Categories: Akal Sehat

Hijrah dari Subsidi Energi ke Subsidi Mobilitas

Kebijakan kendaraan listrik juga perlu ditempatkan dalam kerangka yang tepat. Transisi energi penting, tetapi masa depan transportasi Indonesia tidak boleh berhenti pada penggantian mesin berbahan bakar fosil menjadi mesin listrik.

Jika pola mobilitas tetap bertumpu pada kendaraan pribadi, kemacetan hanya berganti wajah yakni dari kemacetan berbahan bakar minyak menjadi kemacetan berbasis baterai, alias kendaraan listrik.

Elektrifikasi harus berjalan seiring dengan penguatan transportasi publik. Kendaraan listrik akan lebih berdampak bila diarahkan untuk angkutan umum, kendaraan layanan publik, logistik perkotaan, kawasan kepulauan, serta wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar) yang menghadapi keterbatasan akses dan biaya logistik tinggi.

Pada akhirnya, ukuran keberhasilan transportasi bukan hanya panjangnya jalan, banyaknya kendaraan, atau canggihnya teknologi. Ukuran yang lebih mendasar adalah apakah masyarakat dapat bergerak dengan lebih mudah, murah, aman, dan bermartabat.

Momentum 1 Muharram mengingatkan kita bahwa hijrah selalu membutuhkan keberanian. Dalam kebijakan publik, keberanian itu berarti menata ulang pola lama yang kurang tepat sasaran dan menggantinya dengan kebijakan yang lebih adil, produktif, dan berkelanjutan.

Jika hijrah adalah perjalanan menuju keadaan yang lebih baik, maka sudah saatnya Indonesia melakukan hijrah transportasi, yakni dari kemacetan menuju keterhubungan, dari pemborosan menuju efisiensi, dari ketimpangan akses menuju keadilan mobilitas, dan dari polusi menuju lingkungan yang lebih lestari.

Indonesia Emas 2045 membutuhkan sistem transportasi yang tidak hanya megah secara infrastruktur, tetapi juga adil dalam manfaat.

Bangsa yang maju bukan hanya bangsa yang mampu membangun jalan panjang, melainkan bangsa yang memastikan setiap warganya dapat menempuh jalan kehidupan dengan aman, terjangkau, dan bermartabat.

Selamat Tahun Baru Islam, 1 Muharram 1448 H.

(*) Dosen Transportasi Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS); Wakil Ketua Komite Tetap Usaha Perhubungan Darat KADIN Jawa Timur; Anggota Komunitas S36A

Page: 1 2 3 4

Jay Wijayanto

Recent Posts

Proyek Saluran Air Korbankan Warga Surabaya hingga Meninggal Dunia, Wali Kota Eri Janji Copot Pejabat

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, datang langsung menyampaikan rasa duka cita mendalam ke kediaman Edhy…

2 days ago

Angka Kematian Jemaah Haji Jatim Paling Tinggi, Kemenhaj Perketat Syarat Kesehatan Tahun Depan

Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) Dahnil Anzar Simanjuntak menyoroti jumlah jemaah haji asal Jawa…

2 days ago

Imbangi Swiss lewat Gol Dramatis di Menit Akhir, Qatar Ukir Sejarah di Piala Dunia

Timnas Qatar mengawali langkahnya di Piala Dunia 2026 dengan raihan satu poin. Mereka menahan imbang…

2 days ago

Keliling Kota Piala Dunia 2026 #1: Mercedes-Benz Stadium, Lemon Pepper Wings, dan Jejak Martin Luther King Jr di Atlanta

Bagi suporter yang berencana menyaksikan pertandingan Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat, Atlanta layak masuk…

3 days ago

Cegah Krisis Sampah, Pemkab Sidoarjo Optimalkan Penanganan dari Hulu ke Hilir

Pemerintah Kabupaten Sidoarjo mulai melakukan pembenahan besar-besaran terhadap sistem pengelolaan sampah melalui penguatan Tempat Pengolahan…

3 days ago

AS Berpesta atas Paraguay 4-1, Gol Terakhir Trivela ala Quaresma

Tim nasional Amerika Serikat membuka kiprahnya di Piala Dunia 2026 dengan kemenangan telak 4-1 atas…

3 days ago

This website uses cookies.