METROTODAY, SURABAYA – Kanwil Kementerian Agama (Kemenag) Jatim memberikan pembekalan bagi ASN tentang etika bermuamalah di ruang digital, moderasi beragama, kerukunan umat beragama dan ekoteologi.
Peserta adalah pejabat administrator dan ASN Kanwil serta Kemenag Kota Surabaya hadir secara luring, sementara kepala Kemenag kabupaten kota se‑Jatim dan jajaran ASN mengikuti secara daring melalui zoom.
Kepala Kanwil Kemenag Jatim Akhmad Sruji Bahtiar menyampaikan sambutan secara daring dan menekankan kualitas pelayanan publik yang berlandaskan empati, simpati dan integritas.
“Kinerja kita harus senantiasa berorientasi pada pemberian layanan terbaik kepada masyarakat. Pelayanan yang baik tidak cukup hanya dilakukan sesuai aturan, tetapi juga harus dilandasi oleh empati dan simpati,” ujarnya, Rabu (28/10).

Ia menambahkan bahwa pelayanan merupakan tanggung jawab moral sehingga setiap ASN perlu menjaga integritas dan menjadikan nilai‑nilai keagamaan sebagai landasan bekerja.
Setelah dipandu oleh Kepala Bagian Tata Usaha Kanwil Kemenag Jatim, Syaikhul Hadi, sesi dilanjutkan pemaparan materi oleh dua narasumber. Yaitu Ismail Cawidu dan Andi Salman Maggalatung.
Ismail Cawidu menyampaikan materi tentang bermuamalah dan moderasi beragama di ruang digital.
Ia menjelaskan bahwa kemajuan teknologi digital dan kecerdasan buatan membuka peluang komunikasi tetapi juga menghadirkan tantangan seperti ancaman kerukunan umat beragama, gibah, perundungan, fitnah, serta perjudian dan pinjaman daring ilegal.
Risiko itu dipicu rendahnya literasi digital, konten provokatif algoritma media sosial dan sifat anonimitas pengguna.
“ASN Kementerian Agama harus mampu menjadi teladan dalam bermuamalah di ruang digital. Setiap informasi perlu diperiksa kebenarannya sebelum dibagikan. Ruang digital hendaknya dimanfaatkan untuk menyebarkan ilmu, menghadirkan kebaikan, dan menjaga kerukunan, bukan justru menjadi ruang untuk menyebarkan fitnah maupun provokasi,” ujar Ismail.


