METROTODAY, EAST RUTHERFORD – Air mata membasahi wajah Neymar Jr. saat peluit panjang laga Brasil kontra Norwegia berbunyi di babak 16 besar Piala Dunia 2026. Kekalahan 1-2 di MetLife Stadium bukan hanya mengakhiri langkah Selecao dalam perburuan trofi dunia, tetapi juga menjadi penutup perjalanan salah satu ikon terbesar sepak bola Brasil.
Di hadapan awak media, Neymar memastikan dirinya tak lagi akan mengenakan seragam kuning-hijau tim nasional (timnas) Brasil.
“Saya sudah mencoba. Saya sudah memberikan segalanya. Sekarang semuanya selesai. Saya memulai perjalanan saya di sini dan saya mengakhirinya di sini,” ucap Neymar dengan suara bergetar, sebelum meninggalkan zona media sambil menahan tangis.
Dikabarkan oleh ABC7, winger berusia 34 tahun itu sempat termenung cukup lama setelah laga usai seraya menyaksikan para pemain Norwegia merayakan kemenangan yang sekaligus mengakhiri karier internasionalnya.
Pelatih Brasil, Carlo Ancelotti, mengaku kehilangan sosok yang selama satu setengah dekade menjadi wajah utama Selecao. Meski kecewa dengan hasil yang membuat Brasil kembali gagal mengakhiri puasa gelar dunia, Ancelotti menjelaskan kontribusi Neymar tidak akan pernah dilupakan.
Menurutnya, kegagalan di Piala Dunia kali ini menjadi awal dari proses regenerasi pembangunan ulang skuad Brasil menuju edisi 2030, sementara warisan Neymar akan tetap menjadi contoh bagi generasi berikutnya.
Dilansir dari CBF, perjalanan Neymar bersama timnas dimulai pada 10 Agustus 2010 ketika menjalani debut melawan Amerika Serikat di bawah pelatih Mano Menezes. Menariknya, pada pertandingan pertamanya itu, Neymar langsung mencetak gol melalui sundulan, seolah memberi isyarat bahwa Brasil telah menemukan calon bintang baru.
Sejak saat itu, ia menjadi wajah utama Selecao dalam empat edisi Piala Dunia dan berbagai turnamen internasional lain.
METROTODAY, EAST RUTHERFORD – Air mata membasahi wajah Neymar Jr. saat peluit panjang laga Brasil kontra Norwegia berbunyi di babak 16 besar Piala Dunia 2026. Kekalahan 1-2 di MetLife Stadium bukan hanya mengakhiri langkah Selecao dalam perburuan trofi dunia, tetapi juga menjadi penutup perjalanan salah satu ikon terbesar sepak bola Brasil.
Di hadapan awak media, Neymar memastikan dirinya tak lagi akan mengenakan seragam kuning-hijau tim nasional (timnas) Brasil.
“Saya sudah mencoba. Saya sudah memberikan segalanya. Sekarang semuanya selesai. Saya memulai perjalanan saya di sini dan saya mengakhirinya di sini,” ucap Neymar dengan suara bergetar, sebelum meninggalkan zona media sambil menahan tangis.
Dikabarkan oleh ABC7, winger berusia 34 tahun itu sempat termenung cukup lama setelah laga usai seraya menyaksikan para pemain Norwegia merayakan kemenangan yang sekaligus mengakhiri karier internasionalnya.
Pelatih Brasil, Carlo Ancelotti, mengaku kehilangan sosok yang selama satu setengah dekade menjadi wajah utama Selecao. Meski kecewa dengan hasil yang membuat Brasil kembali gagal mengakhiri puasa gelar dunia, Ancelotti menjelaskan kontribusi Neymar tidak akan pernah dilupakan.
Menurutnya, kegagalan di Piala Dunia kali ini menjadi awal dari proses regenerasi pembangunan ulang skuad Brasil menuju edisi 2030, sementara warisan Neymar akan tetap menjadi contoh bagi generasi berikutnya.
Dilansir dari CBF, perjalanan Neymar bersama timnas dimulai pada 10 Agustus 2010 ketika menjalani debut melawan Amerika Serikat di bawah pelatih Mano Menezes. Menariknya, pada pertandingan pertamanya itu, Neymar langsung mencetak gol melalui sundulan, seolah memberi isyarat bahwa Brasil telah menemukan calon bintang baru.
Sejak saat itu, ia menjadi wajah utama Selecao dalam empat edisi Piala Dunia dan berbagai turnamen internasional lain.