KM Mutiara Sentosa 2 Pernah Terbakar, Menhub Akan Evaluasi Perusahaan Menyeluruh
Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi saat meninjau korban di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya. (Foto: Istimewa)
METROTODAY, SURABAYA – Kebakaran KM Mutiara Sentosa 2 rute Surabaya–Makassar di perairan Giliyang, Sumenep, Madura, pada Minggu (2/8) ternyata bukan insiden pertama.
Kapal yang dikelola PT Atosim Lampung Pelayanan (ALP) ini tercatat pernah mengalami kejadian serupa pada 19 Mei 2017 di Perairan Masalembu.
Menyusul terulangnya musibah, Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi menegaskan pihaknya akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap perusahaan pengelola kapal.
“Kita akan evaluasi ya, tapi yang paling penting kita lihat dulu sebab-sebabnya yang kita dapatkan dari KNKT. Jadi ini juga akan menjadi lesson learned buat kita, bahan evaluasi kepada perusahaan yang bersangkutan,” kata Dudy di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, Senin (3/8).
Kondisi korban KM Mutiara Sentosa 2 yang meminta pertolongan saat kapal mengalami kebakaran di perairan Giliyang Sumenep, Minggu (2/8) pagi. (Foto: istimewa)
Dudy menekankan pemerintah harus mengambil langkah tegas guna menjaga keselamatan penumpang sekaligus memulihkan kepercayaan masyarakat terhadap transportasi laut.
Evaluasi akan difokuskan pada pemenuhan standar keamanan kapal, mengingat insiden kebakaran telah terjadi dua kali pada kapal yang sama.
“Karena itulah yang wajib kita lakukan untuk memberikan rasa kepercayaan kepada masyarakat bahwa kita melakukan yang terbaik. Jadi terhadap perusahaan kita akan melakukan evaluasi melihat dari data yang ada, kalau tidak salah sudah dua kali ya,” jelasnya.
Sementara itu, SAR gabungan melaporkan sebanyak 236 orang telah dievakuasi, dengan rincian 231 orang selamat dan 5 orang meninggal dunia. (ahm)
METROTODAY, SURABAYA – Kebakaran KM Mutiara Sentosa 2 rute Surabaya–Makassar di perairan Giliyang, Sumenep, Madura, pada Minggu (2/8) ternyata bukan insiden pertama.
Kapal yang dikelola PT Atosim Lampung Pelayanan (ALP) ini tercatat pernah mengalami kejadian serupa pada 19 Mei 2017 di Perairan Masalembu.
Menyusul terulangnya musibah, Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi menegaskan pihaknya akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap perusahaan pengelola kapal.
“Kita akan evaluasi ya, tapi yang paling penting kita lihat dulu sebab-sebabnya yang kita dapatkan dari KNKT. Jadi ini juga akan menjadi lesson learned buat kita, bahan evaluasi kepada perusahaan yang bersangkutan,” kata Dudy di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, Senin (3/8).
Kondisi korban KM Mutiara Sentosa 2 yang meminta pertolongan saat kapal mengalami kebakaran di perairan Giliyang Sumenep, Minggu (2/8) pagi. (Foto: istimewa)
Dudy menekankan pemerintah harus mengambil langkah tegas guna menjaga keselamatan penumpang sekaligus memulihkan kepercayaan masyarakat terhadap transportasi laut.
Evaluasi akan difokuskan pada pemenuhan standar keamanan kapal, mengingat insiden kebakaran telah terjadi dua kali pada kapal yang sama.
“Karena itulah yang wajib kita lakukan untuk memberikan rasa kepercayaan kepada masyarakat bahwa kita melakukan yang terbaik. Jadi terhadap perusahaan kita akan melakukan evaluasi melihat dari data yang ada, kalau tidak salah sudah dua kali ya,” jelasnya.