Ratusan Pendaki Padati Pos Pendakian Sumber Lumpang, Kejar Upacara Bendera di Puncak Penanggungan

METROTODAY, MOJOKERTO – Fenomena pendaki yang ingin melakukan upacara 17 Agustus di puncak gunung semakin tinggi. Selain semangat nasionalisme mereka ingin sensasi upacara 17 Agustus di puncak gunung.

Di basecamp Sumber Lumpang, Trawas, Gunung Penanggungan, sejak Minggu (16/8) malam, telah dipadati ratusan pendaki yang berasal dari berbagai daerah di Jawa Timur.

Mereka menunggu jalur dibuka pukul 24.00 WIB dengan tujuan utama melaksanakan upacara bendera di puncak gunung pada Senin, 17 Agustus 2026. Tak sedikit yang datang berkelompok bersama teman, keluarga, anak, istri, maupun kerabat.

Pendaki asal Gresik, Rizka mengaku ini pertama kalinya ia mendaki gunung khusus untuk mengikuti perayaan kemerdekaan. “Baru ini muncak, pingin ngerasain vibesnya (sensasi) upacara bendera,” ujarnya.

Hal serupa juga dirasakan Oktavia, siswa SMK dari Sidoarjo, yang turut mendaki bersama teman-temannya untuk pertama kali. Sebelum berangkat, ia telah meminta restu kepada orang tua karena baginya, doa orang tua sangat sakral.

“Ya wajib izin orang tua dulu, karena orang tua itu sakral do’anya manjur. Jadi naik gunung apalagi baru pertama merayakan 17 Agustus pasti banyak sekali yang naik,” tuturnya.

Menurut Oktavia, mendaki bersama-sama menumbuhkan rasa nasionalisme. Perjuangan menempuh jalur yang berat menjadi cara sederhana mengenang pengorbanan para pahlawan.

“Mungkin kita sebagai generasi muda tidak ada perjuangan apa-apanya dengan para pahlawan, kita hanya mengenang jasa-jasanya,” imbuhnya.

Sebelum memulai pendakian, seluruh pendaki wajib mendaftar melalui online ataupun langsung di Pos Pendakian dan menerima pengarahan tentang aturan serta pengecekan perlengkapan mulai dari sepatu, jas hujan, jaket, hingga perlengkapan pertolongan pertama.

Setiap pendaki juga dibekali peta jalur, mengingat jalur Sumber Lumpang baru dibuka sekitar satu tahun.

Dari pos registrasi hingga puncak membutuhkan waktu sekitar 7 jam, menempuh ketinggian hingga 1.350 meter diatas permukaan laut (MDPL), melewati empat pos perhentian. Dari Puncak Asoy ke puncak utama masih memerlukan waktu sekitar 1,5 jam lagi.

Sementara itu dari data yang dihimpun di pos perizinan, tercatat lebih dari 600 pendaki memulai pendakian Gunung Penanggungan via jalur Sumber Lumpang.

Sebagian besar melakukan pendakian tektok atau tanpa menginap dan didominasi oleh Generasi Z.

Pihak pengelola pendakian juga menyiapkan rangkaian kegiatan selama 17 Agustus seperti upacara bendera yang rencananya akan berlangsung pukul 09.00 WIB, kemudian kirab bendera sejauh 100 meter dari Gunung Bende, serta malam sarasehan bersama pendaki di Pos 3 menjelang hari kemerdekaan.

Hingga dini hari Senin (17/8), jumlah pendaki yang akan melakukan pendakian terus bertambah. Pengelola jalur pendakian juga menyiapkan mitigasi jika terjadi hal yang dialami oleh pendaki. (ahm)

METROTODAY, MOJOKERTO – Fenomena pendaki yang ingin melakukan upacara 17 Agustus di puncak gunung semakin tinggi. Selain semangat nasionalisme mereka ingin sensasi upacara 17 Agustus di puncak gunung.

Di basecamp Sumber Lumpang, Trawas, Gunung Penanggungan, sejak Minggu (16/8) malam, telah dipadati ratusan pendaki yang berasal dari berbagai daerah di Jawa Timur.

Mereka menunggu jalur dibuka pukul 24.00 WIB dengan tujuan utama melaksanakan upacara bendera di puncak gunung pada Senin, 17 Agustus 2026. Tak sedikit yang datang berkelompok bersama teman, keluarga, anak, istri, maupun kerabat.

Pendaki asal Gresik, Rizka mengaku ini pertama kalinya ia mendaki gunung khusus untuk mengikuti perayaan kemerdekaan. “Baru ini muncak, pingin ngerasain vibesnya (sensasi) upacara bendera,” ujarnya.

Hal serupa juga dirasakan Oktavia, siswa SMK dari Sidoarjo, yang turut mendaki bersama teman-temannya untuk pertama kali. Sebelum berangkat, ia telah meminta restu kepada orang tua karena baginya, doa orang tua sangat sakral.

“Ya wajib izin orang tua dulu, karena orang tua itu sakral do’anya manjur. Jadi naik gunung apalagi baru pertama merayakan 17 Agustus pasti banyak sekali yang naik,” tuturnya.

Menurut Oktavia, mendaki bersama-sama menumbuhkan rasa nasionalisme. Perjuangan menempuh jalur yang berat menjadi cara sederhana mengenang pengorbanan para pahlawan.

“Mungkin kita sebagai generasi muda tidak ada perjuangan apa-apanya dengan para pahlawan, kita hanya mengenang jasa-jasanya,” imbuhnya.

Sebelum memulai pendakian, seluruh pendaki wajib mendaftar melalui online ataupun langsung di Pos Pendakian dan menerima pengarahan tentang aturan serta pengecekan perlengkapan mulai dari sepatu, jas hujan, jaket, hingga perlengkapan pertolongan pertama.

Setiap pendaki juga dibekali peta jalur, mengingat jalur Sumber Lumpang baru dibuka sekitar satu tahun.

Dari pos registrasi hingga puncak membutuhkan waktu sekitar 7 jam, menempuh ketinggian hingga 1.350 meter diatas permukaan laut (MDPL), melewati empat pos perhentian. Dari Puncak Asoy ke puncak utama masih memerlukan waktu sekitar 1,5 jam lagi.

Sementara itu dari data yang dihimpun di pos perizinan, tercatat lebih dari 600 pendaki memulai pendakian Gunung Penanggungan via jalur Sumber Lumpang.

Sebagian besar melakukan pendakian tektok atau tanpa menginap dan didominasi oleh Generasi Z.

Pihak pengelola pendakian juga menyiapkan rangkaian kegiatan selama 17 Agustus seperti upacara bendera yang rencananya akan berlangsung pukul 09.00 WIB, kemudian kirab bendera sejauh 100 meter dari Gunung Bende, serta malam sarasehan bersama pendaki di Pos 3 menjelang hari kemerdekaan.

Hingga dini hari Senin (17/8), jumlah pendaki yang akan melakukan pendakian terus bertambah. Pengelola jalur pendakian juga menyiapkan mitigasi jika terjadi hal yang dialami oleh pendaki. (ahm)

Ikuti Kami Untuk mendapatkan Berita menarik MetroToday
Google News

Artikel Terkait

Pilihan Editor

Pilihan Editor

Terpopuler

Artikel Terbaru

Artikel Terkait