Dari MBG hingga Infrastruktur, APEKSI Pastikan Program Presiden Berjalan Lancar di Daerah

METROTODAY, SURABAYA – Ketua Dewan Pengurus Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) sekaligus Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menegaskan komitmen seluruh pemerintah kota yang tergabung dalam wadah tersebut untuk mengawal dan memastikan Program Strategis Nasional (PSN) Presiden Prabowo Subianto berjalan secara optimal hingga ke tingkat daerah.

Pernyataan ini disampaikan saat menutup Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XVIII APEKSI 2026 yang berlangsung di Kota Medan, Kamis (2/7). Penutupan kegiatan turut dihadiri oleh Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono.

Eri menekankan bahwa Rakernas bukan sekadar ajang koordinasi biasa, melainkan juga ruang yang melibatkan aspirasi generasi muda untuk melengkapi arah kebijakan pembangunan daerah.

“Kami ingin sampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya sekadar rapat kerja. Melainkan bagaimana kami meminta anak muda di setiap kota untuk memberikan masukan kepada kami selaku kepala daerah. Melalui forum Youth City Changers, mereka menyampaikan keinginan dan kegalauan yang kemudian kami akomodir menjadi bagian dari rencana pembangunan di masing-masing kota,” jelasnya.

WhatsApp Image 2026-07-02 at 23.36.44
APEKSI saat menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XVIII yang berlangsung di Kota Medan, Kamis (2/7). (Foto: istimewa)

Ia menambahkan bahwa keberadaan APEKSI juga berperan penting sebagai mitra strategis pemerintah pusat. Dukungan penuh terhadap kebijakan nasional dibarengi dengan penyampaian kondisi riil di lapangan agar pelaksanaannya semakin efektif.

“Kami mendukung penuh PSN dan kebijakan Presiden. Namun kami juga ingin menyampaikan apa yang sebenarnya terjadi di lapangan, sekaligus memberikan masukan dan solusi agar program-program tersebut dapat berjalan lancar dan tepat sasaran di daerah,” tegasnya.

Sebagai contoh nyata, ia menyinggung pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis. Menurutnya, peran pemerintah kota sangat diperlukan untuk memastikan penyaluran program berjalan sesuai aturan.

“Ketika kami dilibatkan, tanggung jawab kami adalah memastikan siapa saja yang berhak menerima manfaat program ini. Setelah itu, seluruh rangkaian pelayanan berjalan dengan baik. Itulah tugas kami sebagai kepala daerah dan kepanjangan tangan Presiden,” ujarnya.

Selain mengawal program nasional, Rakernas ini juga menjadi wadah berbagi pengalaman dan praktik terbaik antar kota, termasuk dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah di tengah penyesuaian dana transfer dari pusat.

“Misalnya, Kota Pekanbaru berhasil meningkatkan PAD dari Rp800 miliar menjadi Rp1,2 triliun setelah menerapkan cara yang lebih baik. Hal ini menjadi pelajaran berharga bagi daerah lain,” tutur Cak Eri.

APEKSI juga merumuskan sejumlah rekomendasi yang akan disampaikan kepada Presiden dan kementerian terkait. Salah satu poin utamanya adalah mempercepat pembangunan infrastruktur penghubung antarwilayah.

“Kami memberikan rekomendasi, baik langsung kepada Presiden maupun ke kementerian, terkait percepatan pembangunan jalan penghubung seperti Trans Sumatra dan Trans Kalimantan. Konektivitas infrastruktur adalah kunci utama untuk mengurangi angka kemiskinan dan kesenjangan antarwilayah,” ungkapnya.

Secara keseluruhan, Rakernas XVIII APEKSI 2026 yang berlangsung sejak 28 Juni hingga 4 Juli ini diikuti oleh 98 pemerintah kota se-Indonesia. Kegiatan ini juga dimeriahkan dengan berbagai rangkaian acara, mulai dari pameran potensi daerah, kesepakatan kerja sama bisnis, hingga pertukaran informasi perkembangan teknologi dan digitalisasi layanan publik. (ahm)

METROTODAY, SURABAYA – Ketua Dewan Pengurus Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) sekaligus Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menegaskan komitmen seluruh pemerintah kota yang tergabung dalam wadah tersebut untuk mengawal dan memastikan Program Strategis Nasional (PSN) Presiden Prabowo Subianto berjalan secara optimal hingga ke tingkat daerah.

Pernyataan ini disampaikan saat menutup Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XVIII APEKSI 2026 yang berlangsung di Kota Medan, Kamis (2/7). Penutupan kegiatan turut dihadiri oleh Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono.

Eri menekankan bahwa Rakernas bukan sekadar ajang koordinasi biasa, melainkan juga ruang yang melibatkan aspirasi generasi muda untuk melengkapi arah kebijakan pembangunan daerah.

“Kami ingin sampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya sekadar rapat kerja. Melainkan bagaimana kami meminta anak muda di setiap kota untuk memberikan masukan kepada kami selaku kepala daerah. Melalui forum Youth City Changers, mereka menyampaikan keinginan dan kegalauan yang kemudian kami akomodir menjadi bagian dari rencana pembangunan di masing-masing kota,” jelasnya.

WhatsApp Image 2026-07-02 at 23.36.44
APEKSI saat menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XVIII yang berlangsung di Kota Medan, Kamis (2/7). (Foto: istimewa)

Ia menambahkan bahwa keberadaan APEKSI juga berperan penting sebagai mitra strategis pemerintah pusat. Dukungan penuh terhadap kebijakan nasional dibarengi dengan penyampaian kondisi riil di lapangan agar pelaksanaannya semakin efektif.

“Kami mendukung penuh PSN dan kebijakan Presiden. Namun kami juga ingin menyampaikan apa yang sebenarnya terjadi di lapangan, sekaligus memberikan masukan dan solusi agar program-program tersebut dapat berjalan lancar dan tepat sasaran di daerah,” tegasnya.

Sebagai contoh nyata, ia menyinggung pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis. Menurutnya, peran pemerintah kota sangat diperlukan untuk memastikan penyaluran program berjalan sesuai aturan.

“Ketika kami dilibatkan, tanggung jawab kami adalah memastikan siapa saja yang berhak menerima manfaat program ini. Setelah itu, seluruh rangkaian pelayanan berjalan dengan baik. Itulah tugas kami sebagai kepala daerah dan kepanjangan tangan Presiden,” ujarnya.

Selain mengawal program nasional, Rakernas ini juga menjadi wadah berbagi pengalaman dan praktik terbaik antar kota, termasuk dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah di tengah penyesuaian dana transfer dari pusat.

“Misalnya, Kota Pekanbaru berhasil meningkatkan PAD dari Rp800 miliar menjadi Rp1,2 triliun setelah menerapkan cara yang lebih baik. Hal ini menjadi pelajaran berharga bagi daerah lain,” tutur Cak Eri.

APEKSI juga merumuskan sejumlah rekomendasi yang akan disampaikan kepada Presiden dan kementerian terkait. Salah satu poin utamanya adalah mempercepat pembangunan infrastruktur penghubung antarwilayah.

“Kami memberikan rekomendasi, baik langsung kepada Presiden maupun ke kementerian, terkait percepatan pembangunan jalan penghubung seperti Trans Sumatra dan Trans Kalimantan. Konektivitas infrastruktur adalah kunci utama untuk mengurangi angka kemiskinan dan kesenjangan antarwilayah,” ungkapnya.

Secara keseluruhan, Rakernas XVIII APEKSI 2026 yang berlangsung sejak 28 Juni hingga 4 Juli ini diikuti oleh 98 pemerintah kota se-Indonesia. Kegiatan ini juga dimeriahkan dengan berbagai rangkaian acara, mulai dari pameran potensi daerah, kesepakatan kerja sama bisnis, hingga pertukaran informasi perkembangan teknologi dan digitalisasi layanan publik. (ahm)

Artikel Terkait

Pilihan Editor

Pilihan Editor

Terpopuler

Artikel Terbaru

Artikel Terkait