METROTODAY, SURABAYA – Keluarga besar Universitas Airlangga (Unair) berduka cita mendalam atas berpulangnya salah satu dosen terbaiknya, Airlangga Pribadi Kusman, SIP., M.Si., Ph.D.
Almarhum menjabat sebagai dosen sekaligus Ketua Program Studi S2 Ilmu Politik, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Unair.
Almarhum yang berusia 49 tahun berpulang ke Rahmatullah, Rabu (9/9), di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Subroto, Jakarta Pusat.
Kepergian sosok ilmuwan yang dikenal gigih membela nilai-nilai demokrasi dan keadilan sosial ini meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, seluruh civitas akademika, serta rekan-rekan sejawat.
Rektor Unair, Prof. Dr. Muhammad Madyan, SE., M.Si., M.Fin., menyampaikan belasungkawa yang mendalam dan mengaku sangat kehilangan sosok yang akrab disapa Angga tersebut.
Menurutnya, almarhum adalah tenaga pengajar yang senantiasa bekerja dengan penuh pengabdian.
“Angga adalah termasuk dosen yang berdedikasi tinggi dalam menjalankan tugas sebagai dosen di Universitas Airlangga,” ungkapnya, Rabu (9/9).
Airlangga Pribadi Kusman lahir di Jombang pada 23 November 1976. Sejak muda, ia dikenal sebagai pribadi yang tekun dan haus akan ilmu pengetahuan.
Kecintaannya mendalami bidang sosial dan politik membawanya menempuh pendidikan hingga meraih gelar Doktor Filsafat dalam Ilmu Politik dari Murdoch University, Australia, pada tahun 2016.
Sekembalinya ke tanah air, ia mencurahkan pemikirannya di Departemen Politik Fisip Unair.
Sebagai akademisi, ia tidak hanya bertugas mengajar di ruang kuliah. Almarhum dikenal memiliki pandangan yang tajam, konsisten, dan berani dalam membedah dinamika politik di Indonesia.
Pandangan-pandangannya kerap menjadi rujukan penting di berbagai media massa nasional, forum ilmiah, hingga diskusi publik.
Ia merupakan figur akademisi yang tak pernah ragu menyuarakan pemikirannya demi menjaga dan memperkuat keberlangsungan demokrasi di Indonesia.
Kepergian almarhum bukan hanya kehilangan besar bagi Universitas Airlangga, melainkan juga bagi panggung intelektual dan dunia akademik Indonesia secara luas.
Pemikiran, karya ilmiah, serta semangat berpikir kritis yang ia tinggalkan akan terus menjadi penerang dan acuan berharga bagi generasi penerus.
Semoga almarhum diampuni segala kekhilafannya, diterima seluruh amal ibadahnya di sisi Allah SWT, serta keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kekuatan hati. (ahm)


