“Insyaallah Pak Menteri di hari berikutnya ketika Piala Presiden kembali, saya berharap semifinal dan finalnya ada di Kota Surabaya,” kata Eri.
Meski tahun ini Surabaya hanya dipercaya menjadi tuan rumah babak penyisihan, Eri tetap bersyukur dan berharap di masa depan Surabaya tak sekadar menjadi tuan rumah babak awal, melainkan juga menjadi pusat pertandingan puncak.
“Kami berharap, suatu saat Surabaya ini dipilih untuk menjadi tempat semifinal dan final, bukan hanya tempat babak penyisihan saja. Karena ini menjadi pengobat rindu, kebersamaan, karena sepak bola adalah pemersatu masyarakat, khususnya Kota Surabaya,” pungkasnya. (ahm)
“Insyaallah Pak Menteri di hari berikutnya ketika Piala Presiden kembali, saya berharap semifinal dan finalnya ada di Kota Surabaya,” kata Eri.
Meski tahun ini Surabaya hanya dipercaya menjadi tuan rumah babak penyisihan, Eri tetap bersyukur dan berharap di masa depan Surabaya tak sekadar menjadi tuan rumah babak awal, melainkan juga menjadi pusat pertandingan puncak.
“Kami berharap, suatu saat Surabaya ini dipilih untuk menjadi tempat semifinal dan final, bukan hanya tempat babak penyisihan saja. Karena ini menjadi pengobat rindu, kebersamaan, karena sepak bola adalah pemersatu masyarakat, khususnya Kota Surabaya,” pungkasnya. (ahm)