Kirab Bendera 100 Meter di Ketinggian 1.006 MDPL Puncak Penanggungan Meriahkan HUT RI

METROTODAY, MOJOKERTO – Semangat nasionalisme tetap berkibar di ketinggian 1.006 meter di atas permukaan laut (MDPL).

Berbeda dengan upacara yang umumnya digelar di kantor, sekolah, maupun istana negara, ratusan pendaki dan sejumlah organisasi pencinta alam se-Jawa Timur memilih merayakan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) dengan cara yang istimewa.

Mereka menggelar kirab bendera Merah Putih sepanjang 100 meter di Puncak Bende, Gunung Penanggungan, jalur Sumber Lumpang, Trawas, Senin (17/8).

Kirab bendera yang merupakan bagian dari upacara HUT Kemerdekaan RI juga melibatkan anak-anak sekolah. Dengan penuh khidmat sebagai wujud mempererat persaudaraan sekaligus menanamkan jiwa nasionalisme pada generasi penerus bangsa.

Sang Merah Putih berkibar saat detik-detik upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI.  (Foto: Ahmad/METROTODAY)

Salah satu pendaki, Evelyn Hanum Maulah yang turut melakukan kirab mengaku merasakan getaran yang berbeda meski sudah beberapa kali mendaki gunung.

Kesempatan menjadi bagian dari peserta upacara dan kirab bendera di puncak gunung membuatnya antusias sekaligus haru.

“Deg-degan banget bisa menjadi bagian dari pengibaran sekaligus kirab bendera di puncak gunung. Kemerdekaan bagi saya artinya kemenangan,” tuturnya.

Makna kemerdekaan juga dirasakan secara mendalam oleh Laisa, peserta lainnya. Baginya, kemerdekaan bukan sekadar bebas dari penjajahan fisik, melainkan bebas dari segala bentuk tekanan.

“Makna kemerdekaan menurutku bebas, tidak di bawah tekanan siapa pun. Kita sedang dijajah sosial,” ungkapnya.

Kegiatan yang diinisiasi oleh organisasi pencinta alam Generasi Olahraga Gunung dan Orientasi Rimba se-Jawa Timur (Gogor Sejati) bersama Basecamp Sumber Lumpang ini mengusung tema “Esensi Tersamarkan atau Sudah Hilang”.

Ketua Umum Gogor Sejati, Andri Setiawan, menjelaskan tema tersebut dipilih untuk menggali kembali makna kemerdekaan yang dirasakan semakin memudar di tengah kehidupan masa kini.

Upacara dan kirab bendera ini bukan sekadar seremonial belaka, melainkan wujud cinta tanah air sekaligus sarana mempererat persaudaraan antar sesama pendaki.

“Upacara ini bagian dari cinta tanah air dan mempererat tali persaudaraan antar pendaki. Melalui kegiatan ini, kami ingin mengingatkan kembali makna kemerdekaan yang sesungguhnya bukan sekadar perayaan, tetapi tanggung jawab bersama untuk menjaga dan mengisi kemerdekaan itu sendiri,” ujar Andri.

Ia menegaskan, di puncak gunung sekalipun, semangat Merah Putih tetap berkibar dan menyatukan hati para pencinta alam dan seluruh elemen bangsa. (ahm)

METROTODAY, MOJOKERTO – Semangat nasionalisme tetap berkibar di ketinggian 1.006 meter di atas permukaan laut (MDPL).

Berbeda dengan upacara yang umumnya digelar di kantor, sekolah, maupun istana negara, ratusan pendaki dan sejumlah organisasi pencinta alam se-Jawa Timur memilih merayakan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) dengan cara yang istimewa.

Mereka menggelar kirab bendera Merah Putih sepanjang 100 meter di Puncak Bende, Gunung Penanggungan, jalur Sumber Lumpang, Trawas, Senin (17/8).

Kirab bendera yang merupakan bagian dari upacara HUT Kemerdekaan RI juga melibatkan anak-anak sekolah. Dengan penuh khidmat sebagai wujud mempererat persaudaraan sekaligus menanamkan jiwa nasionalisme pada generasi penerus bangsa.

Sang Merah Putih berkibar saat detik-detik upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI.  (Foto: Ahmad/METROTODAY)

Salah satu pendaki, Evelyn Hanum Maulah yang turut melakukan kirab mengaku merasakan getaran yang berbeda meski sudah beberapa kali mendaki gunung.

Kesempatan menjadi bagian dari peserta upacara dan kirab bendera di puncak gunung membuatnya antusias sekaligus haru.

“Deg-degan banget bisa menjadi bagian dari pengibaran sekaligus kirab bendera di puncak gunung. Kemerdekaan bagi saya artinya kemenangan,” tuturnya.

Makna kemerdekaan juga dirasakan secara mendalam oleh Laisa, peserta lainnya. Baginya, kemerdekaan bukan sekadar bebas dari penjajahan fisik, melainkan bebas dari segala bentuk tekanan.

“Makna kemerdekaan menurutku bebas, tidak di bawah tekanan siapa pun. Kita sedang dijajah sosial,” ungkapnya.

Kegiatan yang diinisiasi oleh organisasi pencinta alam Generasi Olahraga Gunung dan Orientasi Rimba se-Jawa Timur (Gogor Sejati) bersama Basecamp Sumber Lumpang ini mengusung tema “Esensi Tersamarkan atau Sudah Hilang”.

Ketua Umum Gogor Sejati, Andri Setiawan, menjelaskan tema tersebut dipilih untuk menggali kembali makna kemerdekaan yang dirasakan semakin memudar di tengah kehidupan masa kini.

Upacara dan kirab bendera ini bukan sekadar seremonial belaka, melainkan wujud cinta tanah air sekaligus sarana mempererat persaudaraan antar sesama pendaki.

“Upacara ini bagian dari cinta tanah air dan mempererat tali persaudaraan antar pendaki. Melalui kegiatan ini, kami ingin mengingatkan kembali makna kemerdekaan yang sesungguhnya bukan sekadar perayaan, tetapi tanggung jawab bersama untuk menjaga dan mengisi kemerdekaan itu sendiri,” ujar Andri.

Ia menegaskan, di puncak gunung sekalipun, semangat Merah Putih tetap berkibar dan menyatukan hati para pencinta alam dan seluruh elemen bangsa. (ahm)

Ikuti Kami Untuk mendapatkan Berita menarik MetroToday
Google News

Artikel Terkait

Pilihan Editor

Pilihan Editor

Terpopuler

Artikel Terbaru

Artikel Terkait