hadir langsung dalam proses penyaluran. Dia juga bertemu dengan warga penerima bantuan sekaligus menyampaikan pesan agar beras yang diterima benar-benar dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan keluarga.

Wabup Sidoarjo Mimik Idayana memastikan kualitas yang disalurkan kepada masyarakat.

Menurut Mimik, bantuan pangan tersebut merupakan salah satu bentuk perhatian pemerintah terhadap masyarakat. Program itu diharapkan dapat membantu menjaga pemenuhan kebutuhan pangan, terutama bagi keluarga yang masuk dalam daftar penerima.

“Ini merupakan salah satu program pemerintah. Bapak Presiden sangat peduli kepada panjenengan semuanya,” kata Mimik di hadapan warga.

Bantuan yang diterima masyarakat berupa beras medium dalam kemasan Bulog. Setiap penerima mendapatkan 30 kilogram beras. Jumlah tersebut merupakan alokasi untuk tiga bulan, yakni Juli, Agustus, dan September 2026.

Dengan skema tersebut, setiap penerima mendapatkan 10 kilogram beras untuk setiap bulan. Bantuan diberikan sekaligus sehingga masyarakat memperoleh stok pangan untuk memenuhi kebutuhan keluarga selama tiga bulan.

“Panjenengan mendapatkan 30 kilogram, ini untuk alokasi tiga bulan, yakni Juli, Agustus, dan September. Jadi, setiap bulan mendapatkan 10 kilogram,” ujar Mimik.

Dia meminta warga tidak menjual kembali bantuan yang diterima. Beras tersebut diperuntukkan bagi kebutuhan pangan keluarga penerima sehingga manfaat program dapat dirasakan secara langsung.

“Mohon diterima dan dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk kebutuhan keluarga, jangan sampai dijualbelikan,” pesannya.

Wabup Mimik Idayana menyampaikan pesan agar beras yang diterima benar-benar dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan keluarga.

Mimik juga menekankan pentingnya memastikan bantuan yang sampai ke masyarakat dalam kondisi baik. Menurutnya, kualitas beras harus menjadi perhatian karena bantuan tersebut akan dikonsumsi langsung oleh keluarga penerima.

“Kita juga pastikan beras bantuan ini layak dikonsumsi masyarakat,” tegasnya.

Dia berharap bantuan tersebut dapat meringankan kebutuhan rumah tangga masyarakat. Meski jumlah yang diterima tidak dimaksudkan untuk memenuhi seluruh kebutuhan pangan keluarga, tambahan stok beras selama tiga bulan dinilai tetap memberikan manfaat bagi penerima.

“Mudah-mudahan dengan 30 kilogram yang didapatkan ini dapat bermanfaat bagi panjenengan semua,” lanjutnya.

Kehadiran Mimik dalam penyaluran tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah memastikan distribusi bantuan berjalan sesuai sasaran. Pemkab Sidoarjo tidak ingin bantuan hanya berhenti pada proses administrasi dan distribusi, tetapi juga benar-benar diterima warga yang telah terdata.

Mimik mengatakan Pemkab Sidoarjo akan terus mengawal pelaksanaan program bantuan pangan. Pengawalan diperlukan agar masyarakat yang sudah masuk dalam data penerima dapat memperoleh haknya sesuai alokasi.

“Pemerintah Kabupaten Sidoarjo akan terus mengawal dan memastikan bantuan pangan beras ini diberikan kepada masyarakat yang berhak menerimanya,” ujarnya.

Berdasarkan data penyaluran di tiga desa tersebut, jumlah penerima mencapai 1.239 orang. Jika setiap penerima mendapatkan 30 kilogram untuk alokasi tiga bulan, total beras yang disalurkan mencapai 37.170 kilogram atau sekitar 37,17 ton.

Jumlah tersebut terdiri atas 12.570 kilogram untuk 419 penerima di Desa Tlasih. Kemudian 12.000 kilogram untuk 400 penerima di Desa Krembung. Sementara Desa Mojoruntut menerima alokasi sebanyak 12.600 kilogram untuk 420 penerima.

Besarnya volume bantuan tersebut menunjukkan bahwa penyaluran pangan menjadi salah satu bentuk intervensi pemerintah untuk menjaga ketahanan pangan masyarakat. Bantuan diberikan kepada warga yang telah masuk dalam daftar PBP berdasarkan data penerima yang ditetapkan dalam program.

Wabup Mimik Idayana bersama masyarakat penerima bantuan pangan beras.

Di lapangan, Mimik juga mengingatkan masyarakat agar tidak menyia-nyiakan bantuan yang telah diterima. Beras yang diperoleh diharapkan menjadi cadangan pangan keluarga selama masa alokasi tiga bulan.

“Mohon diterima dan dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk memenuhi kebutuhan keluarga,” katanya.

Bantuan pangan juga diharapkan dapat mengurangi sebagian beban pengeluaran rumah tangga. Dengan tersedianya beras untuk kebutuhan beberapa waktu ke depan, keluarga penerima dapat mengalokasikan sebagian pengeluaran untuk kebutuhan penting lainnya.

Bagi pemerintah daerah, penyaluran bantuan tidak hanya menyangkut distribusi komoditas pangan. Ketepatan sasaran juga menjadi bagian penting yang harus dikawal. Karena itu, kehadiran pemerintah di tingkat desa dibutuhkan untuk memastikan proses berjalan tertib.

Mimik menegaskan bantuan pangan merupakan bentuk kepedulian pemerintah kepada masyarakat. Dia berharap program tersebut dapat memberikan manfaat nyata, khususnya bagi warga yang memang membutuhkan dukungan dalam memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari.

“Ini merupakan salah satu program pemerintah. Bapak Presiden sangat peduli kepada panjenengan semuanya. Mudah-mudahan bantuan ini terus berkelanjutan dan manfaatnya bisa dirasakan masyarakat,” tuturnya.

Dia juga memastikan Pemkab Sidoarjo akan tetap melakukan pengawalan terhadap berbagai program bantuan yang menyentuh langsung masyarakat. Pemerintah daerah, kata Mimik, berkepentingan memastikan bantuan diterima oleh warga yang sesuai dengan data penerima.

Penyaluran di Desa Tlasih, Desa Krembung, dan Desa Mojoruntut menjadi salah satu rangkaian distribusi bantuan pangan di Sidoarjo. Dengan total 1.239 penerima dan 37,17 ton beras yang disalurkan, bantuan tersebut diharapkan mampu memberikan tambahan stok pangan bagi keluarga penerima selama tiga bulan.

Mimik kembali berpesan agar warga menjaga dan memanfaatkan bantuan tersebut dengan sebaik-baiknya.

“Mohon diterima dan dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk memenuhi kebutuhan keluarga,” pungkasnya. (mt)

METROTODAY, SIDOARJO – Bantuan pangan beras kembali disalurkan kepada masyarakat Sidoarjo. Wakil Bupati Sidoarjo Hj. Mimik Idayana S.A.P. turun langsung memastikan bantuan tersebut diterima warga di tiga desa yang berada di dua kecamatan, Rabu (9/9/2026).

Tiga desa yang menjadi lokasi penyaluran yakni Desa Tlasih, Kecamatan Tulangan, serta Desa Krembung dan Desa Mojoruntut, Kecamatan Krembung. Total terdapat 1.239 warga yang tercatat sebagai Penerima Bantuan Pangan (PBP) di tiga desa tersebut.

Perinciannya, sebanyak 419 warga Desa Tlasih menerima bantuan pangan. Sedangkan di Kecamatan Krembung, bantuan disalurkan kepada 400 warga Desa Krembung dan 420 warga Desa Mojoruntut.

Mimik hadir langsung dalam proses penyaluran. Dia juga bertemu dengan warga penerima bantuan sekaligus menyampaikan pesan agar beras yang diterima benar-benar dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan keluarga.

Wabup Sidoarjo Mimik Idayana memastikan kualitas yang disalurkan kepada masyarakat.

Menurut Mimik, bantuan pangan tersebut merupakan salah satu bentuk perhatian pemerintah terhadap masyarakat. Program itu diharapkan dapat membantu menjaga pemenuhan kebutuhan pangan, terutama bagi keluarga yang masuk dalam daftar penerima.

“Ini merupakan salah satu program pemerintah. Bapak Presiden sangat peduli kepada panjenengan semuanya,” kata Mimik di hadapan warga.

Bantuan yang diterima masyarakat berupa beras medium dalam kemasan Bulog. Setiap penerima mendapatkan 30 kilogram beras. Jumlah tersebut merupakan alokasi untuk tiga bulan, yakni Juli, Agustus, dan September 2026.

Dengan skema tersebut, setiap penerima mendapatkan 10 kilogram beras untuk setiap bulan. Bantuan diberikan sekaligus sehingga masyarakat memperoleh stok pangan untuk memenuhi kebutuhan keluarga selama tiga bulan.

“Panjenengan mendapatkan 30 kilogram, ini untuk alokasi tiga bulan, yakni Juli, Agustus, dan September. Jadi, setiap bulan mendapatkan 10 kilogram,” ujar Mimik.

Dia meminta warga tidak menjual kembali bantuan yang diterima. Beras tersebut diperuntukkan bagi kebutuhan pangan keluarga penerima sehingga manfaat program dapat dirasakan secara langsung.

“Mohon diterima dan dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk kebutuhan keluarga, jangan sampai dijualbelikan,” pesannya.

Wabup Mimik Idayana menyampaikan pesan agar beras yang diterima benar-benar dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan keluarga.

Mimik juga menekankan pentingnya memastikan bantuan yang sampai ke masyarakat dalam kondisi baik. Menurutnya, kualitas beras harus menjadi perhatian karena bantuan tersebut akan dikonsumsi langsung oleh keluarga penerima.

“Kita juga pastikan beras bantuan ini layak dikonsumsi masyarakat,” tegasnya.

Dia berharap bantuan tersebut dapat meringankan kebutuhan rumah tangga masyarakat. Meski jumlah yang diterima tidak dimaksudkan untuk memenuhi seluruh kebutuhan pangan keluarga, tambahan stok beras selama tiga bulan dinilai tetap memberikan manfaat bagi penerima.

“Mudah-mudahan dengan 30 kilogram yang didapatkan ini dapat bermanfaat bagi panjenengan semua,” lanjutnya.

Kehadiran Mimik dalam penyaluran tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah memastikan distribusi bantuan berjalan sesuai sasaran. Pemkab Sidoarjo tidak ingin bantuan hanya berhenti pada proses administrasi dan distribusi, tetapi juga benar-benar diterima warga yang telah terdata.

Mimik mengatakan Pemkab Sidoarjo akan terus mengawal pelaksanaan program bantuan pangan. Pengawalan diperlukan agar masyarakat yang sudah masuk dalam data penerima dapat memperoleh haknya sesuai alokasi.

“Pemerintah Kabupaten Sidoarjo akan terus mengawal dan memastikan bantuan pangan beras ini diberikan kepada masyarakat yang berhak menerimanya,” ujarnya.

Berdasarkan data penyaluran di tiga desa tersebut, jumlah penerima mencapai 1.239 orang. Jika setiap penerima mendapatkan 30 kilogram untuk alokasi tiga bulan, total beras yang disalurkan mencapai 37.170 kilogram atau sekitar 37,17 ton.

Jumlah tersebut terdiri atas 12.570 kilogram untuk 419 penerima di Desa Tlasih. Kemudian 12.000 kilogram untuk 400 penerima di Desa Krembung. Sementara Desa Mojoruntut menerima alokasi sebanyak 12.600 kilogram untuk 420 penerima.

Besarnya volume bantuan tersebut menunjukkan bahwa penyaluran pangan menjadi salah satu bentuk intervensi pemerintah untuk menjaga ketahanan pangan masyarakat. Bantuan diberikan kepada warga yang telah masuk dalam daftar PBP berdasarkan data penerima yang ditetapkan dalam program.

Wabup Mimik Idayana bersama masyarakat penerima bantuan pangan beras.

Di lapangan, Mimik juga mengingatkan masyarakat agar tidak menyia-nyiakan bantuan yang telah diterima. Beras yang diperoleh diharapkan menjadi cadangan pangan keluarga selama masa alokasi tiga bulan.

“Mohon diterima dan dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk memenuhi kebutuhan keluarga,” katanya.

Bantuan pangan juga diharapkan dapat mengurangi sebagian beban pengeluaran rumah tangga. Dengan tersedianya beras untuk kebutuhan beberapa waktu ke depan, keluarga penerima dapat mengalokasikan sebagian pengeluaran untuk kebutuhan penting lainnya.

Bagi pemerintah daerah, penyaluran bantuan tidak hanya menyangkut distribusi komoditas pangan. Ketepatan sasaran juga menjadi bagian penting yang harus dikawal. Karena itu, kehadiran pemerintah di tingkat desa dibutuhkan untuk memastikan proses berjalan tertib.

Mimik menegaskan bantuan pangan merupakan bentuk kepedulian pemerintah kepada masyarakat. Dia berharap program tersebut dapat memberikan manfaat nyata, khususnya bagi warga yang memang membutuhkan dukungan dalam memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari.

“Ini merupakan salah satu program pemerintah. Bapak Presiden sangat peduli kepada panjenengan semuanya. Mudah-mudahan bantuan ini terus berkelanjutan dan manfaatnya bisa dirasakan masyarakat,” tuturnya.

Dia juga memastikan Pemkab Sidoarjo akan tetap melakukan pengawalan terhadap berbagai program bantuan yang menyentuh langsung masyarakat. Pemerintah daerah, kata Mimik, berkepentingan memastikan bantuan diterima oleh warga yang sesuai dengan data penerima.

Penyaluran di Desa Tlasih, Desa Krembung, dan Desa Mojoruntut menjadi salah satu rangkaian distribusi bantuan pangan di Sidoarjo. Dengan total 1.239 penerima dan 37,17 ton beras yang disalurkan, bantuan tersebut diharapkan mampu memberikan tambahan stok pangan bagi keluarga penerima selama tiga bulan.

Mimik kembali berpesan agar warga menjaga dan memanfaatkan bantuan tersebut dengan sebaik-baiknya.

“Mohon diterima dan dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk memenuhi kebutuhan keluarga,” pungkasnya. (mt)

Ikuti Kami Untuk mendapatkan Berita menarik MetroToday
Google News

Artikel Terkait

Pilihan Editor

Pilihan Editor

Terpopuler

Artikel Terbaru

Artikel Terkait