Angka tersebut mencerminkan tingginya persaingan masuk Unesa, terutama pada sejumlah program studi unggulan, baik dari rumpun kesehatan maupun bidang vokasi terapan.
Pada jenjang Sarjana (S-1), Program Studi Keperawatan menjadi yang paling diminati dan memiliki persaingan paling ketat dengan tingkat keketatan hanya 1,49 persen.
Artinya, dari 100 pendaftar, hanya sekitar satu hingga dua orang yang berhasil lolos. Posisi kedua dan ketiga ditempati oleh S-1 Fisioterapi (1,54 persen) serta S-1 Kedokteran Gigi (1,82 persen).
Secara umum, rumpun kesehatan mendominasi daftar program studi terketat tahun ini. Selain tiga prodi di atas, daftar 10 besar juga diisi oleh S-1 Kedokteran, S-1 Kebidanan, dan S-1 Gizi.
Di luar bidang kesehatan, persaingan ketat juga terjadi di S-1 Teknik Pertambangan, S-1 Pariwisata, dan S-1 Manajemen.
Untuk jenjang Sarjana Terapan (D-4), D-4 Administrasi Negara menjadi prodi dengan tingkat keketatan tertinggi yakni 1,8 persen.
Persaingan sengit juga terjadi pada prodi teknik seperti D-4 Teknik Sipil, D-4 Teknik Mesin, dan D-4 Arsitektur Bangunan Gedung.
Tak kalah menarik, bidang digital dan media juga menjadi incaran banyak peserta, terbukti dari masuknya D-4 Rekayasa Multimedia Edukasi Digital, D-4 Manajemen Informatika, dan D-4 Produksi Media ke dalam daftar prodi terketat.
Di tengah persaingan yang sangat kompetitif tersebut, Unesa turut membuka ruang seluas-luasnya bagi semua kalangan.

